
"Ma maaf" balas Graceva sedikit takut, sebab setelah menikah, baru kali ini ia mendengar Giorgio berucap sangat tegas, sebab biasanya pria itu hanya berucap seadanya dan berbicara dengan nada ketus dan dingin.
"Untuk? " balas Giorgio sembari menaikan satu alisnya.
Graceva menggerakkan bola matanya kesana kesini, mencari jawaban atas pertanyaan dari Giorgio, sementara semua orang yang menyaksikan itu hanya diam, dan mulai merasa menegang.
"Tidak ada yang perlu di maafkan, dan tidak ada yang perlu meminta maaf" balas Giorgio dengan tegas.
Graceva yang mendengar ucapan Giorgio langsung menganggukkan kepalanya cepat, ia menghembuskan nafas lega, sebab ia tadi berpikir Giorgio akan memarahinya, semua orang yang melihat itu semua, dapat bernafas lega sebab mereka berpikir jika Giorgio akan memarahi Graceva dan akan membuat Graceva menangis, jika hal itu terjadi tentu saja, Ayah Gerrald dan Papah Wilson tidak akan tinggal diam.
Giorgio menatap lekat wajah Graceva yang duduk di sampingnya, hal itu membuat gadis yang ia tatap lekat menjadi gugup, Giorgio yang melihat wajah gugup Graceva, entah mengapa ia merasa jika wajah Graceva begitu cantik, bahkan lebih cantik dari mendiang mantan kekasihnya (Natasha), dan wajah Graceva nampak cantik natural.
__ADS_1
Giorgio perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Graceva, hal itu membuat Graceva menahan nafasnya, bahkan jika ia ingin bernafas, ia melakukannya dengan sangat perlahan, nafas hangat dan aroma min menerpa wajah Graceva, dan entah mengapa hal itu membuat Graceva merasa tenang, namun sesaat kemudian mata Graceva membulat, saat merasakan ada benda kenyal yang menyentuh bibirnya.
Ya, Giorgio lah yang melakukannya, Giorgio yang tadi setelah memandangi wajah Graceva dan memantapkan hati, ia lantas menyatukan bibirnya dengan Graceva, membuat Graceva terkejut dan membulatkan matanya, jangan lupakan semua orang yang masih melihat adegan tersebut, sedangkan Giorgio, yang awalnya hanya menempelkan bibir, perlahan ia menggerakkan bibirnya secara lembut, Giorgio yang merasa tak ada balasan dari Graceva namun tidak ada penolakan pun hanya tersenyum dalam ciumannya, Giorgio menggigit bibir bawah Graceva, membuat Graceva membuka mulutnya, Giorgio tak menyia nyiakan kesempatan itu, segera lidah Giorgio melesak masuk dan mulai mengajak Graceva berperang lidah, tangan Giorgio memegang tengkuk Graceva untuk memperdalam ciumannya, Graceva segera mengalungkan kedua tangannya saat Giorgio menarik tengkuknya.
Graceva yang sudah terbuai dengan ciuman Giorgio, tanpa sadar perlahan ia membalas ciuman Giorgio, meski kaku, suara yang tercipta dari kegiatan itu, membuat semua orang dewasa menggelengkan kepala, sedangkan Dion dan Ecxel yang melihat itu berdecak kesal, bagaimana bisa mereka bermesraan di saat semua orang tengah berkumpul seperti saat ini.
Ciuman yang semula biasa saja, kini mulai memanas dan menuntut, hingga tangan Graceva mendorong dada Giorgio, Giorgio menyadari jika Graceva sudah mulai kehabisan nafas, Graceva melenguh setelah ciuman mereka terlepas, Giorgio tersenyum saat mendengar lenguhan Graceva, tangannya terulur untuk mengusap bibir basah Graceva karna ulahnya, Giorgio memandangi bibir tipis Graceva dengan lekat, membuat Graceva malu, Giorgio mengakui jika bibir Graceva terasa manis, dan ia merasa bibir Graceva sudah menjadi candunya.
Setelah nafas keduanya berhembus beraturan, Giorgio kembali menatap lekat Graceva, membuat Graceva menundukkan kepala karna malu, Giorgio memegang dagu Graceva dan menaikannya agar sejajar dengan wajahnya.
"Mari kita buka lembaran baru, memulai semuanya dari awal"
__ADS_1
Giorgio untuk pertama kalinya berucap lembut, pada Graceva, membuat Graceva terkejut namun tersenyum juga, dengan perlahan Graceva mengangguk, meski ia tahu belum ada cinta di antara mereka, namun ia juga berharap hubungannya membaik dengan Giorgio, Giorgio tersenyum menanggapi anggukkan kepala Graceva.
"Hey, Kalian sudah menodai mata adik ku"
Semua orang yang sedari tadi memusatkan pandangan pada Giorgio dan Graceva, beralih melihat kearah seseorang yang berucap, dan orang itu tak lain Geofany, semua orang melihat Geofany yang tengah berdiri dan tangannya menutup mata Gerraldine, dan mereka terkekeh geli, mereka mengerti apa yang di maksud oleh Geofany, sedangkan Giorgio yang mendengar ucapan kakaknya dia nampak cuek saja, sementara Graceva ia menunduk karna malu.
Graceva memang malu, namun tak dapat di pungkiri ia pun entah mengapa merasa bahagia, ia pun bertekat akan menjaga sang suami dari para benih - benih pelakor, meski belum ada cinta di antara mereka.
Setelah acara syukuran yang hanya di hadiri para keluarganya selesai, semua orang masuk ke kamar tamu masing - masing, Gerrald memaksa kedua adik dan keluarganya agar menginap di rumahnya, sebab jarang sekali keluarganya berkumpul di rumahnya di sela - sela kesibukan mereka masing - masing, semua orang memutuskan masuk ke dalam kamar tamu yang di siapkan oleh Dona, sedangkan semua para pelayan segera membersihkan semua sisa - sisa acara syukuran yang baru saja selesai di lakukan di taman tersebut.
Selain menginginkan semua keluarganya berkumpul di rumahnya, juga ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan mereka.
__ADS_1