Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 45


__ADS_3

Graceva POV


"Selamat pagi semua" ku sapa semua orang yang sudah berada di meja makan, lalu ku tarik satu kursi untuk ku duduki dan ikut bergabung dengan yang lainnya, tak lupa ku ambilkan piring dan meletakkan-nya di hadapan Kak Giorgio, dan meletakkan beberapa potong roti yang sudah ku olesi selai coklat kacang di atas piring tersebut.


"Pagi" semua orang yang berada di sana berucap bersamaan.


"Terimakasih" Kak Giorgio menoleh pada ku, dan mulai memakan roti yang sudah ku siapkan untuknya ke dalam mulut.


Ku terbitkan senyuman termanis ku, Aku senang melihat Kak Giorgio yang memakan roti hasil maha karyaku dengan lahap, Aku pun menikmati roti yang sudah ku olesi dengan selai kacang, sembari sesekali Aku melirik pada Kak Giorgio.


"Kau sudah siap Gio? " Tiba-tiba ayah Gerrald berucap setelah kami semua menyelesaikan makan.


"Hmm" ku lihat Kak Giorgio menganggukkan kepala meski nampaknya dengan sedikit malas.


"Baiklah, mari bersiap" ucap Ayah Gerrald lagi, beranjak pergi bersama Bunda Guwen, menuju mobil yang sudah siap di depan, dan di ikuti Bengamin, yang memang sedari tadi sudah menunggu di depan rumah.


Aku dan Kak Giorgio beranjak meninggalkan meja makan keluar rumah, sedangkan Gerraldine kembali ke kamarnya, sedangkan Kak Fany,, Aku tak tahu dimana keberadaan nya, sebab sedari tadi, kami tak melihat Kak Fany berada di rumah, Jujur kami tidak tahu, akan pergi kemana papgi ini.

__ADS_1


***


Autor POV


"Mau ikut? " Gerrald bertanya pada sang istri yang sibuk bergelayut manja di lengan kokoh nan nyaman milik sang suami.


"Tidak" sahut Guwen cepat.


"Tapi, apa perlu Gio juga ikut dengan clien milik mu itu sayang? " tanya Guwen lagi.


Gerrald mengelus pucuk kepala sang istri dan mengangguk, "Mau bagaimana pun, Giorgio putra tunggal kita sayang, toh aku yakin, Giorgio bisa mengganti kan ku dan membantu Fany sayang"


Gerrald mengangguk pasti, lalu merangkul Guwen dan mengecup bibir ranum wanita itu, tak lupa menyesapnya dan mulai menikmati bibir itu, namun tak lama, istrinya itu melepas ciuman mereka.


"Modus" Guwen berdecak sembari bibirnya mengerucut sebal.


"Hahahaha" gelak Gerrald.

__ADS_1


"Hmmm"


Daheman seseorang membuat gelak tawa Gerrald terhenti seketika, dan kembali memasang ekspresi datarnya.


"Pergilah, dan kembali dengan selamat" Guwen berucap, dan bergegas kembali masuk rumah, saat matanya melihat anak dan menantunya tengah berjalan kearah tempat mereka saat ini.


"Sudah siap? " Gerrald bertanya, pada anak dan menantunya yang baru saja keluar rumah, padahal matanya dapat melihat, jika kedua orang yang ia tanya itu nampak sudah siap.


Namun, belum sempat orang yang ia tanya menjawab, pria baya itu memilih masuk kedalam mobil, mengambil posisi duduk di samping kemudi.


Graceva dan Giorgio menyusul Gerrald masuk kedalam mobil, Bengamin segera melajukan mobil membawa mereka membelah jalanan, yang sudah ramai dengan lalu lalang orang, baik yang berjalan kaki, maupun berkendara.


Tak lama mobil itu melaju, 20 (Dua Puluh) menit kemudian, mobil itu berhenti di pelataran sebuah bangunan bertingkat 3 (Tiga) dengan bercat dasarkan hitam dan abu abu, memancarkan aura gelap dan menakutkan.


Mereka turun, dan melangkah pelan masuk kedalam bangunan tersebut, kedatangan mereka disambut oleh Ricard, yang memang sudah menunggu kedatangan mereka sedari tadi.


"Selamat Pagi Tuan, Nona" Ricard membungkukkan setengah tubuhnya, lalu mengantarkan atasannya ke ruang pertemuan, yang sudah di penuhi oleh banyak orang, mata Graceva mengedar keseluruh penjuru ruangan tersebut, keningnya mengernyit melihat 1 (Satu) monitor besar di tengah tengah ruangan tersebut, dan menampilkan beberapa gambar dari beberapa tempat berbeda, ia tak tahu dari mana asal gambar tersebut.

__ADS_1


...****************...


...Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote ya!...


__ADS_2