
Happy Reading πΉπΉπΉπΉπΉ
Sore ini, sepulang sekolah Giorgio, Dion, Ecxel, dan Graceva berkunjung ke makam Natasha.
Mereka terduduk lemas di samping gundukan tanah yang masih basah, Dion, Ecxel dan Graceva menaburkan bunga di makam tersebut.
Sedangkan, Giorgio bergeming, sekelebatan masa masa pertemuannya dengan Natasha, masa masa mereka pendekatan, sampai akhirnya berpacaran.
Rasa bersalah mendominasi dirinya, ia merasa tak becus dalam menjaga sang kekasih, tak terasa bulir bening jatuh dari kedua sudut matanya.
Dion mendekat, kemudian serta merta memeluknya, "Gio tenanglah Ikhlaskan Tasha pergi, dia pasti sedih melihat lo seperti ini" Ujarnya masih terus mengelus bahu Giorgio.
"Maafkan aku sayang, belum bisa menjagamu dengan baik" Ujar Giorgio mengusap nisan bertuliskan nama sang kekasih.
"Aku akan melepaskan kepergianmu setelah aku mendapatkan titik terang atas kecelakaanmu" Ujarnya lagi terisak.
"Aku sayang denganmu" Ujarnya lagi memeluk gundukan tanah itu.
Dion dan Ecxel memeluk Giorgio dengan erat, seakan mereka menyalurkan kekuatan.
Di hari kecelakaan Natasha...
Finlandia.
"Selamat pagi tuan Gerrald" Ujar Bengamin, sang asisten saat mereka sedang mendapati makan pagi bersama.
"Pagi Ben" Jawab Gerrald ramah.
"Lapor, Tuan muda mengutus beberapa orang tim IT untuk meretas jaringan CCTV di sebagian besar di jalan xx" Jelasnya memberikan laporan apa yang di sampaikan personil triple G mafia tentang permintaan sang tuan muda.
Gerrald mengerutkan kening.
"Untuk? " Tanya Gerrald.
"Tuan muda ingin memastikan kecelakaan nona Natasha, murni kecelakaan atau peristiwa di sengaja" Jawab Bengamin.
Gerrald Guwen, Alex Alya, Rio Diana, Gionino serta Gracia menghentikan aktivitas makannya, mereka sangatlah terkejut, terlebih Gerrald dan Guwen.
"Tasha kecelakaan? " Tanya Guwen terbata.
Bengamin mengangguk.
"Lalu bagaimana keadaan Tasha? " Tanya Guwen lagi.
"Nona Natasha, meninggal Nyonya" Jawab Bengamin merunduk dalam.
__ADS_1
Guwen menangis mendengarnya, "sayang gimana perasaan Gio? ".
" Pasti Gio hancur perasaannya". Ujar Guwen di tengah isakan tangisnya.
Diana, Alya serta Gracia mendekat kemudian berusaha menenangkan Guwen.
"Gio pasti baik baik saja sayang" Ujar Gerrald masih terus berusaha menenangkan sang istri.
" Dion, Ecxel dan Graceva pasti bisa membantu menenangkan Gio" Ujarnya lagi.
Guwen mengangguk.
"Lalu bagaimana, apa sudah ada titik terang dari kecelakaan Tasha? " Tanya Gerrald pada sang asisten.
"mungkin besok hasil rekaman CCTV sudah ada di tangan tuan muda" Jawab Bengamin.
Diwaktu bersamaan namun berbeda tempat.
Ricard tengah mengurus peralih fungsian dari club malam menjadi gedung perhotelan.
Setelah semua urusannya usai, Ricard bergegas pergi ke hotel tempat menginap sang atasan.
Indonesia.
Kembali ke hari ini.
Dalam perjalanan Giorgio masih saja diam, Dion dan Ecxel menghela nafas panjang kemudian membuangnya kasar.
Sedangkan Graceva hanya melihat Giorgio dalam diam, ia sedih melihat ekspresi wajah Giorgio yang begitu kacau.
Sesampainya di rumah, Giorgio langsung dihampiri oleh seorang personil triple G mafia.
"Selamat sore tuan muda" Pria itu membungkukkan setengah tubuhnya.
Giorgio mengangguk.
Pria itu menyerahkan sebuah Flashdisk pada Giorgio" Rekaman CCTV yang Anda minta tuan muda.
Giorgio mengambil Flashdisk itu, "Terimakasih paman" Giorgio berujar.
"Di rekaman itu memperlihatkan bahwa itu murni kecelakaan tuan muda"
"Warga sekitar yang berada di tempat kejadian mengatakan saat kecelakaan terjadi nona Natasha tidak begitu memperhatikan keadaan sekitar, sehingga ia tak menyadari ada truk yang tengah melaju kencang, sehingga hal itu terjadi tuan muda" Ujar pria itu menjelaskan isi dari Flashdisk itu, walaupun tuan mudanya itu tak meminta, ia tetap menjelaskan semuanya.
Setelah berpamitan dengan pria itu dan sudah mendapatkan jawaban dari pria itu, Giorgio masuk ke kamar lantas menyambungkan Flashdisk tersebut dengan laptopnya.
__ADS_1
Ia melihat rekaman CCTV yang berdurasi tak kurang dari 3 menit.
Giorgio menghela nafas lega, bukan berarti ia bahagia atas kepergian sang kekasih, justru sebaliknya ia sangat merasa kehilangan, ia lega karena tidak ada orang yang berniat jahat pada gadis itu.
"Pergilah dengan damai sayang, aku merelakan kau pergi, bawalah juga cinta kita bersamamu sayang" Giorgio bergumam dalam hati.
Β
Hari berganti hari, minggu berganti minggu...
Hari kepulangan Gerrald dan yang lainnya ke Indonesia tiba.....
Bandara Internasional Suekarno~Hatta.
Pesawat yang mereka naiki baru saja mendarat.
Dion, Ecxel Graceva Geofany dan Gerraldine berlari lantas memeluk orang tua mereka.
Guwen melepaskan pelukan dari kedua putrinya, ia mengedarkan pandangannya.
"Mana Giorgio? ".
<<<<>>>>
Author sedih dan turut merasakan kehilangan Natasha. πππ
<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>
Hai semua!
Kembali lagi dengan Author, maaf ya jika ada salah dalam penulisan dan gaya bahasa yang terkesan berputar putar ππ maaf Author pemula, masih perlu banyak belajar cara menulis dan pembawaan gaya bahasa yang baik dan benar.
Mohon Support saran dan masukan yang membangun untuk Author dan karya ini.
Jangan lupa tinggalkan.....
Like...
Komentar...
Vote...
Give...
Favorit...
__ADS_1
Terimakasih. πππ
<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>