
"Eh, eh, lihat deh." suara Grace tiba-tiba mengusik suasana tenang dikampus, sambil dirinya memperlihatkan handphonenya.
"Apanya?" tanya Lena, Anisa, Rosi dan Emi mendekatinya karena penasaran.
"Video Anisa yang ditembak anak sultan itu viral, loh... " tawa Grace senang.
"Wah... Beneran... Banyak viewersnya." takjub Lena, Rosi dan Emi.
"Aaakh... Kenapa kamu memvideonya?" teriak Anisa marah. Dia berusaha mengambil handphone Grace, tapi kalah gesit dari Grace.
"Hapus itu!" teriak Anisa garang. Dikejarnya Grace.
"Buat apa? Percuma aja. Banyak orang dikampus ini yang memvideo kamu. Bukan cuma aku aja." ucap Grace sambil berlari menghindari kejaran Anisa. Lena geleng-geleng kepala melihat mereka.
"Siapapun tolong hentikan mereka." ucap Lena.
Tak ada sahutan, karena Rosi dan Emi asyik menonton video Anisa yang viral, karena kemarin mereka tak melihatnya secara langsung. Tentu saja langsung viral, habisnya ada Ardan. Si tampan anak orang kaya yang digandrungi banyak wanita. Dan pastinya, bikin patah hati massal semua wanita.
...***...
"Kenapa nggak kamu banting dia aja lagi?" tanya Rosi pada Anisa.
"Ih... Rosi." tegur Emi.
"Pengennya juga begitu. Tapi, aku takut masalahnya semakin bertambah lagi." ucap Anisa sambil mengipasi dirinya. Dia dan Grace ikut duduk bersama Lena, Rosi dan Emi dibangku taman kampus karena kecapekan lari.
"Emang benar, sih. Kak Ardan kan emang lain dari yang lain." batin Lena, mengingat kelakuan Ardan yang suka seenaknya.
Entah kenapa, Grace tiba-tiba terlihat kaget setelah melihat seseorang yang dikenalnya dari kejauhan.
"Maaf, ya. Aku pergi dulu." ucap Grace meninggalkan teman-temannya dengan wajah yang terlihat sedih.
"Kenapa dia?" tanya Lena bingung.
"Pasti masalah mantannya itu lagi." sahut Rosi.
"Memangnya kenapa dengan mantannya?" tanya Lena kaget. Anisa dan Emi jadi ikut-ikutan kaget juga mendengarnya.
__ADS_1
"Loh, kalian belum dengar, ya? Sehabis putus dari Grace, mantannya itu langsung bertunangan dengan cewek satu jurusan sama mantannya Grace." ucap Rosi.
"Apa? Beneran? Aku baru dengar. Grace pasti sedih banget." ucap Lena kasihan. Anisa jadi kasihan juga, dia jadi menyesal sudah marah-marah sama Grace tadi.
"Hiks... Kasihan Grace..." Emi malah menangis. Dasar Emi... kenapa kamu mudah sekali baperan.
...***...
"Nggak mungkin, nggak mungkin. Aku pasti salah lihat. Rumor itu pasti nggak benar kan?" batin Grace kalut. Dia berjalan cepat mengikuti sosok mantannya yang bersama seorang perempuan. Dia berhenti dan langsung bersembunyi disisi gedung, ketika orang yang diikutinya juga berhenti.
Dari tempat persembunyiannya, Grace memperhatikan mereka dengan perasaan yang berkecamuk.
"Rumor tentang kamu yang sudah bertunangan itu bohong kan? Itu nggak benar kan?" batin Grace pada dirinya sendiri.
"Kenapa dengan mudahnya kamu berpaling pada perempuan lain setelah putus denganku." batin Grace lagi.
Hati Grace makin memanas melihat mantannya akrab dengan perempuan itu. Tiba-tiba si perempuan memeluk mantannya.
KRAK!
Hancur sudah... Hancur sudah hatiku.
Tapi, setelah aku mulai benar-benar menyukainya kenapa dia malah memutuskanku? Karena tak direstui ibunya? Dan malah langsung tunangan dengan perempuan itu? Memang aku yang salah. Kupikir dia akan baik-baik saja, kalau aku bersikap biasa-biasa saja padanya
Sepertinya, aku sudah kena karma. Karena selama ini, aku suka mengejek Lena dengan cintanya yang kolot itu. Sekarang, aku juga jadi sama seperti dia...
Grace terduduk lemas ditanah. Wajahnya terlihat ingin menangis, tapi suara seseorang mengagetkannya.
"Ngapain masih suka sama orang plin-plan gitu?"
"Aaakh... Bandi?" teriak Grace sambil memegang dadanya karena kaget. Melihat Bandi sudah berjongkok disampingnya. Grace tak jadi menangis karenanya.
"Kenapa kamu ada disini?" kesal Grace.
"Aku penasaran sama apa yang kamu lihat sampai mau nangis gitu. Kirain siapa, ternyata mantanmu, ya?" ucap Bandi sambil senyum-senyum.
"Pergi sana, jangan ganggu aku." marah Grace. Bukannya pergi, Bandi malah tetap berjongkok disampingnya.
__ADS_1
"Buat apa berharap pada cinta yang tak direstui, yang ada hati jadi sakit dan menderita." ucap Bandi sambil tersenyum misterius.
"Kenapa dia bisa tahu?" batin Grace takut-takut, matanya sampai berkedip-kedip saking kagetnya.
"Tentu saja aku tahu, semua terlihat jelas diwajahmu." ucap Bandi tersenyum sambil menunjuk wajah Grace.
"Kamu peramal, ya?" kaget Grace. Ternyata Bandi tahu apa yang dipikirkannya.
"Peramal? Bukan tuh... " Bandi cekikikan. Semua orang dikampus tahu kalau Bandi itu orangnya narsis dan suka cari perhatian, tapi terkadang juga bisa bersikap sangat misterius. Sebenarnya Bandi juga termasuk tampan, tapi karena sikapnya yang bisa berubah-ubah layaknya bunglon itu, orang-orang jadi segan mendekatinya.
"Tapi, tadi apa maksudmu Doni plin-plan?" tanya Grace, dari wajahnya terlihat kalau dirinya masih berharap pada mantannya.
"Ah, itu... " Bandi tidak melanjutkan kalimatnya. Dia terdiam sambil mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Kamu itu orang yang baik. Jangan sampai gara-gara cinta yang tak bisa dipertahankan kamu jadi berubah." ucap Bandi melirik Grace.
"Hah, maksudnya? Apaan sih?"
"Aku pergi dulu. Dah... Sampai ketemu lagi... Anggunita Ramadhani." ucap Bandi sambil menyelonong pergi.
"Hah? Kok dia bisa tahu nama asliku?" batin Grace bingung.
"Tunggu... Kenapa main pergi aja sih?" kesal Grace.
"Kenapa kamu bisa tahu?" teriak Grace, tapi Bandi sudah pergi jauh.
"Oh iya... Pantas saja... " Grace teringat sesuatu.
"Anak jurusan psikolog memang hebat, ya. Keren... " seru Grace takjub.
Bukan begitu, Grace...
Bandi kita ini, salah satu keluarganya adalah dokter, yaitu kakak perempuannya. Kakaknya Bandi bekerja dipuskesmas yang berada dekat dengan daerah tempat Grace tinggal. Grace memiliki seorang adik perempuan yang sering sakit-sakitan. Dan puskesmas tempat kakak Bandilah tempat langganan mereka berobat.
Waktu itu, saat Bandi main ke puskesmas untuk menemui kakaknya, kebetulan yang tak disengaja Grace dan ibunya mengantar adiknya yang sakit berobat kesana. Bandi yang bersembunyi diruangan lain, tak sengaja melihat sisi lain Grace yang penyayang dan perhatian pada adiknya.
Padahal, selama yang orang-orang kampus tahu Grace itu orangnya sangat usil. Tapi, tak begitu bagi Bandi, si anak psikolog yang bisa menilai tingkah laku seseorang dari yang dia pelajari selama ini. Dia selalu melihat Grace yang ceria dan suka usil pada teman-temannya. Padahal dibalik itu semua, tersimpan rasa kesedihan mendalam yang bersembunyi dibalik sosok Grace yang usil itu. Semenjak saat itulah, Bandi jadi mulai tertarik pada Grace dan mulai mencari tahu tentang dirinya.
__ADS_1
Sementara itu, Bandi, sehabis dari menghampiri Grace tadi, dia berjalan santai dengan bersiul-siul senang. Tak dihiraukannya orang-orang yang menatapnya dengan heran kearahnya.
Hm... Sepertinya satu kapal akan berlabuh lagi.