Tak Seindah Puisi Cintanya

Tak Seindah Puisi Cintanya
Ngerujak Bareng


__ADS_3

"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam. Akhirnya kalian datang juga." sahut Pak Hadi dan Bu Mila menyambut Lena, Bram dan teman-temannya Lena yang berkunjung ke rumah mereka. Lena dan Bram salim pada mereka.


"Aduduh... Bagaimana keadaan cucu kami hari ini?" tanya Bu Mila, mengelus-elus perut Lena.


"Kata dokter keadaannya baik, bu. Aku dan kakak selalu memeriksa keadaannya." sahut Lena senang.


"Bapak... Ibu... " sapa Grace dan Anisa sopan. Lalu salim pada orangtuanya Lena diikuti Rosi dan Emi juga.


"Sudah lama ya kalian nggak datang kesini lagi." ucap Bu Mila.


"Iya, bu. Sudah lama banget ya." sahut Grace.


"Akhir-akhir ini kami jadi sering sibuk, bu." ucap Anisa juga.


"Begitulah, nak. Semakin dewasa maka akan semakin banyak kesibukan." celetuk Pak Hadi tersenyum.


"Wah... Mangganya banyak banget buahnya." ucap Emi takjub melihat pohon mangga di halaman yang buahnya bergelantungan banyak dan terlihat menggiurkan.


"Ya sudah, ayo duduk, duduk. Ibu sudah menyiapkan semuanya sebelum kalian datang tadi." ucap Bu Mila mempersilahkan teman-temannya Lena duduk lesehan di teras rumah mereka.

__ADS_1


"Seharusnya ibu nggak usah repot-repot." ucap Anisa.


"Aduh... Lena, Lena. Anak ini..." ucap Bu Mila geleng-geleng kepala melihat anaknya yang sudah duduk duluan dan memakan rujak mangga muda yang sudah disiapkan olehnya dari tadi.


Bram memasang wajah merinding dan ngilu melihat Lena yang memakan mangga muda itu dengan lahapnya.


Sebelum mereka datang berkunjung kesini, Lena membuat janji dengan teman-temannya untuk ngerujak di rumah orangtuanya karena ibunya memberitahukannya kalau pohon mangga di rumah mereka sudah berbuah. Teman-temannya tentu saja tak mau melewatkan kesempatan itu. Dan disinilah mereka sekarang, ngerujak bersama-sama.


"Kakak, cobain deh." ucap Lena tiba-tiba menyodorkan potongan kecil mangga muda pada Bram yang dari tadi hanya melihat mereka ngerujak saja.


"Eh? Ng-nggak usah." tolak Bram panik.


"Ayolah, kak. Kumohon... " bujuk Lena dengan wajah memelas.


Baru sekali gigit, Bram langsung memasang wajah kecut karena tak tahan dengan rasa asam mangga.


"Ahahaha... " Lena tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Bram yang lucu. Yang lain juga ikut menertawakannya.


"Rosi, kamu nggak ikut ngerujak juga?" tanya Emi menyodorkan sepiring rujak pada Rosi.


"Nggak. Kamu kan juga tahu kalau perutku suka bermasalah." tolak Rosi langsung tegas karena tak mau bernasib sama dengan Bram. Emi terlihat sedikit kecewa.

__ADS_1


"Heran, deh. Bagaimana mereka bisa memakan mangga itu dengan begitu mudahnya?" batin Bram dan Rosi takjub sekaligus bergidik melihat Lena, Grace, Anisa dan Emi yang asyik ngerujak.


"Sedang ada apa nih rame-rame begini?" tanya seseorang tiba-tiba. Ternyata suara itu dari Bu Raisa yang sedang berjalan ke depan pagar bersama anaknya, Maya.


"Oh, Bu Raisa. Sini, bu. Kita ngerujak bareng." ajak Bu Mila ramah.


"Boleh tuh, kebetulan di pasar tadi saya beli jambu air dan kedondong. Maya, ambil buahnya, ya." suruh Bu Raisa.


"Oke, bu." sahut Maya, menyeberang lagi masuk ke rumah mereka.


"Hore...!" seru Lena, Grace, Anisa dan Emi kegirangan.


"Buahnya sudah datang..." ucap Maya yang sudah datang bersama Angga membawa sekantong besar plastik berisi buah-buahan yang di beli ibu mereka.


"Let's kita ngerujak together." celetuk Angga tersenyum lebar.


Merekapun melanjutkan merujak mereka lagi kecuali Bram dan Rosi pastinya. Dan saat buahnya sudah habis, Bram, Rosi dan Angga akan membantu memetik buah mangga di pohon menggunakan galah dan tangga.


Acara ngerujakpun selesai, teman-temannya Lena pulang dengan membawa sekantong plastik mangga muda untuk di bawa pulang, bahkan Rosi juga di beri walaupun awalnya dia menolak.


Malamnya, Lena dan Bram langsung menginap di rumah orangtuanya Lena.

__ADS_1


Bram baru selesai teleponan dengan seseorang membahas tentang urusan bisnis, berjalan kembali ke kamar. Saat membuka pintu kamar, Bram seketika terdiam.


Di dalam kamar, Lena yang sedang duduk di tepi tempat tidur menatap keluar jendela sana, melihat rumahnya Sultan sambil memegangi perutnya, sampai tak sadar kalau Bram sudah kembali ke kamar.


__ADS_2