System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Berbagai Perasaan Yang Mulai Muncul


__ADS_3

Sementara itu pak tua Moor dan para Eksekutor sedang membahas rencana kedepannya, Alvin masih dengan enggan menerima kenyataan yang sedang terjadi pada kehidupannya.


Setelah sekian lama dia tidak memiliki saudara satupun, dan hanya tahu Sintia sebagai ibunya yang sudah meninggalkan nya.


Sekarang tiba - tiba muncul orang yang mengaku ibu kandungnya, di tambah orang - orang yang melindunginya mengatakan kalau dirinya adalah tuan muda mereka.


Pikiran Alvin kacau, dia tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, hingga akhirnya kebencian muncul di hati Alvin.


Alvin sudah memutuskan untuk membenci keluarganya jika dia harus menerima kenyataan tersebut.


Dua puluh tujuh tahun dia menderita tapi tidak ada yang membantunya untuk bangkit sama sekali.


Dua puluh tujuh tahun dia hidup dengan berbagai kekurangan tapi tidak ada yang memberi nya sebuah harapan yang pasti.


Tapi ketika dia sudah mulai mencapai mimpinya, tiba - tiba saja orang yang mengaku Keluarga di masa lalunya muncul.


Alvin tidak bisa menerima itu " Arghhhhh !!" dia berteriak marah di kamarnya, membuat Jeni kaget dan takut.


Alvin duduk dan mengacak - acak rambutnya, carut marut pikirannya membuat dia kesal sendiri, ingin dia tidak peduli, tapi dia terngiang-ngiang penjelasan dari Ken.


" Sayang, jangan seperti ini " Jeni langsung memeluk Alvin dari samping sambil menitihkan air mata.


" Kenapa ini semua harus terjadi padaku Jeni ?, kenapa mereka tiba - tiba muncul saat aku mulai menikmati kehidupanku yang damai bersama kamu, kenapa Jeni ?" suara Alvin parau karena dia sambil menangis saat mengatakan itu.

__ADS_1


" Sayang, aku akan selalu bersamamu apapun yang terjadi, tolong jangan seperti ini, kamu pasti bisa melewati ini semua " Jeni semakin memeluk erat suaminya itu.


" Aku lelah Jeni, aku lelah dengan semua ini, sedari dulu tidak ada yang peduli denganku, sedari dulu aku hidup seorang diri, kemana mereka saat itu ?, hanya Ibu Sintia yang tulus merawat ku meski dalam kekurangan, Jeni orang tuaku sudah meninggal, aku tidak punya siapa - siapa lagi, hanya kamu yang aku punya saat ini " suaranya serak dia sangat terpukul menerima kenyataan tersebut.


" Iya sayang, aku tahu itu, kamu jangan memikirkan itu lagi yah " Jeni melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Alvin dengan kedua ibu jarinya, meski air matanya juga berlinangan.


Alvin menatap istrinya itu, dia lah orang yang membuat semangatnya kembali berkobar untuk menjalani kehidupan saat dirinya sudah hampir putus asa dengan kehidupan yang dia jalani.


Wanita yang memberinya sedikit kasih sayang padanya, ketika kasih sayang dari Sintia puluhan tahun yang lalu sudah tidak dia rasakan.


Alvin memeluk Jeni dengan Erat sambil memejamkan matanya " Hanya kamu orang yang aku percaya satu - satunya, tolong jangan tinggalkan aku Jeni "


Jeni menghapus Air matanya sendiri, dia berusaha untuk tegar dan memberikan semangat untuk suaminya.


Jeni memeluk Alvin dengan erat " Pasti sayang, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu, kita pasti akan menjadi keluarga yang bahagia !" jawab Jeni yakin.


Sementara itu di Mansion Arisa, Sera dan Milick yang sedang berada di kamar, mereka tidak bisa tidur.


Milick dengan pemikiran bagaimana nasib keluarganya nanti, apakah akan bertahan atau hancur.


Sedangkan Sera memikirkan Alvin yang tidak menerimanya sebagai ibunya, Sera merasa terpukul tapi dia sadar harus menerima sebuah kenyataan.


" Sayang apa kamu tidak bisa tidur juga ?" Milick memiringkan badannya agar menghadap Sera.

__ADS_1


Sera yang menatap langit-langit mengangguk lirih " apa aku masih pantas di anggap seorang ibu ?, sementara aku menelantarkan anakku sendiri, mungkin Alvin terlahir dari rahimku, tapi aku tidak merawatnya sama sekali, memberikan Asi saja aku hanya dua hari saja, apa aku masih layak menyandang gelar ibunya Milick ?"


Milick menghela napas " Sayang, mau kamu tidak memberikan Asi padanya atau tidak sama sekali, jika dia di lahirkan dari rahim kamu, tetap saja dia darah daging kamu, mungkin Alvin hanya belum bisa menerima kenyataan saja, aku yakin suatu saat nanti dia juga akan mengerti itu "


Sera menggeleng " sepertinya kamu salah menilainya Milick, aku yakin sifat Alvin seperti kakeknya, keras kepala dan jika sudah memutuskan sesuatu tidak bisa di ganggu gugat, sorot mata Alvin sama persis dengan Kakeknya "


Sera menghela napas kemudian melanjutkan " aku tahu keluarga kalian juga terlibat dalam invasi keluarga Moor dulu, aku berterimakasih padamu karena selama satu tahun aku depresi kamu mau merawat ku dengan baik, walaupun sebenarnya aku masih memendam sedikit dendam pada keluarga kalian, tapi ketika aku sudah pulih sepenuhnya ada Arisa di perutku, jujur saja Milick selama ini aku mungkin tidak pernah mencintai kamu, aku hanya ingin membalas kebaikan kamu dan merawat anak kita dengan baik, tapi setelah aku bertemu dengan Alvin, entah kenapa sekarang aku merasa menjadi seorang ibu yang kejam, merawat anak dari musuh keluargaku dulu tapi menelantarkan anak orang yang paling aku sayangi, Milick maukah kamu melepaskan aku dan membiarkan aku hidup dengan Arisa dengan tenang, aku..."


Air mata mulai berlinangan di pipi Sera, dia merasa hatinya tersayat - sayat, beribu penyesalan masuk dalam pikirannya. Dia baru menyadari kalau dirinya salah telah hidup puluhan tahun bersama dengan keluarga orang yang telah membantai keluarga orang yang paling dia sayangi.


Mungkin Garin sangat bodoh, tapi karena kebodohannya itu, dia adalah orang yang sangat tulus mencintai seseorang wanita.


Kata - kata Garin tidaklah manis seperti para pujangga cinta ataupun buaya di luaran sana yang merayu Wanita.


Tapi dengan tindakan Garin memperlakukannya seperti seorang ratu, dia selalu pasang badan kalau dirinya ada masalah, tidak ada rasa takut apalagi keraguan sama sekali dalam benaknya untuk melindungi orang yang dia sayangi.


Masih teringat jelas bagaimana tubuh Garin berlumuran darah dengan pisau menancap di perutnya, tapi dia masih berdiri tegak demi menyelamatkan nya waktu dia hendak di perkosa sebuah kelompok Genk yang tidak jelas.


Flashback on.


Gedung kosong, ketika Garin sedang mengincar Cinta dari Sera, umur mereka waktu itu masih 17 tahunan. Keluarga Moor masih keluarga nomor dua di kota Hyaning.


" Wah..wah..wah.. anak Moor memang hebat, walaupun idiot tapi tubuhnya ternyata sangat kuat !" Ucap ketua Genk tersebut.

__ADS_1


' Hoss..Hoss.. Brengsek kau Serdan !, apa kurang cukup pelacur di rumahmu untuk memuaskan napsu bejadmu itu !?" Garin berteriak marah sambil memegangi pisau yang menancap di perutnya.


Ya waktu itu Keluarga Clown merupakan keluarga nomor satu di kota Hyaning Chinate, dia senang sekali mengoleksi gadis muda untuk di jadikan selirnya dan Sera salah satu targetnya.


__ADS_2