Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 14


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Nadin dan Laura yang mendapatkan kabar Natasha dari Anton.


Mereka segera bergegas pergi ke rumah sakit.


Sesampainya di IGD mereka di sambut dengan pemandangan yang memilukan.


"Natasha meninggal" Ujar Anton menyeka air matanya.


Tubuh keduanya bergetar hebat karena tangis keduanya pecah.


Tak lama kemudian, Giorgio, Dion, Ecxel dan Graceva tiba di rumah sakit.


Giorgio menutup pintu mobil dengan keras, lalu berlari menuju ke ruang IGD.


Giorgio masuk ke ruang IGD dengan tergesa.


Di lobi rumah sakit, Dion, Ecxel dan Graceva tersentak kaget saat Giorgio menutup pintu mobil dengan keras.


"Sayang.. ".


Nadin, Laura, Sarah, dan Anton memberikan ruang untuk Giorgio.


Giorgio serta merta memeluk tubuh Natasha yang sudah terbujur kaku.


Giorgio menoleh ke orang tua kekasihnya itu.


" Natasha sebenarnya kenapa om, tante" Tanya Giorgio panik menggenggam tangan Anton dan Sarah.


Anton menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi pada anak mereka.


"Siapa dokter yang menangani Natasha? " Tanyanya lagi.


Anton menyebutkan nama dokter yang menangani sang anak.


Giorgio keluar dari ruang IGD.


Dion Ecxel dan Graceva yang sedari tadi menunggu Giorgio di depan ruang IGD, lantas berdiri saat melihat Giorgio keluar dari dalam IGD.


"Gimana Gio? " Tanya Ecxel.


"Lu mau kemana? " Tanya Dion kemudian.


"Ke ruang dokter yang menangani Natasha" Jawab Giorgio sambil berlalu menuju ke ruang dokter yang menangani Kekasihnya.


Giorgio masuk ke ruang dokter.


Kemudian dokter yang menangani Natasha, menjelaskan keadaan pasiennya yang menyebabkan pasiennya tak terselamatkan dengan detail.


Giorgio syok mendengar penjelasan sang dokter di hadapannya, tak terasa bulir bening meluruh dari kedua pelupuk matanya.


Giorgio kembali masuk ke ruang IGD.


Namun ia tak menemukan siapapun di sana.


Ia keluar dari ruangan itu, Dion Ecxel dan Graceva yang masih setia duduk di depan ruang IGD, mereka mendekati Giorgio.


" Mereka sudah keluar tak lama setelah kakak keluar dari IGD" Ujar Graceva yang mengerti kebingungan Giorgio.


Giorgio menghela nafas lalu menghembuskannya lesu.


Giorgio merogoh ponsel dari sakunya kemudian menghubungi seseorang.


"Halo tuan muda" Sahut orang dari seberang telfon.


"Retas semua rekaman cctv di jalan xx".


"Pastikan meninggalnya Natasha murni kecelakaan atau di sengaja". Titah Giorgio.


" Siap tuan muda".


ia ingin memastikan, peristiwa yang terjadi pada kekasihnya itu murni kecelakaan atau di sengaja.


Giorgio menghubungi Anton untuk meminta izin pulang ke rumah.


"Gio, Natasha akan kami makamkan besok di pemakaman xxx".


"Iya om" Sahut Giorgio lemah.


Dalam perjalanan pulang, Giorgio berdiam diri, tatapannya menatap kosong ke depan, pikirannya melanglang buana entah kemana.


Rasa bersalahnya menguasai dirinya.

__ADS_1


"Gio ini bukan salah lu" Ucap Dion berusaha menenangkan saudaranya.


Ia mengerti saat ini pasti saudaranya itu dihantui rasa bersalah.


Sedangkan Ecxel dan Graceva hanya diam, Ecxel fokus mengemudi, sedangkan Graceva menatap keluar jendela.


Sementara Giorgio masih sibuk dengan rasa bersalah dan lamunannya.


Sesampainya di rumah, Giorgio langsung masuk ke kamar dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


Di kediaman Anton...


"Sayang tenanglah, biarkan Tasha pergi dengan tenang".


" Tasha pasti tak senang jika melihat ibunya menangisi kepergiannya" Ujarnya mengelus bahu sang istri.


"Berbahagialah secukupnya, bersedihlah sewajarnya" Ujarnya lagi menenangkan.


Sarah menyeka air matanya.


"Iya mas".


" Apa kamu sudah menghubungi intan? " Tanya Sarah kemudian.


Anton mengambil ponselnya dari saku celana, kemudian menelfon sang putri yang tengah bersekolah di luar negeri.


Korea Selatan...


Seorang gadis muda berusia 18 tahun nampak duduk di balkon apartemennya.


Ia tengah duduk menyilangkan kaki di satu pahanya, tangannya memegang sebuah buku, matanya bergerak kesana kesini seiringan dengan setiap huruf yang ia baca.


Kegiatannya itu terusik dengan suara ponselnya.


"Hay ayah" Ujarnya bahagia setelah mengangkat telfon dari sang ayah.


"Hay Intan" Jawab sang ayah dari seberang.


Mereka pun sedikit berbasa basi, sampai pada akhirnya Anton mengatakan hal yang ingin ia sampaikan.


"Apa? " Pekik gadis itu tak percaya.


"Ayah jangan bercanda enggak lucu yah" Ujar gadis itu lagi.


Tangis gadis itupun pecah.


" Kok bisa kak Tasha meninggal? ".


" Kita ada janji yang belum sempat terlaksana kak" Ujarnya di tengah tangisnya.


Anton menjelaskan semuanya..


Gadis yang bernama Intan itu tangisnya semakin menjadi.


Intan menyeka air matanya..


"Kapan Kak Tasha di makamkan? " Tanyanya kemudian setelah merasa lebih tenang.


"Besok Intan".


" Oke Intan pulang ke Indonesia malam ini juga".


"Hati hati ya sayang" Ujar Anton.


"Iya yah" Jawabnya, kemudian mematikan telfon dari sang ayah.


Ia bergegas memasukan barang barang ke koper kemudian ia mencari tiket penerbangan ke Indonesia via online.


Setelah mendapatkan tiket penerbangan menuju Indonesia, ia langsung bergegas pergi ke bandara.


Tak lama kemudian pesawat yang ia naiki lepas landas.


Finlandia.


15.00 PM


"Tok tokk tokkk....".


Gerrald membuka pintu kamarnya.


" Selamat sore tuan" Ujar pria tegap berpakaian serba hitam membungkukkan setengah tubuhnya.


"Sore" Jawabnya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ada yang mencari Anda tuan".


" Siapa? " Gerrald mengerutkan kening.


Pria berpakaian serba hitam itu, mengajak Gerrald ke restoran bawah hotel tempatnya menginap.


Seorang pria tegap nampak duduk di salah satu kursi di restoran itu.


Gerrald duduk di kursi depan pria itu.


Pria yang sedari tadi duduk terdiam, ia mendongakkan kepala saat merasa ada pergerakan di depannya.


Manik mata keduanya saling bersi tatap.


"Ricard" Ucap Gerrald.


"Se selamat sore tu tuan Gerrald" Ucapnya terbata.


Gerrald berdiri lantas serta merta memeluk Ricard.


"Bagaimana keadaanmu Ricard? " Tanya Gerrald setelah melepaskan pelukan mereka.


Mereka kembali duduk, kemudian Ricard menjelaskan semuanya dari ia bisa di tangkap, lalu di sekap kemudian meloloskan diri.


"Lalu bagaimana istri dan anakmu? " Tanya Gerrald panik setelah mendengarkan semua penjelasan salah satu asistennya itu.


Ia memanglah ketua mafia, namun ia selalu memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan seluruh rekan kerja, dan keluarganya.


"Mereka baik tuan, mereka saat ini berada di Korea, di rumah orang tuanya".


Gerrald mengangguk anggukkan kepala.


" Apa sebenarnya yang client itu inginkan? " Tanya Gerrald.


"Benar mereka tak melukaimu sedikit pun? " Tanyanya lagi.


Ricard tersenyum kemudian menggeleng.


"Mereka hanya menginginkan salah satu club malam kita yang ada di jalan xxx pinggiran kota Helsinki untuk berhenti beroperasi, karna club malam itu jaraknya tak terlalu jauh dari club malam milik mereka tuan" Jawab Ricard menjelaskan, mengapa ia di sekap, dan apa yang di inginkan dari client mafia yang menyekapnya.


Sejenak Gerrald berpikir.


" Yasudah, alih fungsikan menjadi hotel atau apartemen" Jawab Gerrald cepat tanpa berpikir panjang.


Ricard nampak terkejut atas keputusan atasannya itu.


"Tapi tuan, penghasilan yang di hasilkan dari club malam itu lumayan besar tuan" Jawabnya mengemukakan pendapatnya.


Gerrald tersenyum kemudian mengusap lembut bahu asistennya itu.


"Rezeki sudah ada yang mengatur Ricard" Ujar Gerrald tersenyum.


Ricard pun turut tersenyum.


Ia sangat bahagia memiliki atasan yang cukup baik dan tidak gila harta.


Kemudian mereka pun terlibat pembicaraan yang panjang, seraya menikmati makanan yang di siapkan hotel.


Indonesia.


Bandara Internasional Suekarno~Hatta.


Jakarta


6:00 AM


Pesawat yang Intan naiki baru saja mendarat, pesawat yang harusnya mendarat di ibukota jam 4 pagi, namun karena keterlambatan penerbangan waktu selama 2 jam.


Intan langsung menyetop sebuah taxi, kemudian menaikinya.


Sesampainya di rumah orang tuanya, ia masuk kemudian menghambur memeluk kakak kembarannya, tangisnya pun pecah.


Setelah jasat Natasha dimandikan, upacara pemakaman Natasha pun dilaksanakan.


Upacara pemakaman pun usai, Sarah masih terus menangis sedangkan Anton berusaha menenangkannya, sementara Intan masih tak percaya atas kepergian kakak kembarannya itu begitu cepat.


Intan menaburkan bunga pada tempat tinggal Natasha yang baru.


"Sudahlah, mari pulang" Ujar Anton membujuk agar segera kembali ke rumah.


Sedangkan Giorgio, Dion, Ecxel dan Graceva, mendatangi makan Natasha sepulang sekolah.


<<<<>>>>

__ADS_1


__ADS_2