Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
S2 #7


__ADS_3

Rombongan Giorgio tiba di markas utama Gabriel, markas utama tersebut tampak sepi, membuat rombongan Giorgio kebingungan.


"Dimana orang-orang? " batin Giorgio.


Seorang bawahan Giorgio mengajukan diri untuk masuk dan memeriksa keadaan markas utama Gabriel.


"Maaf Bos, saya mengajukan diri untuk memeriksa keadaan di dalam"


"Mari masuk bersama-sama" jawab Giorgio.


Giorgio beserta rombongannya, beramai-ramai memasuki markas utama, semua orang menyebar dan memeriksa semua ruangan yang ada di markas utama tersebut, hingga akhirnya mereka kembali bertemu di sebuah pintu yang mengarah ke area belakang markas.


"Buka" ucap Giorgio.


Ceklek.


Pintu terbuka dan terlihatlah pemandangan yang biasa saja, sebab pemandangan yang saat ini mereka lihat adalah pemandangan orang-orang yang saling melukai satu sama lain, begitu pintu di buka, serentak orang-orang yang sedang berkelahi itu menghentikan aktifitas mereka dan kompak melihat ke arah pintu yang terbuka.

__ADS_1


"Bos" teriak semua orang dan berlari ke hadapan Giorgio, dengan cepat beberapa orang dari rombongan Giorgio menghalangi orang-orang yang berlari ke arah Giorgio.


"Apa kabar kalian? " tanya Giorgio, tangannya menepuk baju orang yang berdiri di depannya, dan perlahan menggerakkan tangannya untuk menggeser tubuh orang itu, dan terlihatlah orang-orang dari markas pusatnya.


"Baik Bos" jawab serentak semua orang.


"Mana yang lainnya? " tanya Giorgio yang menyadari jumlah bawahannya yang tak sebanyak seperti biasanya.


Bawahan Giorgio yang mendapatkan pertanyaan dari Giorgio, membuat mereka kebingungan, dan hal itu dapat terlihat oleh Giorgio, Laki-laki itu tersenyum sangat tipis, menunggu bawahannya yang akan menjawab pertanyaan darinya.


"Baru saja pagi tadi, kami mengirimkan orang menuju negara itu Bos, untuk mencari Anda" seseorang menjawab pertanyaan Giorgio.


Giorgio tinggal sejenak di markas itu, Giorgio mendengarkan cerita dari bawahannya, dan Giorgio pun menceritakan pengalamannya tinggal di negara kecil itu selama satu tahun belakangan ini, hingga tanpa Giorgio sadari, sudah 3 jam lebih ia berbincang dengan bawahannya, dan akhirnya Giorgio bersiap untuk pulang ke rumah kediaman utama Gabriel.


"Sampai jumpa" ucap Giorgio dari dalam mobil dan melambaikan tangan pada para bawahannya, terdapat 5 orang yang mengawalnya menuju ke rumah utama Gabriel.


"Apa kabar kalian? " batin Giorgio sambil melihat lurus ke depan, melihat jalanan yang ramai lancar, hingga tak lama mobil yang di naiki Giorgio melaju, kini telah memasuki pelataran kediaman utama Gabriel.

__ADS_1


Ceklek.


Supir membukakan pintu dan mempersilahkan Giorgio keluar dari dalam mobil.


Giorgio memandangi bangunan yang ada di hadapannya, tak ada satu pun yang berubah dari bangunan itu, Giorgio menerbitkan sebuah senyuman tipis, dan kakinya mulai melangkah semakin mendekat ke pintu utama rumah, dan perlahan membukanya.


Di dalam rumah, Gerald, Guen, Gabriella, Geraldine, Graceva dan Qiana sedang duduk di tikar bulu di depan telivisi yang menyala, mereka sedang berbincang hangat, sambil memperhatikan Qiana yang sedang aktif bermain dan berjalan kesana kemari, membuat semua orang tertawa.


"Pa papah" teriak Qiana ketika melihat pintu terbuka dan ternyata Giorgio lah yang membukanya.


Semua orang terkejut, dan ikut melihat ke arah yang di tuju Qiana, dan semua orang membulatkan mata melihat Giorgio.


"Papah" Qiana berlari sambil merentangkan tangan meminta untuk di gendong.


Giorgio kebingungan melihat bayi yang berlari ke arahnya dan memanggil-manggilnya Papah, meski begitu Giorgio tetap meraih tangan mungil bayi itu dan membawanya ke dalam gendongan, Qiana yang di gendong Giorgio, mendadak menangis sambil mengalungkan kedua lengan mungilnya ke leher Giorgio.


"Giorgio" teriak semua orang, dan langsung berlari mendekati Giorgio dan langsung memeluknya, tangisan bahagia terdengar di ruangan itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2