System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran
Teka - Teki


__ADS_3

Alvin terlihat masih diam tidak berbicara, membuat Pak tua Moor sedikit tertekan, karena seolah Alvin mengabaikannya.


Pak tua Moor menghela napas lagi " Sekarang terserah kamu mau percaya atau tidak dengan perkataanku Alvin, tapi kenyataannya kami sudah mencari kamu selama ini, kakek harap kamu memikirkan hal ini baik - baik "


Alvin berdiri " Aku lelah, sayang aku mau pergi sebentar " dia beranjak pergi dari tempat tersebut, tanpa menjawab pertanyaan Pak tua Moor.


" Sayang kamu mau kemana ?" Jeni memanggil Alvin, tapi suaminya itu tetap berlalu begitu saja.


Jeni mau meninggalkan tamunya tapi tidak enak, jadi dia terpaksa menemani mereka, apalagi sekarang dia tahu Kalau tamunya itu keluarga Alvin.


Jeni menghela napas " Maaf kan Alvin kakek, mungkin dia masih belum bisa menerima kenyataan ini, saya harap anda bisa memakluminya "


Pak tua Moor memaksakan sebuah senyum pada Jeni " Kamu wanita yang baik, Alvin tidak salah memilih kamu "


" Kakek terlalu memuji " jawabnya lembut.


Jeni mengalihkan pandangannya ke Sera " Jika anda memang ibu kandung Alvin, anda seharusnya tahu bagaimana sakitnya anak Ibu, bersabarlah sedikit Bu, Alvin orang yang baik kok, hanya saja akhir - akhir ini dia banyak masalah, jadi mungkin pikirannya sedang kacau "


" Nak, apa ibu boleh tinggal disini, sebagai pelayan pun tidak apa, Ibu ingin menebus dosa ibu pada Alvin dan ingin melayaninya dengan baik sebelum ibu tidak ada nantinya " ucap Sera tulus.


" Ibu.... " Arisa terlihat tidak rela ibunya jadi pelayan.


Sera mengusap puncak kepala Arisa " kamu dari kecil sudah dapat banyak kebahagian, apapun yang kamu mau selalu Ayah dan ibu turuti, sekarang berbaktilah pada kakakmu, walaupun ini sulit untukmu, tapi kita sekarang sudah tidak punya apa - apa "


" Ibu tidak perlu bicara seperti itu, disini sudah banyak pelayan, Kalian boleh tinggal disini, lagi pula aku juga butuh teman ngobrol agar tidak kesepian dirumah ini " ucap Jeni lembut.


Pak tua Moor yang melihat betapa lembutnya hati Jeni, dia sangat bersyukur, setidaknya Jeni begitu menyayangi Alvin.


" Kakek juga untuk sementara tinggal disini saja, sekalian aku ingin mengenal kalian lebih dekat, apa boleh ?" tanya Jeni pada mereka.


Pak tua Moor tersenyum " Tentu saja, aku sangat senang istri Alvin begitu pengertian, tidak seperti.... sudahlah "


Sera tahu kalau pak tua Moor sedang menyindirnya, dia hanya bisa tersenyum getir, karena kelakuannya dulu memang sangat mengecewakan.

__ADS_1


" Weis... !" teriak Jeni keras.


Weis, kepala pelayan dirumah itu dengan tergopoh-gopoh datang " Iya nyonya besar "


" Kamu siapkan kamar untuk mereka bertiga, dan jangan lupa layani mereka dengan baik ! " perintah Jeni tegas.


" Baik Nyonya !" Weis bergegas memanggil pelayan lainnya untuk menyiapkan kamar untuk Pak tua Moor, Sera dan Arisa.


" Kakek, Ibu aku permisi dulu, mau melihat Alvin " Jeni pamit dengan Sopan.


Pak tua Moor dan Sera menganggukan kepalanya, mereka berdua sangat suka dengan Jeni yang begitu lemah lembut itu.


Sementara itu di balkon kamar, Alvin terlihat sedang menatap luasnya lautan yang ada di depannya, tatapannya terlihat kosong kedepan, karena memikirkan perkataan Pak tua Moor.


Tiba - tiba System berbunyi.


[ Host belum Cek in Hari ini, apakah anda akan Cek in ?]


[ Host Melakukan Cek In Pikiran, selamat anda mendapatkan foto kenangan keluarga anda dan sebuah Hardisk Video Ayah anda, semua barang ada di brankas anda ]


Alvin mengernyitkan dahi saat mendapatkan hadiah tersebut.


Tapi kenyataannya dia memang sedang memikirkan masalah keluarganya, jadi System memberikan kenangan tersebut.


Alvin tanpa ragu langsung menghampiri Brankas nya dan langsung membukanya, benar saja disana ada sebuah Album Poto dan sebuah Hardisk.


Alvin membuka Album foto tersebut, disana terlihat Kakek dan Neneknya yang baru melahirkan Ayahnya.


Semua yang ada di Album foto tersebut berisi kenangan pertumbuhan Ayahnya bersama dengan orang tuanya, yang tidak lain Pak tua Moor.


" Jadi ini Ayahku ?" Alvin melihat Garin Dewasa yang terlihat hampir mirip dengannya.


Alvin terus membalik Album foto tersebut, terlihat juga foto pernikahan Garin dengan Sera, dan juga kenangan lainnya disana.

__ADS_1


Alvin menghela napas " Jadi dia benar ibuku ?, tapi kenapa dia sangat tega denganku ?, terus Ibu Sintia benar penculik ku saat bayi ?"


Alvin merasa hidupnya benar - benar di permainkan, selama ini dia tidak mengenal keluarga aslinya sama sekali.


Alvin hanya bisa tersenyum getir, karena ternyata semua kebahagiaan yang sedang dia rasakan malah terasa sangat hambar Sekarang.


Alvin mengambil Hardisk dan memasukan nya ke dalam laptop yang ada di kamarnya.


Alvin menunggu beberapa saat, kemudian sebuah Video menunjukkan Garin kecil, sedang bersenang - senang di sebuah kapal.


" Gilian Ayo kesini, video kan aku di atas perahu, pasti akan sangat bagus !" Garin terlihat menarik orang yang mengambil Video.


" Garin jangan, nanti Ayah dan Ibu marah !" terlihat orang yang merekam tidak mau dengan ajakan Garin.


" Sudahlah, mereka juga tidak tahu, Ayo cepat !" Garin tetap menarik orang yang merekam video tersebut.


" Tapi Garin... " perekam Video terdengar enggan dengan ajakan Garin.


Tapi Garin tetap memaksanya, merekapun merekam Video di atas perahu, Garin terlihat sangat senang, mereka pun tertawa bersama.


Hingga akhirnya tragedi pun tiba, Garin yang sedang di pinggiran Perahu akan jatuh ke laut saat ada terjangan Ombak.


" Garin ! " perekam Video menjatuhkan videonya.


Terlihat perekam Video mencoba menolong Garin yang sedang berpegangan di pembatas perahu.


Perekam Video menariknya dengan sekuat tenaga dan dia pun berhasil diselamatkan, mereka berdua terlihat menghela napas lega, tapi ketika si perekam Video berdiri dan hendak mengambil kameranya.


Ombak kembali menerjang, kali ini sangat besar dan perekam Video terseret ombak yang masuk dalam perahu, sementara Garin yang masih duduk, dia berpegangan pada pembatas perahu.


" Gilian, Gilian !!!! " Garin terlihat panik dan sangat sedih, tak berselang lama teriakan Garin terdengar orang yang dalam perahu, mereka semua terlihat panik saat mendengar Gilian terseret Ombak besar, Video tersebut pun berakhir disana.


Jelas saja Alvin terkejut dengan penemuan itu, dia kemudian langsung mengambil Album foto, dan benar saja ada potongan - potongan foto saat Garin baru di lahirkan dan saat dia pergi berlibur sebelum kejadian tersebut.

__ADS_1


__ADS_2