Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 4


__ADS_3

"Oiyyy... Mau kemana ?? Salah baju.. Ini hari selasa. Bukan jum, at"


Teriak Ecxel yang melihat Giorgio keluar dari kamarnya mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, padahal ni hari selasa bukan jum, at.


Guwen yang sedari tadi melihat interaksi Giorgio dan dua sahabatnya menggelengkan kepalanya.


Guwen berjalan mendekat kearah puteranya.


"Gio gantilah pakaianmu dengan yang semestinya" Ucap Guwen lembut, seraya satu tangannya mengusap lembut dada bidang puteranya.


Sesaat kemudian... Giorgio dan kedua sahabatnya, nampak sudah bersiap untuk pergi kesekolah.


"Gio tidak makan dulu ? " Tanya Guwen yang melihat anak dan kedua sahabatnya berjalan keluar rumah.


Giorgio yang mendengar ucapan Guwen, ia membalikan tubuhnya untuk menatap Guwen yang berjalan kearahnya.


Ia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Yasudah pergilah, jangan lupa isi perutmu setiba disekolah"


"Ok Bun"


Giorgio, Dion serta Ecxel segera bergegas keluar menaiki motor setelah berpamitan dengan Guwen lantas pergi menuju sekolah.


"Sudah siap sayang? " Tanya Gracia yang melihat putrinya sudah rapih dengan seragam sekolahnya


"Sudah Mah, Graceva berangkat ya Mah" Ucapnya lembut


"Pergilah hati hati dijalan"


Graceva mendekati kedua orang tuanya untuk berpamitan.


"Syukurlah dia sudah mau kembali kesekolah" Ucap papah Nino saat Graceva sudah menjauh.


"Papah tak ingin dia terlalu banyak ketinggalan pelajaran" Ucapnya lagi.

__ADS_1


"Iya pah"


"Sayang dari mana ? " Tanya Gerrald dengan suara khas orang bangun tidur.


"Anak anak sudah berangkat ? " Tanyanya lagi.


"Baru masuk kekamar langsung di introgasi hmm" Umpat Guwen dalam hati.


"Sudah sayang" Jawabnya seraya mengayunkan kaki kearah suaminya.


"Mau mandi ? Mau bepergian kemana hari ini ? Tanyanya lagi.


" Aku hari ini hanya kunjungan ke yayasan pendidikan tempat Gio sekolah, itupun nanti jam sepuluh"


"Mau mandi sekarang atau nanti ? "


"Nanti, aku ingin olahraga pagi" Jawab Gerrald seraya satu tangannya menarik lengan Guwen hingga jatuh diatas tubuhnya.


Sesampainya di sekolah,


Graceva yang mendengar namanya dipanggil, sontak ia mengedarkan pandangannya untuk melihat siapa yang memanggilnya.


"Andini, Nadia.. "


Teriak Graceva seraya lari kearah kedua sahabatnya lantas memeluknya.


Giorgio membuang nafasnya kasar saat mata tajamnya melihat gerbang sekolah tertutup rapat.


Giorgio dan kedua sahabatnya itu tak kehabisan akal.


Mereka serempak berlari ke halaman belakang sekolah guna mencari celah.


"Gio, Excel sini.. " Bisik Dion yang melihat celah mengarah kearah kantin belakang.


Dion memicingkan matanya mengamati sekeliling.

__ADS_1


Saat dirasa aman.


Mereka berjalan dengan sangat berhati hati.


Seketika mereka membelalakkan matanya saat melihat ada seorang Guru tengah menatap mereka dengan tatapan tajam dan melipat kedua lengannya didada.


"Heyyy kalian mau kemana ?" Ketus pria itu dengan tatapan mengejek.


Dengan gerakan cepat pria itu mengulurkan tangannya untuk menjewer satu telinga Giorgio.


Karena mereka terlambat pria yang ternyata kepala keamanan disekolah itu memberikan hukuman lari mengelilingi lapangan sebanyak 50 kali putaran.


"Ku harap ini yang pertama dan terakhir" Umpat Giorgio.


Ia kesal untuk pertama kali didalam hidupnya ia mendapatkan hukuman.


Gimana tidak kesal ia harus berlari mengelilingi lapangan seluas 20 kali 50 meter persegi sebanyak 50 kali putaran.


Nafas mereka terengah engah setelah berlari mengelilingi lapangan tersebut.


"Capekk?" Tanya pria yang menghukum mereka dengan nada mengejek.


"Besok besok telat lagi ya.. " Ujar pria itu lagi dengan mengedipkan satu matanya.


Tanpa menunggu jawaban dari mereka, pria itu melenggang pergi dengan langkah tegas.


"Jika bukan orang tua, sudah ku injak injak kepalanya" Geram Ecxel


Tanpa berbicara apapun Giorgio dan Dion melenggang pergi meninggalkan Ecxel yang masih fokus dengan umpatan umpatannya.


"Heyyy tunggu akuuu..."


<<<<<<<<<>>>>>>>>>


<<<<>>>>

__ADS_1


__ADS_2