Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 33


__ADS_3

...Hai, selamat datang dalam novel : "Takdir Cinta Graceva"...


...Karya : Grendys 08...


...Bab 33...


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


"apa buktinya lo nikah sama Giorgio? " tanya Nadiya tiba tiba.


sejenak Graceva diam dan berfikir, kemudian gadis itu teringat dengan cincin yang ia pakai, dan beberapa foto pernikahan nya dan Giorgio.


gadi itu menunjukan cincin yang melingkar di jari manis tangan kanan nya pada dua sahabatnya, dan menyodorkan ponsel yang sudah tertera foto pernikahan di layar ponselnya pada mereka.


saat Graceva lihat ekspresi mereka membuat gadis itu bingung, sebab Graceva lihat raut keterkejutan dan ekspresi yang sulit ia artikan.


"ini kenapa si engsel sama Dion ada di foto ini? " Andini bertanya menyampaikan keterkejutan nya.


Graceva tampak mengulas senyum, "Ecxel dan Dion itu saudaranya kak Giorgio, mereka anak dari kedua adik ayah kak Giorgio" ucap Graceva tersenyum.


Andini dan Nadiya manggut - manggut.


"ndin kamu nggak boleh gitu sama Ecxel, nanti naksir lo" ledek Graceva.


"nggak mungkin, pait pait pait" ucap Andini, memukul kepala sampingnya dengan kepalan tangan.


"lo masih perawan kan? " tanya Nadiya tiba tiba, membuat Graceva kikuk.


"dah lah, yuk ke kelas dah mau masuk nih" Graceva mengalihkan pembicaraan, seraya melenggang pergi.


"lo dari mana sih? " Dion bertanya pada Giorgio yang baru saja masuk ke dalam kelas dan duduk di kursinya.

__ADS_1


sedangkan Giorgio memberi lirikan tajam pada Dion, Dion yang di berikan tatapan tajam dari Giorgio tampak menghela nafas.


di kelas, Graceva masih saja terus menjadi bahan tertawaan Andini dan Nadiya, membuat Graceva bingung menjawabnya.


"tapi Giorgio nggak kasar kan sama lo? " tanya Nadiya, membuat Graceva menggeleng cepat.


keduanya tampak menghela nafas lega, mereka takut jika sang sahabat mendapatkan kekerasan dari Giorgio, sebab mereka pernah mendengar jika pria yang sekarang menjadi suami dari sang sahabat, pernah hancur saat sang mantan kekasih pria itu meninggal.


"tapi kalo Giorgio kasar sama lo, bilang sama kita ya" sahut Andini menggenggam kedua tangan Graceva.


Graceva tersenyum dan mengangguk.


jam menunjukan pukul 12 siang, menandakan jam sekolah sudah selesai.


terlihat 3 pria tampan keluar dari salah satu dalam kelas sebuah sekolah, berjalan ke tempat parkir sembari berbincang.


"Gio besok kan weekend, lo kemana? " tanya Dion di sela sela langkahnya.


"rumah" jawab Giorgio singkat.


"ya" sahut Giorgio, sembari memasukan tas sekolahnya ke dalam mobil, lalu menyandarkan tubuh di depan mobil.


2 pria tampan yang bernama Dion dan Ecxel tersebut, menaiki motor mereka masing masing, kemudian melajukan motornya pergi.


"nunggu lama kak? ".


suara seorang gadis mengejutkan seorang pria yang tengah bersandar di depan mobilnya, seraya memejamkan mata.


pria itu membuka mata, dan menoleh pada 3 gadis yang berjalan mendekat ke arahnya sambil mengukir senyum.


tanpa berkata apapun, pria yang bernama Giorgio itu masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil, Giorgio terkejut saat 3 gadis yang tadi tersenyum padanya ikut masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Giorgio menoleh pada gadis yang duduk di sampingnya dan melirik ke spion tengah dengan menaikan alis.


Graceva yang menyadari kebingungan Giorgio, gadis itu lalu menjelaskan jika kedua sahabatnya menumpang pulang, sebab mereka tidak membawa kendaraan ke sekolah, tanpa berkata lagi, Giorgio melajukan mobil meninggalkan sekolah.


"kak" ucap Graceva memecah kesunyian di mobil.


"Hmm" Giorgio berdahem, dengan tatapan ke depan fokus menyetir.


"kak besok mereka mau main ke rumah, boleh? " tanya Graceva miring menghadap pada Giorgio.


lagi lagi hanya daheman yang Giorgio sahut, Graceva menghela nafas pelan, ia perlahan lahan tahu bagaimana karakter Giorgio.


"kak, Andini sama Nadiya sudah tau kalo kita sudah menikah" ucap Graceva, dan lagi lagi Giorgio hanya berdahem.


sesaat kemudian Giorgio menghentikan mobil secara mendadak, membuat kepala Andini dan Nadiya yang di belakang terbentur kursi depannya, sedangkan kepala Graceva membentur dasboard.


"auw" pekik 3 gadis itu di dalam mobil bersama, sembari memegangi kening yang terasa panas.


Giorgio melepas seatbelt dan mencondongkan tubuh mendekati Graceva yang masih memegangi kening yang berdenyut.


"kenapa mereka bisa tau? " tanyanya menangkup kedua pipi Graceva.


Graceva menjelaskan semua yang terjadi di toilet beberapa jam lalu, dan Giorgio tampak manggut - manggut.


Giorgio menoleh pada Andini dan Nadiya, yang duduk di kursi penumpang belakang sembari memijat kening yang terasa berdenyut "kalian tidak papa? " tanya Giorgio.


"apa kalian bisa menjaga rahasia? " tanya Giorgio menaikan alis, tak lupa memasang ekspresi datarnya, membuat Andini dan Nadiya bergidik ngeri melihatnya.


"iya" ucap Andini dan Nadiya di waktu yang hampir bersamaan.


Giorgio kembali ke posisinya, dan kembali melajukan mobilnya ke rumah Andini dan Nadiya, lalu melajukan mobil menuju rumah.

__ADS_1


...<<<<<... **Bersambung**... >>>>>...


lop yu satu baskom❤


__ADS_2