
...Bab 40...
Happy Reading πΉπΉπΉπΉπΉ
6 bulan berlalu
Pesta kelulusan sekolah Giorgio, Dion dan Ecxel tiba, satu persatu guru dan para sahabat memberi ucapan atas kelulusan mereka, begitu pula dengan Guwen dan Graceva turut mengucapkan selamat pada Giorgio, setelah usai dengan pesta kelulusan Giorgio, mereka pergi ke sekolah Gerraldine, sebab gadis itu juga saat ini sedang merayakan pesta kelulusannya.
Geofany yang duduk di sebuah kursi samping sang ayah, matanya tertuju pada pintu masuk aula tempat dimana pesta kelulusan itu di selenggarakan terbuka, matanya menangkap tiga orang yang sangat ia kenal sedang berjalan masuk ke dalam aula dan melangkahkan kaki menuju ke arahnya.
Geofany berdiri dari duduknya, menyambut ketiga orang dari bagian keluarganya dan mempersilahkan ketiga orang yang adalah Guwen bundanya, Giorgio adiknya dan Graceva adik iparnya duduk di kursi kosong sampingnya, Gerrald yang sedari tadi asik memusatkan pandangannya pada panggung besar di hadapannya, menoleh pada tiga orang yang duduk di kursi samping putri sulungnya.
Gerrald tersenyum lalu berdiri dan berjalan mendekati tiga orang itu, tangannya terulur ke hadapan Giorgio seraya menarik tubuh Giorgio masuk ke dalam pelukannya, tangannya mengusap usap punggung Giorgio.
"Selamat atas kelulusan son"
Setelah memberikan ucapan selamat, Gerrald melepaskan pelukan dari Giorgio, pandangannya beralih pada Graceva, tangannya terulur untuk mengelus lembut rambut Graceva, Graceva tersenyum menanggapinya, Gerrald beralih pada Guwen lalu mencuri ciuman di bibir Guwen, kemudian kembali mendudukkan tubuhnya di kursi yang sebelumnya ia duduki, dan kembali memusatkan pandangan ke panggung besar di hadapannya, dan pesta kelulusan akan di mulai.
Beruntunglah pesta kelulusan Giorgio dan Gerraldine di gelar di waktu yang berbeda, meski di hari yang bersamaan, semua orang nampak hening dan fokus mendengar dan menyaksikan serangkaian acara demi acara kelulusan di sekolah tersebut.
__ADS_1
30 menit berselang...
"Kepada orang tua siswa terbaik di mohon berdiri ketika nama putra atau putrinya di sebutkan"
Seorang pemandu acara berucap, seisi ruangan luas nan megah itu, menerka nerka, siapa yang akan keluar sebagai lulusan terbaik.
"Lulusan terbaik Sekolah Menengah Pertama xx, tahun 2022,Gerraldine Alexander Gabriel, NEM 3,95 putri dari Bapak Gerrald Alexander Gabriel, dan Ibu Guwencia Amarta Yunior"
Ucap pemandu acara lagi dengan lantang, Gerrald dan Guwen berdiri dengan bangga, Gerraldine yang namanya di panggil pun berdiri dan berjalan menaiki panggung menghampiri kepala sekolah dan mencium punggung tangannya.
Suara riuh tepuk tangan menggema di ruangan tersebut menghantarkan Gerraldine yang berjalan menaiki panggung, Gerraldine memberikan sedikit kata sambutan, kemudian kembali duduk di tempatnya.
Gerrald, Guwen dan yang lainnya bergantian memberikan ucapan selamat atas kelulusan gadis itu, di tambah gadis itu lulus sebagai siswa terbaik, Gerraldine pun mengucapkan selamat atas kelulusan sang kakak.
Setelah merasa seluruh acaranya selesai, mereka segera pergi dan kembali ke rumah, rencananya malam ini mereka akan mengadakan perayaan kecil kecilan dengan membuat tumpeng dan bakar - bakar yang akan di nikmati bersama dengan para pekerja di rumah.
Kedatangan mereka langsung di sambut oleh Dona, kepala pelayan di rumah itu, dan segera mempersilahkan Gerrald dan yang lainnya masuk.
"Tuan, ada Tuan Wilson dan Nyonya Gracia"
__ADS_1
Lapor Dona, menginformasikan jika besan atasannya datang berkunjung, Dona memandu Gerrald dan yang lainnya ke ruang tamu, dimana Tuan Wilson dan Nyonya Gracia berada, Graceva berlari dan menghambur ke pelukan sang Mamah.
Graceva sangat merindukan kedua orang tuanya, hampir 1 (Satu) bulan lamanya dari pertemuannya dan sang Mamah, pelukan itu sangatlah eraterat seakan menyalurkan semua rasa kerinduan melalui pelukan tersebut.
"Bagaimana keadaanmu sayang? "
Gracia menangkup kedua tangannya di pipi Graceva, tak lupa menciumi wajah Graceva, tak ada satu jengkal pun yang terlewatkan kecuali bibir tentunya, jika Graceva menghampiri kedua orang tuanya, berbeda dengan Giorgio, pria itu melenggang pergi menaiki tangga ke lantai atas dan memilih masuk kamar dan segera membersihkan diri.
Giorgio tidak ikut menemui kedua mertuanya dan memilih masuk kamar, bukan berarti tidak menghargai mertuanya, tetapi ia hanya merasa sungkan dan pasti akan terjadi suasana canggung nantinya.
Guwen yang melihat Giorgio pergi ke atas, hanya menggelengkan kepala melihat tingkah putranya, ia tak ingin ambil pusing dengan tingkah putranya itu, ia lebih memilih duduk di sofa yang berhadapan dengan besannya, dan di sana sudah ada Gerrald yang duduk dengan gagah, Geofany dan Gerraldine turut duduk di samping kedua orang tuanya menghadap pada Tuan Wilson dan Nyonya Gracia, mereka berbincang bincang hangat dengan penuh canda tawa.
Wilson menyayangkan sikap Giorgio yang menurutnya sangat acuh, namun ia masih dapat bernafas lega, sebab putrinya dapat di terima dengan baik di keluarga ini, masalah sikap acuh Giorgio, namun ia percaya pria itu hanyalah butuh waktu.
Giorgio menghempaskan tubuhnya ke atas kasur setelah usai membersihkan tubuhnya, ia menatap langit - langit kamar, ia berpikir akan menemui mertuanya atau tidak, tetapi dia juga bingung, jika ia menemui mertuanya akan berbicara apa, dan jika dia tidak menemui mertuanya, apa yang akan di pikirkan oleh mertuanya.
Setelah berperang batin, akhirnya ia memutuskan untuk menemui mertuanya, ia menuruni anak tangga dan berjalan masuk ke ruang tamu lalu duduk di sofa single tak jauh dari posisi duduk Graceva, membuat semua orang menoleh.
Graceva tersenyum dan berpindah duduk semakin dekat dengan Giorgio, bola mata indahnya menatap lekat manik elang Giorgio yang juga tengah menatapnya, ia senang perlahan lahan Giorgio sudah mulai bisa menerima keberadaan orang tuanya, Giorgio yang sadar jika Graceva tengah menatapnya, segara menajamkan matanya hal itu membuat Graceva segera menundukkan kepala.
__ADS_1
"Kau apa kabar Giorgio? "