Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 12


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Cafe xx


Aldo memasukan dan memarkirkan motornya.


Aldo mengajak Graceva masuk dan duduk di suatu sudut cafe itu.


Aldo membolak balikan buku menu yang di berikan pelayanan cafe.


"Mau makan apa? " Tanyanya.


"Mmm nasi goreng ceker, minumnya hot milk" Jawabnya menunjuk makanan dan minuman yang ia inginkan.


Mereka memakan semua yang mereka pesan.


Di luar cafe, semua personil triple G mafia baru sampai di cafe itu, mereka memantau apa yang dilakukan Aldo dan Graceva dari sana.


Mereka akan bertindak, jika ada pergerakan yang mungkin bisa mengancam keselamatan Nona mereka.


Di perjalanan menuju rumah Giorgio, Ecxel menghentikan laju mobilnya saat Giorgio memintanya menghentikan mobil.


"Berhenti... "


"Kenapa" Tanya Dion melirik Giorgio yang duduk di belakang.


"Tasha" Gumamnya.


"Haa tasha" Tanya Dion dan Ecxel mengerenyitkan dahi.


Giorgio terpaku menatap keluar mobil, ia yang tadi meminta Ecxel menghentikan mobilnya karena dia melihat Natasha duduk berdua dengan seorang pria di taman yang mereka lalui, bahkan ia tak mengenali pria yang duduk dengan kekasihnya itu.


Dion dan Ecxel melihat ke arah yang di lihat Giorgio.


Mereka tak kalah terkejut saat kedua manik mata mereka menatap kekasih sahabatnya itu tengah duduk dengan pria yang nampak sangat akrap.


Bahkan mereka tak mengenali pria yang duduk di samping Natasha.


"Siapa pria itu? " Gumam Giorgio dalam hati.


Giorgio menurunkan jendela sampingnya ia mempertajam indra pendengarannya.


Di taman..


"Lu punya perasaan gak sih?".


" Dia hamil karna lu".


"Lu harus tanggung jawab sama dia dan juga bayi yang ada di perut dia".


" Tapi Nat, itu hanya karna kesalahan".


"Lu harus tanggungjawab sama dia".


" Bayi itu tidak bersalah".


Natasha dan pria itu nampak berdebat.


sayup sayup Giorgio mendengar perdebatan diantara mereka.


"Jalan" ucap Giorgio meminta Ecxel kembali melajukan mobilnya.


Natasha berbalik untuk meninggalkan taman itu.


Mata Natasha membulat saat ia melihat mobil mendominasi hitam yang nampak di dalamnya ada sang kekasih.


"Giorgio" Gumamnya.


Di perjalanan Dion dan Ecxel berusaha untuk menenangkan pikiran Giorgio agar saudara mereka itu tak berpikiran macam macam dengan kekasihnya.


"Gio itu mungkin saudara atau sahabatnya" Ujar Dion menyampaikan pendapatnya.


"Ikan masih banyak di lautan broww" Seloroh Ecxel.


Dion menoyor kepala Ecxel, ia memicingkan mata menatap Ecxel.


Ecxel menyengir kuda.


Beberapa menit kemudian..


Mobil yang dinaiki Giorgio dan kedua saudaranya tiba di rumah.


Giorgio turun dan bergegas masuk ke kamarnya.


Dion dan Ecxel bersih tatap kemudian mereka menggedikkan bahu kompak.


Setelah mengusaikan makan mereka, Aldo mengantarkan Graceva pulang ke rumah Giorgio.


"Terimakasih Kak" Ucap Graceva melambai lambaikan tangan.


Graceva masuk ke rumah dan berlalu masuk ke kamar.


Giorgio keluar kamar, ia berjalan menuju ruang olahraga.


Ia sejenak menghentikan langkahnya saat indra penglihatannya menangkap dua mobil mendominasi hitam memasuki ruang bawah tanah.


"Selamat sore tuan muda" Ucap salah satu personil triple G mafia merundukkan kepala.


"Bagaimana Paman? ".

__ADS_1


Pria berpakaian serba hitam itu menyerahkan sebuah Flashdisk.


Giorgio mengambil benda itu, ia membolak balikan benda itu.


" Didalamnya ada rekaman audio percakapan dan rekaman vidio semua kegiatan mereka tuan muda" Ucap pria itu lagi menjelaskan.


"Terimakasih Paman" Jawab Giorgio membungkukkan setengah tubuhnya.


Ia kembali ke kamar lalu menaruh Flashdisk itu di laci samping ranjang.


Giorgio keluar kamar dan kembali melangkahkan kakinya ke ruang olahraga.


"Maaf nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan tut tutt tuttt" Suara operator telfon menjawab.


"Kemana sih? " Ucap gadis itu menatap ponselnya yang tak kunjung di angkat dari sebrang.


Sesampainya di rumah, Natasha langsung bergegas masuk ke kamar dan mencoba menghubungi sang kekasih.


Gadis itu ingin memastikan kekasihnya tidak salah paham dengannya.


Sedangkan Giorgio di sebrang tengah asik mengolah tubuhnya bersama Dion dan Ecxel, ia meninggalkan ponselnya di atas nakas samping ranjang.


"Oiyy lu masih kepikiran Natasha sama cowo tadi? " Tanya Ecxel penasaran.


Sedangkan Dion masih asik dengan kegiatannya namun ia tetap mendengar apa yang di ucapkan Ecxel.


Giorgio diam.


Helsinki-Vantaa Airport


Finlandia


8:40 AM


Gerrald Guwen, Alex Alya, Rio Diana, Geonino Gracia dan Bengamin.


Pesawat mereka baru saja mendarat di bandara ini, setelah melakukan penerbangan selama 26 (Dua Puluh Enam) jam lamanya.


" Melelahkan" Ujar Alya.


"Brek. Brekk.. Brekkk... '.


Derap langkah beberapa pasang kaki berpakaian serba hitam dan kekar berjalan mendekat ke arah Gerrald dan yang lainnya.


" Selamat pagi tuan, Nyonya" Ucap salah satu pria berpakaian serba hitam membungkukkan setengah tubuhnya diikuti yang lainnya.


"Selamat datang di Helsinki tuan dan Nyonya" Ucap semua pria berpakaian serba hitam serempak.


Gerrald dan yang lainnya tersenyum lalu mengangguk, namun tidak dengan Bengamin, pria itu tetap berekspresi datar tersenyum devil.


"Antar kami ke hotel xx" Titah Bengamin.


"Siap tuan"


Mereka yang sekiranya 30 (Tiga Puluh) personil itu mengantarkan Gerrald dan yang lainnya ke hotel yang sudah personil triple G mafia siapkan.


"Terimakasih" Ucap Gerrald.


Semua pria tegap dengan di balutkan pakaian serba hitam membungkukkan setengah tubuh serempak.


Gerrald dan yang lainnya masuk lift dan menuju ke kamar masing masing.


Sedangkan personil triple G mafia, masih setia mengikuti.


"Siapkan pengawal bayangan selama tuan Gerrald dan yang lainnya berada di negara ini" Titah Bengamin saat ia dan lima personil Triple G mafia tiba di depan kamarnya.


"Siap tuan".


Bengamin masuk ke kamarnya.


Gerrald setelah beristirahat sejenak, dan memastikan sang istri tenggelam dalam mimpinya, ia melangkahkan kaki keluar dari kamar dan mendapati dua personil triple G mafia berada di depan kamarnya.


Dua orang bertubuh tegap dan berpakaian serba hitam, membungkukkan setengah tubuh, saat menyadari sang pimpinan keluar dari dalam kamar.


" Dimana Ricard" Tanyanya tegas menanyakan pimpinan personil triple G mafia di negara ini.


Sejenak kedua pria berpakaian serba hitam itu saling bersi tatap.


"Maaf tuan, beliau sedang di sibukkan oleh keinginan istrinya yang mengidam aneh aneh tuan" Jawab salah satu personil menjelaskan hati hati.


Gerrald terkekeh ia tak habis pikir dengan salah satu asistennya itu.


Gimana bisa pria yang dulu anti dengan perempuan, saat ini bucin sekali dengan wanita yang saat ini menjadi istrinya.


Gerrald kembali masuk ke kamar setelah berbincang sejenak dengan kedua rekan kerjanya.


Kedua pria berpakaian serba hitam itu menghembuskan nafas lega.


Semua personil triple G mafia di negara itu sepakat menutupi keadaan Ricard yang sesungguhnya sedang di sekap oleh client mafia yang tak menyukai sepak terjang client mafia triple G.


Sebenarnya Gerrald tidak percaya begitu saja dengan apa yang di sampaikan kedua rekan kerjanya.


Karena ia melihat gerak gerik yang tak wajar dari kedua rekan kerjanya, namun ia berusaha mempercayainya karna ia tak ingin menduga duga dan berpikiran yang tidak tidak pada asisten client mafianya di negara itu.


Sekolah Indonesia..


"Giorgio.. ".


Natasha memanggil kekasihnya itu saat pria itu melintas di hadapannya.

__ADS_1


Giorgio menoleh.


"Hmmm"


Natasha mendekat lalu serta merta memeluknya.


"Kenapa? " Tanya Giorgio setelah melepaskan pelukan mereka.


"Aku mau jelasin sesuatu".


" Apa? " Tanya Giorgio.


Kemudian Natasha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di taman itu, dan apa yang mereka bicarakan di sana, ia tak ingin kekasihnya itu salah paham dengannya.


Giorgio menangkup kedua belah pipi Natasha.


"Aku percaya" Ucapnya tersenyum manis kemudian memeluknya.


Giorgio tak menampik jika ia berada di taman itu dan melihatnya, namun ia tak begitu mendengar apa yang Natasha dan pria itu bicarakan.


Saat ini keduanya nampak makan bersama di kantin.


Finlandia.


10:00 AM


Guwen terbangun dari tidurnya.


"Sayang ayo kita hubungi anak anak, aku merindukan mereka" Ujar Guwen turun dari ranjang dan duduk di sofa samping sang suami yang sedang berkutat dengan laptopnya.


Gerrald menoleh dan menaruh laptopnya di meja depan sofa.


"Telfon anak anak ya aku merindukan mereka" Rengek Guwen.


Gerrald menghela nafas.


"Kalau disini jam 10 mungkin di Indonesia jam 3"


"Udah pulang sekolah harusnya"


Gerrald menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya perlahan.


"Ajak yang lainnya juga ya" Ucap Guwen lagi.


Gerrald mengangguk.


Di Indonesia Giorgio dan yang lainnya berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang ke rumah.


"Derrrttt... Dddeerrrtttt... Dddeeerrrtttttt... ".


Ponsel Giorgio bergetar.


Giorgio melihat layar benda pipih nya, dan tercantum nama sang bunda di sana.


Ia menggeser bulat hijau dan mengangkat panggilan vidio dari bundanya itu.


" Halooo".


Sahut dari sebrang telfon setelah ia mengangkatnya.


Giorgio terkesiap saat mendapati kedua orang tuanya dan yang lainnya berada dalam panggilan vidio tersebut.


"Hay ayah bunda paman bibi" Ujar Giorgio menyapa semua orang yang ada di sebrang telfon.


"Mana Ecxel? ".


" Mana Dion? ".


"Mana Graceva? ".


" Mana Geofany dan Gerraldine? ".


Tanya semua orang paruh baya dari sebrang telfon secara beruntun.


" Apa tidak ada yang merindukanku? " Tanyanya dengan nada merajuk.


Seketika semua orang di sebrang telfon terdiam.


"Ooo sayang bunda merindukanmu" Ujar Guwen tersenyum lebar.


Giorgio mengarahkan kamera ponselnya ke wajah Graceva yang duduk di sampingnya lalu ke wajah Ecxel yang duduk di samping kemudi kemudian tak lupa ia mengarahkan kamera ponselnya ke wajah Dion yang tengah mengemudi.


"Geofany sama Gerraldine mana? " Tanya Guwen yang tak melihat kedua putrinya di sana.


"Kak Fany sama Gerraldine gak bareng kita bun"


"Tuttt tuuttttt tuuutttttt".


Suara sambungan terputus dari laptop Gerrald.


Giorgio menghela nafasnya.


" Ponselku habis batrai" Ujarnya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Sesampainya di rumah, Giorgio bergegas masuk ke kamar dan mencars ponselnya agar bisa segera menelfon bundanya kembali.


Sedangkan Dion Ecxel dan Graceva tengah berbicara di telfon dengan orang tua masing masing.


<<<<>>>>

__ADS_1


__ADS_2