Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 52 | Pemimpin Baru


__ADS_3

Kini Gerald beserta kedua adiknya sudah berdiri gagah di tengah tengah ruangan tersebut.


"Gabriel Mafia! "


Suara Gerald memecah kesunyian di ruangan tersebut.


"Hormat kami Ketua! "


Semua orang menjawab serentak, termasuk orang orang yang tersambung dengan panggilan vidio.


"Aku ingin memberikan informasi, dan keputusanku sudah bulat, tak dapat di bantah! "


Semua orang saling memandang dengan kening yang berkerut, mereka bingung apa yang akan di sampaikan oleh ketua mereka, namun mereka hanya bisa diam dan hanya menantikan apa yang ingin di sampaikan oleh Gerald.


"Sesuai dengan kesepakatan ku dengan Daddy, putra pertama dari keturunan ku atau Wilson , kelak akan menggantikan kepemimpinan organisasi, menggantikan pimpinan terdahulunya"


Sejenak Gerald menghentikan ucapannya, melihat reaksi yang di tampilkan dari wajah para anak buahnya.


"Seperti yang di ketahui, jika Wilson tidak memiliki putra, beliau hanya memiliki seorang putri tinggal, yang kalian sendiri pun sudah mengenalnya dengan baik"


Gerald melirik Graceva sekilas, dan kembali melanjutkan ucapannya.


"Dari hasil pernikahanku dan Guen, Aku memiliki 3 orang putri dan seorang putra, yang selama ini ku latih secara pribadi"


Kali ini Gerald melirik Giorgio yang berdiri tak jauh dari posisinya berdiri, dan semua orang masih menyimak dengan seksama.


"Maka sudah ku putuskan, mulai saat ini, kepemimpinan organisasi ku serahkan pada putra tunggalku! "


Gerald menyelesaikan ucapannya dan meminta Giorgio untuk semakin mendekat dengan kode gerakan tangan,,, dengan wajah datar nan dinginnya, Giorgio berjalan mendekat ke samping Gerald, kemudian mengalihkan pandangannya ke semua orang dengan tak mengubah ekspresi raut wajahnya.


Semua anggota kini nampak berbicara dengan orang di samping mereka secara bersamaan, hingga membuat sedikit kegaduhan di ruangan tersebut.


"Hey, apa yang kalian bicarakan? "


Suara Fany menghentikan obrolan semua orang, dan seketika membuat ruangan tersebut kembali hening, Fany menaikan alis melihat sikap yang di tunjukan oleh mereka.


"Aku bertanya, kalian justru diam"


Fany mengerucutkan bibir, menatap semua orang dengan tatapan yang sulit di artikan.


*****


Hening, semua orang hening, tak ada yang bersuara.


"Apakah aku berbicara dengan patung? "


Ucap Fany lagi dengan ekspresi datar.


"Maaf Nona muda"


Seseorang dari panggilan vidio berbicara membuat Fany menoleh ke arah layar besar tersebut, sedangkan Giorgio, lelaki tersebut tak bergeming diam di tempat.


"Maaf Nona muda, apa Nona tidak akan memimpin kami lagi? dan menyerahkan keseluruhan kepemimpinan organisasi pada Tuan muda? "

__ADS_1


"Iya! "


Fany menjawab singkat, namun dapat menjawab seluruh pertanyaan yang di lontarkan oleh orang yang tersambung melalui panggilan vidio.


"Maaf ketua"


Kini seseorang yang berada di ruangan tersebut, mengangkat tangannya, Gerald menunjuk orang yang mengangkat tangannya dan mempersilahkan orang tersebut untuk bicara.


"Maaf ketua, apa ketua kedepannya tidak akan andil lagi pada organisasi ini? "


"Pertanyaan yang bagus, setelah kepemimpinan beralih pada putraku, aku tak akan lagi andil terlalu jauh di dalam organisasi, aku ingin menikmati waktuku yang tersisa di dunia ini, bermanja manja dengan istri serta keluargaku, meski begitu, aku tetap memantau organisasi dari jauh"


Gerald menjawab dengan panjang lebar, kemudian menatap semua orang yang nampak menampilkan berbagai ekspresi.


"Apa kalian menerima putraku menjadi ketua organisasi, menggantikan ku!? "


Gerald bertanya, namun dengan nada bicara yang tak ingin di bantah.


"Hormat untuk ketua! "


Ricard berteriak, membuat semua orang bersorak serentak.


"Hormat Ketua! "


Semua orang bersorak sorak meneriakkan pemimpin mereka yang baru, sementara Giorgio hanya diam tanpa ekspresi.


Gerald mendekati Giorgio dan menepuk bahu Giorgio.


"Ayah percaya padamu son! "


*****


"PERHATIAN! "


Suara Rio menggema di ruangan tersebut, membuat atensi semua orang kini tertuju pada nya.


"Mulai saat ini identitas dan organisasi kita akan di sembunyikan"


Rio menggantungkan ucapannya, dan semua orang senantiasa menunggu.


"Ini perintah pertama dari ketua, jadi kalian bisa memberikan informasi identitas kalian ke tim IT organisasi, dan akan segera di proses! "


**********


Semua orang pergi dan menjalankan perintah baru dari ketu yang baru saja di resmikan, sementara semua anggota keluarga Gabriel nampak memasuki ke sebuah ruangan.


"Duduklah! "


Gerald memerintahkan Giorgio duduk di kursi kebesarannya, Ricard dan Ben mendekat, kemudian menyerahkan 2 berkas yang Giorgio sendiri pun tak tahu apa isinya.


Ben segera menjelaskan isi dari berkas yang ia bawa, setelah melihat Giorgio yang menaikan sebelah alisnya.


"Berkas ini berisikan nama nama organisasi yang bekerja sama dengan organisasi kita"

__ADS_1


Ben membuka satu persatu lembar berkas yang ia bawa dan menjelaskan poin poin di setiap lembarnya pada Giorgio.


"Ini nama nama organisasi ataupun orang yang masuk ke dalam catatan hitam organisasi kita"


"Berkas ini berisikan nama nama orang dan organisasi ataupun perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan jasa pengawal organisasi kita"


Ricard membalikan lembar selanjutnya dan kembali menjelaskan apa isi lembar berikutnya pada Giorgio.


"Ini aset aset yang dimiliki oleh organisasi ini"


"Baiklah, terimakasih Paman, aku akan mempelajarinya nanti di rumah"


Giorgio meraih kedua berkas tersebut dan menyerahkannya pada Graceva.


"Simpan kan untuk ku"


*****


"Ayah tugasku di organisasi telah usai, bisakah aku pergi dulu menuju kampus? "


Fany berdiri dari duduknya dan melenggang pergi setelah mendapatkan jawaban dari semua orang.


"Kami percaya padamu sayang"


Guen menepuk bahu Giorgio.


"Baiklah son, kami pergi dulu, kau berkeliling lah menyatukan dengan anggota organisasi yang lainnya, dan kau akan di temani Ricard untuk berkeliling"


Gerald berdiri dan melangkahkan kaki dan diikuti oleh semua orang, tertinggal Graceva, Gabriella dan Ricard.


"Hey kalian berdua mau kemana? "


Giorgio menarik kerahasiaan bagian belakang baju Excel dan Dion, dan mendekatkan tubuh keduanya kearahnya.


"Graceva dan Gabriella kembalilah ke rumah! "


Giorgio melirik sekilas 2 perempuan tersebut dan segera melangkahkan kaki keluar dari ruangan tersebut diikuti Excel dan Dion yang hanya diam saja.


"Kak.. aku mau ikut... "


Gabriella datang dari balik tubuh Dion dan merengek di lengan Giorgio, sementara Excel dan Dion hanya menghela nafas melihatnya, sementara Graceva, kini melangkahkan kaki di samping Giorgio dengan tenang dan menerbitkan senyum tipisnya, membuat hati siapapun yang melihatnya merasakan bunga yang bermekaran di hatinya.


Giorgio yang memang dingin sedari setelan pabrik, ia tak ambil pusing dengan kedua perempuan yang kini berjalan berdampingan dengannya di sisi kanan dan kirinya.


mereka menuruni anak tangga menuju ruang bawah tanah, Ricard membawa mereka ke penjara bawah tanah.


"Mereka di tangkap karna sudah membunuh anggota kita yang berada di perbatasan negara R dan U"


Ricard menunjuk beberapa orang yang berada di dalam sebuah sel tahanan dengan wajah dan tubuh yang sudah di penuhi dengan lebam dan darah yang sudah mulai mengering.


"Dia membocorkan informasi penting organisasi"


Tunjuk Ricard lagi pada seorang perempuan yang berada di dalam sebuah sel tengah duduk meringkuk di ujung sel, namun Giorgio tak melihat satupun luka di tubuh perempuan tersebut.

__ADS_1


Giorgio melangkahkan kaki mendekati satu sel yang terdapat beberapa orang di dalamnya, yang Ricard katakan sebelumnya jika orang orang tersebut pembunuh beberapa anggota organisasi yang kini ia pimpin, seraya tangannya merogoh sesuatu dari saku celananya.


"Apa mereka sudah mengatakan siapa yang memerintahkan mereka? "


__ADS_2