
Gerrald beserta anak menantunya masuk kedalam ruang pertemuan, yang tampak sudah dipenuhi oleh banyak orang, di dampingi Bengamin dan Ricard, mata Graceva mengedar keseluruh penjuru ruangan tersebut, keningnya mengernyit melihat 1 (Satu) monitor besar di tengah - tengah ruangan tersebut, dan menampilkan beberapa gambar dari beberapa tempat berbeda, ia tak tahu dari mana asal gambar tersebut.
"Selamat Pagi Tuan" semua orang berucap bersamaan, seraya membungkukkan setengah tubuh, memberi hormat, bahkan nampak orang yang ada dalam gambar pada monitor besar pun, turut melakukan hal yang sama.
"Pagi" sahut Gerrald, sembari melangkahkan kaki hendak menuju kursi kebesarannya, namun sebelum itu, ia menghentikan langkahnya, di depan sebuah meja kecil yang berada tak jauh dari kursi kebesarannya, di dalam foto tersebut, nampak 2 (Dua) orang paruh baya yang nampak sangat akrab, sembari berjabat tangan dan tersenyum ke arah kamera, seakan memang foto tersebut sengaja di ambil.
Gerrald memandang lekat foto tersebut, kemudian mengambil posisi berlutut dan menaikan tangan memberi hormat, "Selamat Pagi Daddy, Uncle, Gerrald menghadap" Gerrald mempertahankan posisi tersebut hingga 1 (Satu) menit lamanya, kemudian segera mendudukkan pantatnya di kursi kebesarannya, dan diikuti Bengamin dan Ricard yang senantiasa berdiri di samping atasannya.
Giorgio dan Graceva mengernyit saat melihat Gerrald memandang lekat ke satu titik, dan tiba - tiba berlutut di sana dan menaikan tangannya seolah memberi hormat.
Setelah punggung Gerrald menyingkir dari hadapan Giorgio dan Graceva, nampak lah apa yang membuat seorang Gerrald Alexander Gabriel, berlutut dan tunduk di hadapan sebuah foto 2 (Dua) orang paruh baya, yang tentunya sangat mereka kenal.
Giorgio dan Graceva membulatkan mata ketika melihat foto yang ada di hadapan mereka, sesaat kemudian, mereka menoleh dan saling berpandangan lekat, "Selamat pagi semuanya! " suara Gerrald menggema di ruangan tersebut, hal itu berhasil membuat sepasang anak manusia yang tengah saling berpandangan, segera memutuskan kontak mata mereka, dan memusatkan pandangan pada paruh baya yang masih nampak gagah, meski tak muda lagi itu.
"Giorg, Grace, balikan tubuh kalian"
Gerrald memerintahkan anak serta menantunya untuk membalikan tubuh, dan membuat dia orang beda gender tersebut, menjadi pusat pandangan semua orang yang berada di sana, dan keduanya pun, hanya menuruti saja, tidak ada niat sedikit pun dalam diri mereka untuk membantahnya.
"Kalian mengenali siapa kedua orang itu? "
Hening...
__ADS_1
*****
Ruangan tersebut hening, bahkan beberapa orang yang memang sudah mengenali kedua orang yang berada di hadapan mereka lebih memilih diam.
"Apa aku sedang berbicara dengan maneken? "
...Bagaimana bisa, manusia sebanyak 100 (Seratus) orang lebih itu, di bilang maneken....
"Kami tidak mengenalinya tuan" semua orang di ruangan tersebut, berucap dengan bersamaan, seakan mereka memiliki hati yang sama.
"Mereka adalah Giorgio Alexander Gabriel dan Graceva Cristy Wilson, anak serta menantuku, keduanya juga cucu dari tuan Alexander Gabriel dan Abraham Wilson, pendiri client ini"
"Bangunlah, Hormat kalian Aku Terima! "
Bukan Gerrald yang berucap, melainkan seorang gadis yang berdiri di samping suaminya, bahkan hal itu membuat pria yang ada di samping gadis itu tercengang akibat perbuatannya.
Sebab bagaimana bisa, ucapan gadis yang berada di sampingnya, berhasil membuat semua orang yang berada di sana dan tengah bersujud di hadapan mereka, segera menuruti perkataannya dan segera bangkit berdiri.
"Putraku kedepannya akan turut andil dalam client ini, dan mengambil keputusan, jadi setiap ucapannya ku harap kalian dapat mematuhinya! " Gerrald berucap tegas.
"Baik Tuan! " tentu saja semua orang segera menjawab dengan lantang..
__ADS_1
"Apa ada yang ingin kalian sampaikan? " kali ini Gerrald menatap anak dan menantunya, yang berdiri tak jauh darinya.
Giorgio dan Graceva menjawab dengan gelengan kepala secara bersamaan tanpa melirik kepada orang yang tengah mengajak mereka bicara, bahkan mereka menggelengkan kepala dengan bersamaan, seakan mereka memiliki satu hati yang sama.
Setelah di rasa urusan nya sudah usai, Gerrald mengajak anak serta menantunya, untuk berjalan meninggalkan markas besar client G mafia dan mempersilahkan semua orang kembali melanjutkan aktifitas mereka.
Gerrald beserta anak menantunya berjalan santai keluar markas, di dampingi Bengamin dan Ricard tentunya, selama di perjalanan menuju keluar markas, mereka selalu di sapa oleh personil client G mafia, namun tiba tiba Graceva menghentikan langkahnya, dan membuat yang lainnya turut menghentikan langkah.
"Hey, Jaga Pandanganmu Nona! "
Graceva menatap seorang perempuan yang tadi berani memandang dengan tatapan yang berbeda pada suaminya.
"Ma Maafkan saya Nona π" perempuan yang di bentak Graceva menyadari kesalahannya, dan segera meminta maaf, dengan bersujud.
"Kembalilah, dan jangan ulangi lagi di kemudian hari" Gerrald memerintahkan perempuan tersebut untuk meninggalkan tempat dimana, ada sosok macan betina yang siap mengamuk kapan pun itu.
Lagi lagi Giorgio dibuat tercengang dengan apa yang dilakukan oleh gadis yang berstatus sebagai istrinya.
Setelah kepergian perempuan yang membuatnya naik pitam, Graceva melingkarkan lengannya pada lengan Giorgio, dan merangkulnya dengan agresif seraya terus melangkahkan kaki keluar markas, dan segera meninggalkan markas menuju kembali ke rumah.
...****************...
__ADS_1