Tak Seindah Puisi Cintanya

Tak Seindah Puisi Cintanya
Ngerumpi terooos


__ADS_3

"Haaa...? Lena menyimpan puisi itu yang bahkan bukan buatan cinta pertamanya?" tanya Bandi kagum terheran-heran.


"Iya, makanya konyol banget kan? Huahaha... " sahut Grace tertawa.


"Hatsyiii...!" di suatu tempat Lena bersin.


"Hm... tunggu sebentar. Kalau nggak salah, rasanya kami nggak pernah cerita soal puisi itu sama Kak Bram, ya? Yah... kemungkinan Lena sudah memberitahukannya. Lagipula puisi kayak gitu nggak akan bikin masalah juga kan?" batin Grace berpikir.


"Maaf ya, menunggu lama. Silahkan dinikmati ya, Anggun." ucap Amira yang sudah datang membawa nampan berisi minuman dan kue untuk mereka.


"Asyik... makasih ya, kak." ucap Grace senang.


"Kedengarannya asyik banget. Lagi ngobrolin apa?" tanya Amira ikut nimbrung.


"Biasa, kak. Ngerumpi aja kok." sahut Grace sambil asyik menikmati hidangan didepannya.


"Oh... " sahut Amira apa adanya.

__ADS_1


"Anggun, temanmu Lena, sebaiknya kamu tegur jangan terlalu dekat dengan laki-laki. Apalagi yang namanya Ihsan. Soalnya kadang aku suka melihat mereka ngobrol terlalu akrab saat mata kuliah sudah selesai." ucap Bandi tiba-tiba.


"Kenapa? Ihsan kan satu jurusan dengan Lena, wajar aja kan kalau mereka bisa dekat." ucap Grace agak bingung.


"Nggak, kelihatannya ada yang aneh. Kamu tahu kan kalau selama ini orang percaya kalau makan udang sehabis makan jeruk itu nggak boleh karena bisa menyebabkan keracunan, padahal itu cuma mitos saja kan. Begitu juga dengan Lena dan Ihsan. Kalau mereka terlalu akrab, akan membuat kesalahpahaman orang-orang walaupun mereka cuma akrab sebagai teman. Tapi pemikiran orang yang melihatnya bisa jadi berbeda kan?" ucap Bandi panjang lebar.


"Aku dulu sempat percaya kalau udang dan jeruk nggak boleh di makan bareng. Tapi, apa hubungannya mereka sama udang dan jeruk? Walaupun kata-katamu membingungkan, tapi ada benarnya juga sih." Grace jadi kepikiran dengan kata-kata Bandi.


"Mereka ini lagi membicarakan orang atau kesehatan, ya?" batin Amira yang hanya diam mendengarkan mereka.


"Tapi, kayaknya bakalan sulit deh kalau menegur Lena. Kalau menurutnya orang itu baik, Lena pasti akan menganggapnya baik. Kalau kita menasehatinya tanpa alasan yang benar-benar jelas, dia pasti tak kan mau mendengarkan. Soalnya Lena itu sifatnya keras kepala, emosian, moodian. Dia pernah galau berhari-hari cuma gara-gara karakter anime kesayangannya mati. Lucu juga temanku itu." ucap Grace sambil geleng-geleng kepala.


"Terus, kalau makin kita lawan malah jadi makin baperan, ujung-ujungnya suka nangis. Itu gara-gara dia di manja banget sama orangtuanya. Jadinya susah ngejelasin sama dia. Apalagi sekarang dia lagi hamil. Haduh..." ucap Grace sambil menghela nafas.


"Hatsyiii..." di suatu tempat Lena bersin.


"Ya... pelan-pelan aja menegurnya, jangan sampai dia salah paham. Kalau dia terlalu dekat dengan pria lain, takutnya akan ada masalah. Apalagi suaminya itu kelihatannya gampang emosian." ucap Bandi.

__ADS_1


"Hah? Masa sih? Menurutku Kak Bram nggak gitu. Orangnya baik, perhatian, terus sayang banget lagi sama Lena." bantah Grace tak percaya.


"Ya... siapa tahu. Kita kan nggak bisa mengetahui isi hati seseorang." ucap Bandi sambil melirik kucing peliharaannya yang lewat.


"Kamu bisa tuh." batin Grace menimpali.


"Sebelum terlambat, akan sangat berbahaya kalau terlanjur terjebak di tengah badai yang bergejolak kalau kita tak segera menghindar dari sana secepatnya." ucap Bandi lagi.


"Akan kuusahakan deh. Tapi, gimana kamu bisa tahu kalau Lena sama Ihsan itu akrab? Kami temannya aja nggak tahu." ucap Grace penasaran.


"Ya... aku cuma kebetulan keluyuran dekat ruangan mereka, jadi nggak sengaja lihat." sahut Bandi santai.


"Keluyuran katanya? Sebenarnya dia kalau selesai kelas pergi kemana aja sih? Kayaknya keluyuran adalah jalan ninjanya atau lebih tepatnya penguntit, ya?" batin Grace heran.


Sementara Amira masih diam saja sambil senyam-senyum mendengarkan mereka.


Begitulah, obrolan mereka masih berlanjut. Walaupun obrolannya agak aneh dan terkadang nggak jelas (gara-gara Bandi), tapi masih bisa nyambung dan cocok saja.

__ADS_1


Kadang-kadang Grace sampai lupa waktu kalau ngobrol terus bareng Bandi dan jadi lupa untuk pulang, apalagi kalau disuguhi makanan dan minuman. Sudah deh, ngerumpi terooos...


__ADS_2