
Alvin dan Jeni turun dari kamarnya dengan saling menggoda satu sama lain, keduanya terlihat sangat akrab.
mendengar suara Alvin dan Jeni yang mulai mendekat ke ruang tamu, Pak tua Moor, Sera dan Arisa langsung menoleh ke arah suara tersebut.
Arisa terkejut saat melihat Alvin, dia tidak menyangka kalau orang yang akan di temui ibunya adalah Alvin.
" Alvin ?" gumamnya Lirih sambil melihat kedekatan Alvin dengan Jeni.
Pak tua Moor langsung berdiri, tampak Jelas Alvin yang hampir mirip dengan Garin, hanya saja Alvin terlihat sangat berwibawa.
Alvin yang sadar sudah sampai di ruang tamu, dia berhenti bercanda dengan istrinya dan melihat siapa yang datang.
Alvin mengerutkan keningnya ketika melihat Sera dan Arisa datang ke rumahnya, dia juga bertanya - tanya siapa pria tua yang bersama mereka.
" Duduklah Tuan " ucap Alvin sopan dengan Pak tua Moor.
Pak tua Moor pun tersenyum dan duduk, Alvin ikut duduk bersama Jeni yang terus menempel padanya.
" Jadi.., ada apa kalian jauh - jauh kemari ?" suara Alvin datar tapi sangat berwibawa.
" Alvin, aku kemari untuk menyelesaikan ke salah pahaman ini " jawab Pak tua Moor langsung, di ikuti anggukan Sera yang tidak berani buka suara.
" Ke salah pahaman ?, sepertinya aku tidak punya ke salah pahaman dengan kalian, aku pun tidak mengenal kalian " jawabnya dingin.
__ADS_1
Pak tua Moor menghela napas " aku tahu itu Alvin, tapi kami mengenal kamu, biarkan aku menjelaskan semuanya dari awal "
" Cerita atau dongeng ?, kenapa kalian tidak memberi dongeng saat aku kecil saja ?" Alvin sudah tahu arah pembicaraan tersebut.
" Alvin, dengarkan Kakek, aku tahu kamu kecewa dengan kami yang membiarkanmu terlantar begitu lama, tapi kami juga sudah mencari kamu semampu kami ta..." Pak tua Moor belum selesai bicara Alvin tertawa.
" Hahahaha... kemarin dia mengaku ibuku, sekarang kamu mengaku kakekku ?"
Selepas tertawa Alvin menatap Pak tua Moor dan Sera dengan dingin " Jika aku masih punya keluarga, kemana kalian selama ini !!, selama dua puluh tahun lebih aku hidup dalam kekurangan, aku yang katanya keturunan keluarga Moor yang berkuasa nyatanya hanya menjadi sampah, jika aku tidak berusaha sendiri !, dan kalian tiba - tiba datang kepadaku dengan entengnya bilang aku keluarga kalian ?, jangan Bercanda !!" suara Alvin meninggi, membuat pak tua Moor dan Sera sedikit takut.
" Bruug
" Alvin maafkan Ibu, ibu tahu ibu salah, hiks..hiks... " Sera langsung merangkul kaki Alvin.
" Ibu...., Alvin apa yang kamu lakukan !?" Arisa memeluk ibunya.
Bukannya Iba Alvin malah menatap Sinis Sera, dia seolah sangat membencinya, Pak tua Moor yang melihat itu hanya bisa menatap tidak berdaya.
Pak tua Moor sadar kalau dirinya juga salah, seharusnya dia juga ikut mencari Alvin saat mendengar dia menghilang, tapi karena waktu itu dia hanya bisa terbaring di ranjang perawatan dan anak buahnya hanya tinggal Sean dan Darla saja, jadi dia tidak bisa apa - apa selain pasrah dengan sang pencipta.
" Sayang apa yang kamu lakukan !?, bukankah kamu sudah janji padaku jika tidak akan memperlihatkan sisi burukmu itu padaku lagi !" ucap Jeni ketus sambil memapah Sera berdiri.
" Nyonya kamu tidak apa - apa, maafkan Alvin, dia hanya sedang emosi saja, ayo duduk lagi " ajak Jeni pada Sera.
__ADS_1
Sera menganggukkan kepalanya sambil duduk dengan di bantu Sera dan Arisa yang memapahnya.
Alvin melihat Jeni yang terlihat penuh kasih memapah Sera, Walaupun Jeni tahu kalau Alvin tidak bisa menerima ibunya, tapi Jeni pikir tidak perlu melakukan hal itu pada seseorang yang telah melahirkannya.
Jeni kembali duduk di tempatnya, dia menghela napas " Aku tidak tahu dengan masalah keluarga kalian, tapi sekarang aku istri Alvin, berarti aku juga berhak tahu semua masalah kalian "
Jeni menatap Alvin yang matanya memerah " Sayang, lebih baik kamu sabar dulu, kita dengar dulu cerita mereka, baru setelah itu kamu memutuskan bagaimana akan menyikapi masalah ini Oke " Jeni menggenggam kedua tangan Alvin dengan lembut.
Alvin menghela napas " Terserah kamu sajalah, aku malas membahas ini " dia merebahkan tubuhnya di sofa sambil memijat pangkal hidungnya.
Jeni tersenyum, karena Alvin melunak dengan ucapannya, dia kemudian bertanya pada pak tua Moor " Tuan, silahkan lanjutkan cerita anda, Alvin pasti akan mendengarkannya "
Pak tua Moor tersenyum ke arah Jeni " Terimakasih cucuku " ucapnya lembut.
" Kejadiannya dua puluh tahun silam, keluarga Moor di serang oleh gabungan para musuh - musuh kami, mereka tahu kalau aku yang sebagai pondasi keluarga Moor sedang sakit dan berobat di Arnesia, berencana membunuhku, Hari itu tepat juga dengan hari lahir Alvin "
Pak tua Moor menghela napas kemudian melanjutkan " Para pengawal kami tidak ada yang tahu kalau akan ada penyerangan itu, karena itu mereka tidak menjagaku dengan ketat, untung saja saat itu ada Garin, ayah Alvin yang rela mengorbankan nyawanya demi aku, aku pergi dengan dua pengawal pribadiku menggunakan perahu, tapi saat di tengah laut lepas, kami kehabisan bahan bakar dan terpaksa menunggu perahu kami bersandar mengikuti arus laut, perahu kami sampai di pulau kecil yang kebetulan ada desa pedalaman, kami bertiga mencoba bertahan hidup disana, selama lima tahun aku bertahan dari tekanan penyakit ku yang tidak kunjung sembuh juga, tapi berkat ramuan herbal orang pedalaman akhirnya aku bisa sembuh, saat itu aku mulai mencari tahu bagaimana caranya pulang, waktu itu kami tidak tahu sama sekali kamu menghilang, karena kami benar - benar Lose kontak dengan para pengawal yang ada di Chinate "
Raut wajah Pak tua Moor terlihat bersedih " hingga akhirnya aku memutuskan untuk merubah pulau tersebut agar lebih maju lagi, tanpa terasa waktu berlalu sangat cepat hingga dua puluh tahun berlalu Alvin, aku berhasil disana dan juga menemukan sebuah tambang emas di pulau Java di sebelah pulau tersebut, setelah kami berhasil berkembang pesat selama dua puluh tahun, mulai banyak orang yang berbondong-bondong menemui kami untuk kerja sama, di sanalah awal kami kembali menjalin kontak dengan pengawal Chinate lagi dan aku baru tahu kalau kamu menghilang tanpa jejak selama dua puluh tahun itu "
Pak tua Moor menatap Alvin " mendengar kamu menghilang selama dua puluh tahun aku sangat merasa bersalah Alvin, hingga akhirnya aku mengutus orang - orangku untuk mencari keberadaan mu, tapi hasilnya nihil, selama tujuh tahun kami mencari kamu tidak ada tanda - tanda tentangmu, itu semua karena identitas kamu dengan Marga Yang, membuat kami sulit menemukan mu, entah itu sebuah kebetulan atau tidak, yang pasti keberadaan kamu seolah di sembunyikan, entah itu oleh siapa, tapi pengawalku yang ada di Chinate juga bilang padaku seperti itu. Alvin percayalah kami menyayangimu, hanya saja kami tidak bisa menembus data orang yang menyembunyikanmu "
Mendengar perkataan Pak tua Moor, Alvin langsung teringat dengan System jika dialah yang menyembunyikan keberadaan nya. tapi tetap saja Alvin masih kesal pada keluarganya. Karena keluarga Moor yang berkuasa tidak bisa berbuat apa - apa.
__ADS_1