
Bersamaan dengan kemunculan Sera, Pak tua Moor dan Eksekutor dua, tiga sampai di Anarka menggunakan lima Jet pribadi.
Sean dan Darla tidak ingin kejadian lampau terjadi, jadi dia memutuskan untuk membawa beberapa anak buahnya juga.
Bandara Moor Internasional kota Hyaning, lima Jet pribadi turun tanpa memberikan pesan terlebih dahulu.
Sontak saja hal tersebut membuat geger para ke amanan Bandara dan beberapa Eksekutor yang bertugas menjaga Bandara karena mereka tidak ingin musuh masuk ke Chinate.
Para Eksekutor langsung memberi kabar satu sama lain, hingga mereka semua berkumpul mengepung ke lima Jet pribadi tersebut.
Krisdan Lu, tangan kanan Molina yang bertugas berjaga disana langsung memberikan kabar para pemimpin Eksekutor.
Para Eksekutor tanpa ragu menodongkan senjata ke arah pintu Jet pribadi tersebut, yang hanya bisa menggunakan katana mereka juga bersiap jika ada perintah.
Setelah menghubungi para Pemimpin Eksekutor, Krisdan langsung menghampiri anak buahnya dan berdiri paling depan.
Pintu pesawat Jet Pribadi yang ada paling depan dibuka, terlihat dua orang sepuh keluar dari pintu pesawat dengan mengangkat kedua tangannya ke atas.
" Lumayan juga penjaga disini !" Sean tersenyum tipis.
Darla menghela napas " kamu ini bukannya takut sama senjata malah senang, apa kamu tidak lihat mereka menodongkan banyak senjata pada kita ?!" gerutunya kesal karena partnernya itu memang tidak takut sama sekali sama senjata.
Sean Wu memang bisa menebak arah tembakan lawan, karena dia begitu mencintai senjata Api, jadi dia mempelajari setiap detail dari senjata itu sendiri.
" Apa tuan Besar sudah bangun ?" tanya Darla lagi.
" Kurasa tadi sudah, kita bereskan ini saja dulu agar tuan Besar tidak terkena peluru nyasar !" ucap Sean yang bersiap untuk bergerak.
" Tunggu dulu Sean !" Darla sekilas melihat orang yang dikenalnya, setelah mewaspadakan pandangannya dia mengulas sebuah senyum.
" Ternyata kamu masih hidup Krisdan !" teriak Darla keras.
Sontak saja Krisdan terkejut ketika wanita sepuh yang turun dari Jet pribadi memanggil namanya, Ia kemudian mewaspadakan pandangannya.
Mata Krisdan membelalak lebar, dia tidak percaya apa yang di lihat depan matanya, Krisdan menatap serius sekali lagi, dan benar saja walaupun wajahnya sudah sedikit menggelambir tapi itu memang tuannya dulu.
Krisdan merupakan angkatan Eksekutor dari generasi Swan, dia dulu adalah bawahan Darla, dan sekarang menjadi tangan kanan anak Darla. Jadi walaupun sudah lama, dia masih mengingat jelas suara dan wajah tuannya, karena para Eksekutor memang memiliki insting yang tajam.
" Turunkan senjata kalian semua !!" Krisdan berbicara dengan keras, dia langsung bergegas menghampiri Darla dan Sean yang sudah ada di bawah tangga.
" No..na D..arla, benarkah itu anda ?" Krisdan bertanya dengan terbata.
" Cih !, aku kira perlu memberikan pelajaran pada anak - anak ingusan itu " gerutu Sean.
__ADS_1
" A..nda...?" Krisdan terlihat berpikir sejenak, sedetik kemudian dia teringat " Tuan Sean Wu !" Krisdan langsung membungkuk hormat pada keduanya.
Sontak saja para anak buah Krisdan langsung ketakutan, mereka juga membungkuk hormat secara bersamaan.
" Kalian lama sekali Sean, Darla !" Suara parau Khas kakek - kakek terdengar.
Telinga Krisdan bagai tersengat listrik, dia tahu suara siapa itu, walau sudah tidak sejelas dulu, tapi dia masih mengenalinya.
Benar saja, seorang pria sepuh dengan berjalan menggunakan tongkat keluar dari Jet pribadi.
" Bruug
" Semuanya Hormat pada tuan besar ! " Krisdan langsung berlutut, sambil tidak kuasa menahan tangisnya, orang yang selama ini mereka cari ternyata masih hidup.
Sean dan Darla hanya membungkuk hormat saja, Para pengawal yang ada di jet lain juga sudah berkumpul dan membungkuk hormat menyambut Pak tua Moor.
" Bruug
Suara gemuruh lutut yang menghujam tanah terdengar, walaupun kebanyakan dari mereka Eksekutor baru, tapi melihat pimpinannya berlutut, tentu saja mereka ikut berlutut.
" Krisdan bangun dan siapkan Mobil " ucap Darla memberikan perintah.
" Tuan Sean akan kemari Nona Lu, dia juga nanti membawa rombongan, lebih baik kita menunggu di VIP Bandara saja " Jawab Krisdan memberikan saran.
" Tuk
" Aduhh
Sean mengduh ketika Pak tua Moor memukul kepalanya dengan tongkat yang dia bawa.
" Berhentilah seperti anak kecil, kalian sudah beruban dan Swan juga masih saudara kamu " ucap pak tua Moor sambil berjalan.
" Maaf tuan Besar " jawab Sean tak berdaya.
" Apa kamu pemimpin disini ?" tanya Pak tua Moor pada Krisdan.
" Be..benar tuan Besar !" jawabnya gugup.
" Nomor berapa kamu ?" tanya pak tua Moor lagi.
" Saya hanya tangan kanan Nomor tiga tuan Besar, Pemimpin saya anak Nona Darla " jawabnya bangga.
Tentu saja Darla terkejut, bagaimana mungkin jika anak yang dulunya pemalu, penakut dan tidak bisa bertarung sama sekali memimpin kelompok tiga.
__ADS_1
" Molina sekarang menjadi pemimpin ?, Krisdan apa kamu serius ?" tanya Darla penasaran.
" Benar Nona Lu, Nona Molina Sekarang menjadi pemimpin Eksekutor tiga, setelah anda menghilang kepribadiannya berubah total dan dia di angkat oleh tuan Swan langsung " jawabnya yakin.
" Sudah, sudah bahas itunya nanti saja, apa kalian tidak kasihan pria sepuh ini berdiri terlalu lama " ucap Pak tua Moor di selah percakapan mereka, membuat keduanya tidak tahu harus berkata apa.
Krisdanpun langsung membawa pak tua Moor dan yang lainnya ke tempat VIP Bandara sambil menunggu Swan.
Di sana Pak tua Moor dilayani sangat baik, Krisdan rela berdiri di depan pintu terus, karena dia ingin melayani pak tua Moor secara langsung tanpa bantuan anak buahnya.
Setengah jam kemudian, Swan dan rombongannya tiba di bandara, dia langsung menghampiri Eksekutor yang berjaga.
" Tuan Swan !" penjaga tersebut membungkuk hormat.
" Siapa mereka yang datang ?" Swan melihat ke arah Jet Pribadi.
" Tuan Swan, tuan Krisdan bilang suruh anda ke ruang VIP saja dan jangan beritahu siapa yang datang pada anda " ucapnya ketakutan.
Swan menghela napas " Baiklah, Glard kamu ikut Ayah, yang lainnya berjaga disini !"
" Baik tuan ! " jawab mereka serempak.
Swan langsung bergegas ke ruang VIP Bandara bersama Glard , karena dia ingin melihat siapa yang datang.
Sepanjang perjalanan setiap Eksekutor yang melihatnya membungkuk hormat padanya, karena mereka semua tahu siapa Swan berada.
Saat dia sampai di ruang VIP, Swan melihat Krisdan yang sedang berjaga di depan pintu dengan wajah berseri-seri.
Swan menghampirinya bertanya " Apa kamu kerasukan Jin ?" tanyanya langsung, membuat Krisdan terkejut.
" Tu..tuan Swan maaf, saya tidak melihat anda !" ucapnya langsung membungkuk hormat.
" Siapa yang datang kemari ?" tanya Swan penasaran.
Bukannya menjawab Krisdan malah tersenyum " siapkan jantung anda jangan sampai berhenti berdetak "
Swan mengerutkan keningnya, dia menatap aneh Krisdan yang malah mengajak bercanda dengannya.
" Tuan, tuan Swan sudah datang !" Krisdan sengaja tidak memanggil nama tuan besar ataupun Darla dan Sean. Karena dia ingin membuat Swan terkejut.
Swan yang memanggil orang di dalam dengan sebutan tuan dia merasa ada yang aneh dengan Krisdan Hari ini.
" Masuklah " Suara khas tersebut langsung menyeruak masuk kedalam telinga Swan, sehingga membuat dirinya langsung tertegun ditempatnya.
__ADS_1