
...Hai, selamat datang dalam novel : "Takdir Cinta Graceva"...
...Karya : Grendys 08...
...Bab 30...
*Happy Reading πΉπΉπΉπΉ***πΉ**
Giorgio telah siap melajukan mobilnya, namun ia melihat Graceva yang termengu melihat padanya, matanya melihat Graceva yang belum memakai seatbelt, ia mendekat ke tubuh Graceva lalu memasangkan seatbelt pada tubuh Graceva, aroma khas tubuh Graceva menguar di indra penciuman Giorgio, bahkan hembusan nafas hangat keduanya terasa di wajah satu sama lain, entah setan apa yang merasuki keduanya, mereka terbuai dengan hembusan nafas mereka, perlahan Giorgio mendekatkan wajahnya dengan wajah Graceva dan perlahan Giorgio menautkan bibirnya dengan bibir Graceva.
mulanya hanya menempelkan saja, namun perlahan ia mengecap bibir atas dan bawah Graceva bergantian, spontan Graceva mengalungkan tangan nya di leher Giorgio, keduanya memejamkan mata, menikmati ciuman yang sangat memabukkan, perlahan Graceva membalas ciuman Giorgio meskipun kaku, suara decapan memenuhi cabin mobil tersebut, Graceva mendorong dada bidang Giorgio agar ciuman nya terlepas, sebab nafasnya sudah mulai memburuh.
Andini dan Nadiya masih di posisinya karena mereka masih melihat mobil Giorgio tak kunjung pergi.
keduanya melangkahkan kaki perlahan mendekati mobil Giorgio, seketika mata mereka membulat sempurna, mulutnya menganga saat melihat Graceva sang sahabat tengah berperang lidah dengan Giorgio.
Giorgio menyatukan keningnya dengan kening Graceva, mereka berlomba lomba merauk oksigen sebanyak banyaknya, tangan Giorgio terulur untuk merapihkan rambut dan pakaian Graceva yang sedikit berantakan.
"maaf saya hilaf" ucap Giorgio merasa bersalah.
__ADS_1
Graceva tersenyum menanggapinya, tangan nya terulur mengusap rahang tegas Giorgio yang sudah mulai di tumbuhi bulu - bulu tipis, "tidak apa kak" Graceva berucap dengan lembut.
jari Giorgio terulur mengusap bibir basah Graceva karena ulahnya senyum tersungging dari bibir keduanya.
ada sesuatu yang hangat menjalar dari dalam lubuk hati keduanya.
Giorgio melajukan mobilnya membelah jalanan menuju rumah.
1 bulan kemudian.....
usia pernikahan Giorgio dan Graceva sudah berjalan 2 bulan, tak banyak yang berubah dalam pernikahan mereka, selama itu juga Andini dan Nadiya masih terus menyelidiki hubungan Graceva dan Giorgio, Aldo pun masih terus gencar mendekati Graceva, seperti biasa Giorgio selalu memberikan uang jajan pada Graceva, meskipun gadis itu tak memintanya, bahkan uang yang diberikan Giorgio pada hari sebelumnya belum habis, di hari berikutnya di berikan lagi, ATM yang diberikan Giorgio bahkan belum pernah ia pakai.
seperti biasa, hari ini Giorgio dan Graceva pergi ke sekolah, saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju sekolah.
tak ada yang tahu, jika Giorgio memulai usaha mini marketnya, berawal dari gabungnya ia dengan minimarket terkemuka di negara ini, dengan system bisnis franchise, dimana system bisnis ini, memiliki hak khusus yang dimiliki orang perseorang atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh pihak lain, hanya Graceva yang mengetahuinya.
Giorgio memarkirkan mobil di tempat parkir, keduanya keluar dari mobil, kemudian berpisah menuju kelas masing - masing.
"kantin yuk? " Ecxel mengajak Giorgio dan Dion yang masih duduk di kursi mejanya, Dion berdiri ingin ikut Ecxel ke kantin, sedangkan Giorgio, pria itu masih asik dengan buku di atas mejanya, "budeg" Ecxel mendengus kesal.
__ADS_1
Dion dan Ecxel berjalan melewati lorong kelas menuju kantin namun, langkah keduanya terhenti saat bahu Ecxel bertubrukan dengan bahu siswi lain, membuat semua buku yang di bawa siswi tersebut berhamburan ke lantai.
"hati - hati dong kalo jalan" gerutu gadis itu kesal, Ecxel dan gadis itu merendahkan tubuh bersamaan untuk merapihkan buku - buku yang berhamburan, membuat kepala mereka beradu.
"auw..... " pekik keduanya kesakitan, tangan nya mengusap kepala yang sakit.
"jalan pake mata" ucap siswi itu kesal, kemudian beranjak pergi setelah merapihkan kembali buku bukunya.
"nih" siswi yang tak lain adalah Andini, meletakan tumpukan buku yang ia bawa ke atas meja, "kamu kenapa ndin? " tanya Graceva menyentuh punggung Andini, "lo kenapa sih? " kali ini Nadiya yang bertanya sebab saat ini Andini sedang menghentak hentakan kaki dengan kesal, "tuh sih engsel, tadi dia nabrak gue, bikin semua buku ini jatoh, dan dia nggak ada minta maaf" Andini menjelaskan semuanya dengan malas, "Engsel siapa? " ucap Graceva dan Nadiya di waktu yang hampir bersamaan, "Ecxel" ucap Andini memutar kedua bola matanya dengan malas, sementara itu, Graceva dan Nadiya hanya ber O ria.
di sisi lain, Giorgio yang merasa bosan, ia melangkahkan kaki keluar kelas, pria itu bersandar di dinding depan kelasnya, matanya menyaksikan lalu lalang siswa siswi menuju kantin.
karena ia merasa hendak buang air kecil, ia pergi ke toilet untuk menuntaskan buang air kecilnya, langkahnya terhenti di depan toilet, matanya tertuju pada gadis cantik yang sedang menatap juga kearahnya, ada desiran aneh yang melintas dari dalam tubuhnya.
Giorgio menarik gadis yang tak lain adalah Graceva ke salah satu bilik toilet yang ada di sana, ia mengunci bilik itu dari dalam, tanpa berkata kata, Giorgio menyerang bibir tipis Graceva yang sudah menjadi candunya.
tanpa mereka sadari, 2 pasang mata, melihat kejadian itu dengan tatapan keterkejutan dan tak percaya.
...<<<<<... Bersambung... >>>>>...
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan favorit, bunga dan kopinya juga boleh π
lop yu se kebon sawit β€