Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 10


__ADS_3

2 Hari Kemudian.....


Hari kepergian Gerrald dan yang lain ke Finlandia~


Di perjalanan menuju rumah keluarga Gabriel.


Graceva dan kedua orang tuanya nampak tidak ada perbincangan, mereka diam.


"Sayang" Suara Wilson memecah keheningan.


"Ya Pah" Jawab Graceva melirik sang Papah dari spion tengah mobilnya.


"Sudah kau pastikan tidak ada yang tertinggal kan? " Tanya Wilson.


"Kamu baik baik ya di sana patuhi semua peraturan yang ada di sana" Peringatnya.


"Tidak ada, Baik Pah" Jawab Graceva tersenyum manis.


Sesampainya di rumah keluarga Gabriel mereka melihat semua orang sudah menunggu kedatangan mereka, Dion dan Ecxel pun nampak sudah ada di sana.


"Hey Bro" Sambut Gerrald, Rio dan Alex bersamaan.


Mereka tos lalu berpelukan ala anak muda.


Graceva menciumi punggung tangan semua orang tua di sana.


"Sudah makan? " Tanya Guwen ramah mengelus puncak kepala Graceva.


"Sudah Bibi" Jawab Graceva cepat.


Ecxel tampak kegirangan, ia senang dua minggu ke depan ia bisa bebas.


Sedangkan Giorgio dan Dion bergeming.


"Baik semuanya sudah siap, mari ke bandara, pesawat sudah siap" Ucap Gerrald menginfokan.


Semua orang mengangguk.


"Giorgio ingat pesanku dan ku berharap kau tidak mengecewakanku" Ucap Gerrald menatap putranya penuh mohon.


Giorgio mengangguk.


"Kalian berangkat sekolahnya naik mobil saja ya agar bisa terus bersama" Titah Guwen.


Giorgio mengangguk patuh.


Setelah kepergian kedua orang tua mereka ke bandara.


Giorgio Dion dan Ecxel mengantarkan Graceva ke kamar yang akan Graceva tempati dua minggu ke depan.


Sedangkan Geofany dan Gerraldine pergi setelah kepergian para orang tua.


Hari ini Geofany harus berangkat pagi pagi sekali karna ada mata kuliah yang cukup pagi hari ini.


"Masuk bereskan barang barangmu dan masukan ke dalam lemari, lalu kembali keluar ku tunggu di ruang keluarga" Perintah Giorgio pada Graceva.


Giorgio menatap tajam saat melihat ketiga orang di hadapannya nampak bergeming.


Dion Ecxel dan Graceva segera menjalankan titah dari Giorgio, saat melihat tatapan tajam Giorgio yang seperti hendak menelan orang hidup hidup.

__ADS_1


Giorgio mengajak ketiga orang yang sementara tinggal di rumahnya itu, ke garasi bawah tanah.


Lagi lagi Graceva dibuat terkejut saat melihat banyak mobil mewah berbagai jenis berjajar rapih di ruangan yang cukup besar di hadapannya.


Seorang pelayan yang bertugas menjaga mobil di sana, mendekat ke arah Giorgio dan yang lainnya.


"Mau pakai mobil yang mana tuan muda? " Tanya pelayan itu membungkukkan setengah tubuhnya.


"Honda Civic" Jawab Giorgio cepat.


Pelayanan itu menyerahkan kunci mobil yang di minta tuan mudanya.


"Butuh supir tuan muda? " Tanya pelayan itu lagi.


"Tidak" Jawab Giorgio mengibaskan tangannya.


"Permisi tuan muda, Nona" Pamit pelayan itu membungkukkan setengah tubuhnya lalu melenggang pergi.


Giorgio mendekati mobil yang diberikan sang ayah sebagai hadiah ulang tahun yang ke 17 (tujuh belas).


"Graceva sayang, sini duduk samping ku" Seloroh Ecxel menepuk kursi kosong di sebelahnya.


"Terus aku duduk dimana? " Tanya Dion menatap Ecxel kesal.


"Duduk di depan di samping Gio" Jawab Ecxel tersenyum meledek.


"Tidak" Jawab Dion menaikan nada suaranya.


Ia tak suka jika duduk di depan.


"Berisik" Pekik Giorgio kencang yang melihat kedua saudaranya selalu membuatnya pusing.


Tanpa berkata apapun, Graceva masuk dan duduk di samping Giorgio.


Ecxel mengerucutkan bibir, yang melihat Graceva lebih memilih duduk di samping kulkas berjalan.


Giorgio melajukan mobilnya dengan kecepatan rata rata.


Lima Belas Menit Kemudian...


Giorgio menghentikan mobilnya di depan lobi sekolah untuk meminta Geraceva dan kedua saudaranya turun.


"Turun" Ucap Giorgio tegas menatap Graceva yang tak kunjung turun.


Graceva takut dengan tatapan Ecxel padanya, bukannya kepedean tetapi ia melihat jelas bagaimana sifat salah satu saudara pria di sampingnya.


"Maaf kak aku ingin ikut denganmu memarkirkan mobil" Jawab Graceva merunduk malu.


Giorgio kembali melajukan mobilnya menuju parkiran lalu memarkirkan mobilnya di sana.


Giorgio dan Graceva turun lalu berjalan bersama memasuki lingkungan sekolah.


Semua siswa melihat dengan tatapan selidik.


"Ada hubungan apa Giorgio dengan gadis itu? "


Sayup sayup mereka mendengar banyak siswa membicarakan mereka.


Dion dan Ecxel berjalan beriringan dengan Giorgio dan Graceva.

__ADS_1


Jadi saat ini mereka nampak berjalan beriringan.


"Nanti tunggu kami di parkiran" Ucap Giorgio saat mereka tiba di depan kelas Graceva.


"Iya"


"Graceva kamu di antar dengan ketua OSIS? " Tanya Andini yang melihat temannya itu di antar Giorgio.


"Kamu tengah dekat dengan salah satu di antara mereka? " Tanya Nadiya kepo.


Graceva tidak menjawab pertanyaan kedua sahabatnya, ia tersenyum kaku.


Sesampainya di kelas, Giorgio langsung mendudukkan pantatnya di kursi yang biasa ia duduki.


Kegiatan belajar pun berjalan seperti biasa..


KRINGGG... KRINGGG... KRINGGG...


Waktu pulang sekolah tiba.


"Nih" Ucap Giorgio melempar kunci mobil pada Ecxel.


"Mau kemana" Teriak Ecxel saat Giorgio melenggang pergi meninggalkannya dengan Dion.


Giorgio pergi ke kantin untuk mencari minuman untuk membasahi tenggorokannya.


"Kenapa cuma beli satu sih" Gerutu Ecxel yang melihat Giorgio membawa satu botol air mineral berjalan kearahnya.


Giorgio melengos masuk ke dalam mobil lalu duduk di kursi belakang.


Giorgio, Dion dan Ecxel menunggu Graceva yang tak kunjung terlihat batang hidungnya.


"Dimana sih gadis itu? " Gerutu Ecxel yang mulai lelah menunggu Graceva yang tak kunjung datang.


<<<<>>>>


Dimana Graceva sebenarnya❓


Hai semuanya!


Maaf ya jika ada salah dalam penulisan atau gaya bahasa penyampaian dalam novel ini πŸ™πŸ™ Maklum pemula 😁😁


Bantu supportnya ya semua!


Tinggalkan...


Like


Komentar


Favorit


Vote


Terimakasih banyak semua πŸ™πŸ™


Author sayang kalian πŸ€—πŸ€—


<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2