System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Sebuah Kenyataan Yang Kelam


__ADS_3

Sementara itu di tempat Alvin berada, dia yang sedang nonton bioskop bersama dengan Jeni dalam ruangan bioskop pribadinya.


System tiba - tiba terdengar di benak Alvin.


[ Tuan Moor, Gilian sudah buka suara, orang yang membantunya adalah Hari Young ! Kami akan mengubur mayat Gilian sesuai perintah anda yang ingin memberikannya penghormatan terakhir ]


Alvin mengangguk dia membalas dalam hati " Bagus lakukan yang terbaik "


Alvin sekarang mendapatkan sedikit titik terang, setidaknya dengan tahu nama orang yang membantu Gilian, dia pasti bisa cepat menghabisi para musuh Keluarga Moor dulu.


Saat Alvin sedang memikirkan hal tersebut, tiba - tiba tangan Arisa menggenggam tangannya.


Arisa yang memang ikut menonton bioskop, dia mencari kesempatan untuk dekat dengan Alvin.


Alvin mengerutkan keningnya, dia langsung melepaskan tangan Arisa dan memindahkan tangannya dari samping Arisa.


Arisa terlihat tidak merasa bersalah sama sekali, dia malah tersenyum manis ke arah Alvin.


Arisa sudah tidak peduli lagi kalau dirinya adalah adik Alvin, walaupun Sera sudah memperingatkan nya tapi tetap Saja Arisa masih kekeh dengan pendiriannya.


Alvin menatap sinis Arisa yang tersenyum padanya, akan tetapi Cinta yang sudah dalam tidak bisa berubah begitu saja, Arisa masa bodo dengan tatapan sinis Alvin.


Jeni yang terlalu serius dengan Bioskop, dia tidak tahu kalau Arisa mulai menunjukkan itikad tidak baik dengan mulai menggoda Alvin.


Jeni pikir kalau Arisa sudah menerima kenyataan bahwa dia adiknya, jadi Jeni tidak curiga sama sekali dengan Arisa.


Satu Jam kemudian Film pun berakhir, Jeni menghapus air matanya, karena dia tadi terlalu mendalami cerita yang sedang di putar tadi.


" Sayang, ceritanya sangat sedih, Reyhan yang setia malah di tinggal dan lebih memilih orang yang belum tentu baik. Kasihan Reyhan sayang.. hiks..hiks... " Jeni masih terbawa suasana dengan film barusan.


Alvin mengerutkan keningnya " Ish, Ish kamu ini, itukan hanya film sayang " ucapnya sambil menghapus air mata Jeni.


" Tapi aku jadi sedihkan kalau gini, bodoh tuh cewe milih orang yang belum dia kenal malahan ninggalin orang baik !" gerutu Jeni kesal.


Alvin tersenyum, dia merangkul pinggul Jeni dan mencubit hidungnya karena gemas " Kamu ini yah "


Jeni menatap suaminya dengan sinis, tapi sedetik kemudian mereka tertawa bersama karena Jeni sadar dia telah bertingkah konyol di hadapan Alvin.

__ADS_1


Arisa yang melihat itu menggembungkan pipinya, dia langsung berjalan cepat meninggalkan keduanya dan langsung menuju kamar.


" Loh.. Arisa mau kemana ? Padahal aku ingin membahas film tadi dengannya " Jeni menghela napas berat.


Alvin menggendikkan bahunya " mungkin dia kebelet "


" Ih..kamu ini ya " Jeni mencubit pinggang Alvin.


" Awww " pekik Alvin pura - pura kesakitan.


Mereka berdua kemudian kembali tertawa bersama, karena tingkah mereka seperti anak kecil saja.


...***...


Sementara itu di Big Grown investasi, Velas sedang gemetaran saat melihat data yang diberikan Klon System padanya.


Mindy yang melihat itu jadi penasaran apa yang diberikan Klon System pada Velas sehingga membuat Bosnya itu sampai gemetaran seperti orang kelaparan saja.


Klon System langsung pergi setelah memberikan data tersebut yang merupakan hasil dari pengalihan saham Frostail Capital dan Parks Investasi.


" Tuan Riot, apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Mindy penasaran.


Mindy semakin penasaran saja, di melongokan kepalanya ke atas tab yang di pegang Velas, tapi tetap saja dia masih belum melihat apa yang sedang di lihat Bosnya itu.


" Tuan Riot, bolehkan saya melihat itu ?" Mindy menunjuk tab yang ada di tangan Velas.


Velas mengangguk, dia memberikan tab tersebut pada Mindy, tentu saja Mindy sangat senang karena rasa penasarannya bisa menghilang.


Tapi saat dia menerima tab tersebut, semakin dia menatap layar ekspresinya sama saja dengan Velas, tangannya juga bergetar hebat, sampai - sampai tab yang dia pegang akan jatuh, Mindy buru - biru menaruhnya di Meja Velas.


" Yu..tuan Velas i..itu beneran ?!" tanya Mindy terkejut.


Velas tersenyum getir " Mindy tampaknya tuan Moor tidak main - main dengan ucapannya "


Velas menghela napas kemudian melanjutkan " dia kemungkinan dari awal sudah mengincar dua perusahaan besar itu, kemarin dia hanya mengujiku dan lihatlah sekarang, hanya dalam satu hari saja dua perusahaan besar itu sudah menjadi miliknya, dan bisa di bilang bagian dari Big Grown investasi !"


Mindy langsung terduduk di kursi yang ada di depan Meja Velas " Ternyata Bos besar sangatlah kaya tuan Riot " ucapnya tidak berdaya.

__ADS_1


" Sebaiknya kita harus lebih giat bekerja lagi agar Tuan Moor tidak membuang kita !" Velas berkata dengan mantap.


Mindy mengangguk setuju, karena jika mereka ingin berguna oleh taipan besar, mereka harus bekerja sangat keras.


...***...


Sementara itu di pemakaman Gilian, Pak tua Moor di undang Oleh Klon System.


Alvin juga berada disana bersama dengan Sera juga, karena mereka termasuk orang yang ada sangkut pautnya dengan keluarga Moor dulu.


Sementara Arisa dan Jeni tidak ikut, Alvin lah yang melarang mereka ikut, sebab Gilian tidak ada hubungan dengan mereka.


Pak tua Moor menabur bunga di atas makam Gilian, dia berjongkok dan mengusap batu Nisan Gilian " Maafkan Ayah Nak, Ayah bukanlah orang yang baik, semoga kamu tenang di alam sana "


Pak tua Moor menghapus air matanya, anak yang harusnya dia banggakan sekarang benar-benar telah meninggalkannya.


Sera juga menabur bunga di atas makam Gilian, dia kemudian memapah Pak tua Moor untuk berdiri lagi.


Alvin menabur bunga juga di makam Gilian " Terimakasih paman, setidaknya kematian kamu tidak sia - sia, istirahatlah dengan tenang "


Pak tua Moor menatap makam Gilian dan buka suara " Alvin, Gilian mungkin yang sedikit mirip denganmu, pemikirannya hampir sama denganmu, hanya saja dia telah mengambil jalan yang salah "


Alvin membalas ucapan Pak tua Moor " semuanya sudah berlalu kakek, setidaknya paman Gilian sudah memberitahu siapa orang yang membantunya membunuh semua keluarga Moor, sebelum kematiannya dia sudah menebus sebagian dosanya pada kita "


Pak tua Moor terkejut dengan ucapan Alvin, karena dia tidak tahu kalau Gilian sudah buka suara sebelum di bunuh pengawal Alvin ( Klon System )


" Alvin apa perkataanmu benar ?" tanya Pak tua Moor.


Alvin mengangguk, dia menatap ibunya " Sera Young, kamu pasti kenal denga Hari Young bukan ?"


Saat pertanyaan itu keluar dari mulut Alvin, Sera langsung tersentak kaget, karena dia tentu saja tidak akan melupakan siapa Hari Young itu.


Sera tertegun di tempatnya, dia masih mencerna ucapan Alvin yang memberitahu kan nama tersebut.


" Nak kamu tidak salah sebut nama kan ?" tanya Sera dengan suara bergetar.


Alvin mengerutkan keningnya " Aku yakin telinga pengawal ku masih waras !" dia merasa tidak senang dengan ucapan Sera yang seolah meremehkan Klon System.

__ADS_1


Jeni menggelengkan kepalanya " Bukan begitu Nak, Hari Young adalah...


__ADS_2