
Sera tersenyum melihat Alvin yang kebingungan, dia akhirnya menjelaskan " Aku tahu kamu pasti bingung dengan apa yang terjadi, walaupun aku bercerita padamu tapi tetap saja kamu tidak akan percaya padaku, untuk itu aku akan menyuruh seseorang menjelaskannya padamu saja "
Sera diam sebentar kemudian melanjutkan "Ken, maukah kamu menjelaskan semuanya pada Alvin " tanyanya pada Ken.
" Baik Nyonya !" Jawab Ken tegas.
Sera mengangguk " kemari dan duduklah Ken, aku ingin Alvin tahu semuanya dari awal sampai akhir, dan aku juga akan menerima semua keputusan dia " Ia sudah pasrah jika Alvin tidak akan mengakuinya.
Ken dengan sopan duduk di sofa samping, dia menghela napas dan mulai bercerita " Tuan Moor, kejadian waktu anda masih dalam kandungan menjelang kelahiran anda, malapetaka besar terjadi di keluarga Moor, semua pebisnis yang menginginkan kehancuran keluarga Moor, mereka semua bekerja sama untuk menjatuhkan perusahaan kakek anda, Misi mereka tergolong berhasil. Ayah anda Garin Moor tewas saat kejadian tersebut saat menyelamatkan kakek anda, tapi kakek anda yang diselamatkan menghilang, dan pada saat yang bersamaan anda terlahir di dunia ini, kami yang fokus menjaga kelahiran anda lengah, sehingga kakek Anda menghilang dan Ayah anda tewas "
Raut wajah Ken terlihat sangat bersedih, tapi dia tetap melanjutkan ceritanya, Ken menghela nafas dan melanjutkan " Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu, kami coba menutupinya dari Nyonya Sera, karena kami tidak ingin dia terpukul, tapi si bodoh Myura keceplosan dan menceritakan pada Nyonya Sera kalau tuan Garin dan kakek anda sudah tidak ada, akibatnya Nona Sera depresi, dia meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan kami dan kami kira jika Nona Sera sudah tidak ada, tapi siapa sangka kalau Nona Sera akan muncul disini "
" Tunggu dulu, kamu bilang dia ibuku ?, Kamu jangan bercanda Ken !, Ibuku sudah meninggal, aku melihatnya sendiri dengan kepala mataku !, dan apa - apaan cerita itu hah !, Aku dari kecil hidup hanya dengan ibuku, tidak ada cerita seperti itu !, Selama dua puluh lima tahun aku hidup sengsara, sebelum aku menemukan setitik kebahagianku !" Alvin menggenggam tangan Jeni dengan erat.
Dia kemudian melanjutkan " dan setelah aku jadi seperti ini, tiba - tiba kalian mengarang cerita seperti itu !, Hahahaha... Jangan Bercanda !!" Teriak Alvin sangat marah.
Alvin masih mengingat jelas bagaimana dia hidup dengan segala kekurangan, dia tetap bertahan walau pernah satu hari hanya memakan satu potong roti saja ketika baru ke kota Muldor.
Tapi sekarang Ken menceritakan tentang masalalu nya, tentu saja Alvin tidak bisa menerima semua itu.
" Tuan Moor, aku bisa menjelaskan semu..." Ken mau buka suara lagi tapi Alvin membentaknya.
__ADS_1
" Cukup !, Aku tidak mau dengar kamu bicara lagi Ken !, Kalian bilang aku adalah orang yang kalian kenal dulu, tapi nyatanya tidak ada yang membantuku ketika aku berada dalam titik terendah dalam hidupku !, dimana Kalian dulu hah !, dimana !, Semua yang kalian katakan hanyalah omong kosong !, Untuk anda nyonya, saya hanya punya satu ibu, dia yang merawatku sejak kecil dan dia telah tiada, dengar baik - baik, hanya dia ibuku satu - satunya, ibu yang memberikan kasih sayang pada anaknya ! " Alvin menarik Jeni dan pergi dari sana.
Jeni yang melihat suaminya begitu marah, dia hanya bisa menurut saja saat Alvin menariknya.
" Tuan Moor !" Ken mau mengejarnya, tapi Sera menahannya.
" Tidak perlu Ken, semua yang dikatakan Alvin benar dan aku tidak pantas di panggil seorang ibu "
Pedih, Sakit semua perasaan menjadi satu didalam hati Sera, anak kandungnya tidak mengakui dirinya, tapi Sera sadar semua itu karena kesalahannya, walaupun waktu itu dia depresi, seharusnya dia bisa mengendalikan egonya dan tidak meninggalkan anaknya yang masih baru lahir.
Hasilnya seperti sekarang, Alvin membencinya, Alvin tidak menganggapnya dan mengatakan kalau ibunya telah tiada.
Sera tidak pernah berpikir kalau Alvin pernah di rawat orang lain, jadi dia mengira kalau Alvin sudah menganggapnya telah tiada.
" Apa maksud kamu Ken ?" tanya Sera penasaran.
Ken menghela napas " Ketika anda meninggalkan rumah, kami mencari perawat yang kebetulan anaknya meninggal agar bisa memberi Asi pada Tuan Alvin waktu itu, tapi ketika kami lengah karena terlalu sibuk mencari kalian, perawat tersebut membawa tuan Alvin pergi, pada saat itu keluarga Moor benar - benar menghilang seperti di telan Bumi, kami mencari anda, Tuan Besar dan tuan Alvin, tapi tidak ada jejak sedikitpun, hasilnya kami hanya bisa mempertahankan wilayah Chinate saja demi menunggu datangnya hari dimana tuan Alvin ditemukan "
" Jadi Alvin selama ini tidak dirawat kalian, dan semua ucapannya tadi buka sengsara karena kehilangan keluarga melainkan karena dia tidak punya apa - apa ?" tanya Sera memastikan.
" Kemungkinan anda benar Nyonya Moor, karena saat kami mulai menemukan Tuan Alvin, dia menjadi menantu Keluarga Su dengan kondisi sangat menyedihkan " jawab Ken tidak berdaya.
__ADS_1
Tentu saja ucapan Ken membuat Sera semakin merasa bersalah, karena dirinya Alvin harus melalui jalan yang begitu berat, padahal dia adalah pewaris keluarga kaya.
Tubuh Sera langsung melemas " Milick kita kembali ke Mansion saja, aku ingin istirahat dan saat Alvin sudah tidak marah lagi, mencoba bicara dengannya lagi "
Milick hanya mengangguk, dia memapah Sera berdiri dan membawanya kembali ke Mansionnya.
Mendengar cerita Ken, Milick sangat yakin kalau istrinya sangat terpukul, bukan hanya keluarganya yang hancur, tapi kebahagiaan anaknya juga di renggut.
Milick merasa bersalah, jika saja Ayahnya dulu tidak ikut - ikutan dalam invasi tersebut mungkin dia tidak akan berdiri di antara dua sisi.
Milick sangat yakin kalau para Eksekutor keluarga Moor akan menghancurkan seluruh musuh - musuhnya dulu tanpa ampun.
Ken Mengantar Sera sampai ke gerbang Mansionnya, kemudian kembali lagi ke Mansion Alvin.
Sementara itu di kamar Alvin, dia sedang berbaring sambil menutup matanya menggunakan lengan.
Jeni yang duduk disampingnya tidak tahu harus berbuat apa, tapi dia mencoba menghibur Alvin.
" Sayang, kamu tidak apa - apa kan ?" tanyanya lembut sambil mengusap lengan Alvin yang menutup matanya.
Terlihat Air mata Alvin yang membasahi pipinya, Jeni yang melihat itu hatinya merasa teriris, ternyata bukan hanya menderita saat menikah dengannya, tapi masalalu nya sudah sangat pedih, jika yang dikatakan Ken benar adanya.
__ADS_1
Jeni merasa kalau suaminya adalah orang terkuat di bumi, begitu banyak rintangan yang telah dia lewati, begitu banyak kesedihan yang telah dia alami, tapi dia masih berusaha untuk tetap tegar, berdiri kokoh untuk mengejar kebahagiaan yang di impikannya.