System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Satu Perintah Membuat Para Eksekutor Bergerak


__ADS_3

Alvin bingung dengan kehadiran Ken, karena dia belum melihat Ken selama ini, apalagi pakainnya berbeda dengan para bawahan lain yang biasanya mengenakan Pakaian hitam - hitam saja.


" Si ..siapa kamu !, be..rani sekali kamu menentang kami keluarga Clown dan Muse !" walaupun takut tapi Ivan mencoba untuk bersembunyi di balik nama keluarganya.


" Hanya keluarga Clown dan Muse apa yang perlu aku takutkan ?" Ken mendekat ke arah Ivan dan berjongkok di hadapannya.


Ivan semakin ketakutan saja ketika Ken menatapnya dengan dingin, Apalagi ketika Ken mencambuk rambut Ivan.


" Dengar baik - baik anak tidak berguna !, keluargamu itu hanya butiran debu bagi tuan Moor, bilang pada orang tuamu yang kamu banggakan itu, Moor Family telah bangun dari tidur panjangnya !, pastikan keluargamu tidak menyinggung tuanku lagi, karena ini peringatan terakhir buatmu !" Ucap Ken sambil menghempaskan kepala Ivan.


Seketika cairan berwarna kuning merembes keluar dari celana Ivan, baunya yang menyengat membuat Ken mengerutkan keningnya dan sedetik kemudian Ivan jatuh pingsan disana karena saking takutnya.


Tubuh Arisa juga melemas, dia jatuh terduduk di jalan sambil menatap Ivan yang jatuh pingsan, dia tidak menyangka kalau Alvin sangatlah kuat.


Alvin tiba - tiba buka suara " Siapa kamu ?!"


Pertanyaan Alvin tentu saja membuat Arisa tercengang, padahal sudah jelas - jelas Pria sepuh yang itu adalah anak buahnya, tapi Alvin tidak mengenalnya, memikirkan hal itu membuat Arisa yakin kalau Alvin memiliki banyak anak buah, jadi dia tidak mengenal para anak buahnya itu.


Ken berdiri, dia menghampiri Alvin kemudian membungkukkan badannya " Tuan Moor, saya Ken Nisina, Eksekutor nomor 10, maaf karena terlambat memperkenalkan diri pada anda " ucapnya lembut dan sopan.


Alvin menghela napas " jadi kamu salah satu dari Swan ?"


" Benar tuan Moor " jawabnya singkat.


Alvin menghela napas lagi, ternyata anak buahnya sangatlah kejam, walaupun dia sendiri sebenarnya sangat takut dengan kebrutalan mereka yang mampu membunuh orang tanpa pandang bulu. Tapi dia juga harus menjaga wibawa sebagai seorang pemimpin.


" Bereskan semuanya dan jangan bunuh mereka, aku tidak ingin nama baikku tercemar karena itu !" ucapnya sambil menghampiri Arisa.


" Baik tuan !" Ken langsung mengambil ponsel dan menghubungi anak buahnya, untuk membereskan tempat tersebut.


" Kamu tidak apa - apa Arisa ?" Alvin mengulurkan tangannya pada Arisa.


Arisa mendongak menatap Alvin dan menyambut uluran tangannya " aku tidak apa - apa " suaranya bergetar, tidak seperti ucapannya, Arisa terlihat sangat ketakutan.


" Biar aku antar kerumah kamu " Alvin menawarkan diri untuk mengantar Arisa, karena dia merasa bersalah telah membuat Arisa ketakutan.


Arisa menganggukkan kepalanya, mereka berdua kemudian berjalan ke Mansion milik Larisa yang ternyata dekat dengan milik Alvin.


Sementara Ken terus mengikutinya dari kejauhan, karena dia tidak mau ada kejadian seperti tadi lagi yang membahayakan keselamatan tuannya.


" Jadi ini Mansionmu ?" tanya Alvin pada Arisa.

__ADS_1


Arisa menganggukkan kepalanya dan tersenyum, dia sudah sedikit lebih baikan " Apa kamu mau mampir Alvin ?" ajak Arisa tanpa ragu.


" Maaf Arisa, aku sudah beristri, tidak elok rasanya jika harus mampir di rumah seorang gadis, aku pergi dulu " Alvin melambaikan tangannya dan meninggalkan Arisa yang masih memandanginya.


" Sungguh pria yang sangat setia, kenapa aku tidak mengenalnya dari dulu " gumamnya yang masih menatap Alvin sambil mengaguminya.


Alvin kembali ke Mansionnya, ketika dia melewati jalanan barusan, dia terkejut karena hanya dalam hitungan menit saja tempat tersebut sudah bersih dan tidak ada noda darah sedikitpun disana.


" Cepat sekali kerja mereka ?!" ucapnya sedikit tertegun.


Alvin menghela napas " sudahlah, mulai sekarang aku harus terbiasa dengan para Eksekutor ini " diapun kembali melangkahkan kakinya untuk kembali ke Mansion.


Saat dia sedang berjalan, System bersuara.


[ Host belum Cek in hari ini, apakah Host akan Cek in ?]


Alvin berhenti berjalan, dia tersenyum kemudian memikirkan sebuah Mobil Mewah untuknya berjalan - jalan dengan istrinya.


" System aku ingin Cek in !"


[ Host melakukan Cek In Pikiran, Selamat anda mendapatkan Mobil Lamborghini Veneno dan Sebuah Showroom Mobil di Kota Melhes !, Mobil akan segera di antar, berikut dengan surat - surat kepemilikan dan juga berkas kepemilikan Showroom ]


Alvin tersenyum " Terbaiklah System !" ucapnya sangat senang.


[ Ding ]


[ Misi Terpicu : Host harus menaklukkan Turner Grup !, jangka waktu yang diberikan satu bulan !


Hadiah : Kotak Diamond ]


Alvin langsung berhenti melangkah lagi melihat misi barusan " Kotak Diamond ?"


" Sial !, ini pasti misi sulit, arghhh... 1000 Volt hukumannya, bisa - bisa aku mati tersengat listrik !" Alvin sedikit ketakutan ketika mendapat misi tersebut.


Dia langsung tergesa-gesa kembali ke Mansionnya, karena waktunya sebulan saja, jadi dia harus bergegas menyelesaikan misinya.


Walaupun kotak Hadiah Diamond sangat langka, dan System jarang memberikannya, tapi hadiah yang di tawarkan di luar imajinasi Alvin, karena System akan memberikan akar kekayaan yang sangat kuat di balik kotak hadiah Diamond. Tapi Alvin tidak menyadari itu, dia malah takut dengan hukumannya, karena disengat 200 Volt saja sudah membuatnya hampir mati, apalagi 1000 Volt.


Melihat Alvin yang panik, Ken menghampirinya, sambil berjalan dia bertanya pada Alvin " Tuan Moor ada apa ?, jika ada sesuatu bilang pada saya "


Alvin berhenti melangkahkan kakinya " Apa kamu tahu Turner grup ?"

__ADS_1


Ken juga berhenti " Turner grup ?, ya saya mengenalnya, ada apa dengan mereka ?"


" Baguslah, Kerahkan seluruh kekuatan kalian, kuasai semua Turner grup !, jangka waktu kalian satu bulan dari sekarang !" ucapnya dengan tegas.


Ken tercengang, karena Alvin ternyata tahu kalau Turner sedang berselisih dengan mereka " ternyata diam - diam tuan Moor juga memperhatikan pekerjaan kami, ah.. kenapa kami semua bodoh, keturunan tuan Moor pasti semuanya sangat cerdas !" gumamnya dalam hati.


" Kenapa kamu diam ?, apa kalian tidak sanggup aku berikan waktu satu bulan ?" tanya Alvin sedikit cemas, walaupun dia berusaha sebisa mungkin tetap menunjukkan wibawanya.


Ken tersenyum " Kami pasti bisa melakukannya tuan Moor, anda akan menerima kabar baik itu secepatnya !" ucapnya penuh dengan keyakinan.


" Baguslah kalau begitu " jawabnya datar sambil meninggalkan Ken yang langsung menghubungi seseorang.


Ken tidak menelpon, tapi dia menulis pesan WA di grup Eksekutor, dengan tulisan.


' Perintah Eksklusif di terbitkan, Tuan Moor mengatakan harus menaklukkan seluruh Aset Turner grup dalam waktu satu bulan !'


Sontak saja para Eksekutor langsung menanggapi pesan tersebut dengan bersemangat, karena jika perintah Eksklusif di terbitkan maka mereka akan mendapatkan banyak ke untungan, dan pastinya hadiah besar menunggu mereka semua.


Di tempat Swan, dia menghela napas ketika perintah tersebut di terbitkan " Glard, bersiaplah, sepertinya tuan Moor muda sudah mulai bergerak ingin menguasai dunia bisnis lagi untuk mengembalikan kejayaan keluarganya dulu !"


" Aku akan selalu bersiap Ayah, aku tidak akan pernah mengecewakan anda dan Tuan Moor !" Ucapnya tegas dan Yakin.


Di tempat Molina dan Jeremy yang memang sedang menghadapi Turner grup, mereka berdua tersenyum getir " tampaknya tuan Moor tidak puas dengan pekerjaan kita Jeremy " Molina menghela napas.


" Mau bagaimana lagi, itu artinya tuan Moor tidak ingin menyia - nyiakan waktu lagi " Jeremy juga menghela napas, karena sebenarnya mereka berdua pun sanggup menghancurkan dan menaklukkan Turner Grup.


Di tempat Eksekutor 4, mereka yang Notabenya kumpulan para Hacker terbaik di dunia tersenyum senang karena mendapatkan perintah Eksklusif.


" Kalian melihat sendiri pesan itu bukan, mari waktunya kita bekerja !" Ucap Eksekutor 4 pemimpin para Hacker tersebut.


" Tentu saja tuan Hack !" Ucap mereka serempak dengan bersemangat.


Di tempat Eksekutor 5, tempat orang - orang dengan kemampuan beladiri tangan kosong mendesah kesal " Sialan !, ini sih para kutu buku itu yang paling senang !, kita hanya bisa pasrah saja disini " ucapnya tidak berdaya.


Eksekutor 5, tempatnya jauh dari Andalas, jadi mereka tidak bisa kesana, apalagi di Andalas ada Eksekutor, 2, 3, 6 dan 10 yang memang di tugaskan dekat dengan Ryu.


Tempat Eksekutor 6, dia mengulas sebuah senyum, Eksekutor 6 merupakan ahli strategi, walaupun dia tidak kuat tapi dia berhasil merekrut orang - orang dengan kemampuan yang bisa membuat kelompok Eksekutor 6 sangat kuat karena kerja samanya.


" Sekarang waktunya bergerak, Noise dan Eyes kalian pergilah mengawasi pemimpin Turner grup, Sisanya akan bergerak setelah Para Hacker memberikan perintah nantinya !" Eksekutor 6 memberikan perintah.


" Baik Tuan Strada !" mereka juga sangat bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2