Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 60 | Mah Pah, aku rindu


__ADS_3

Malam itu Giorgio dan Graceva berbelanja kebutuhan mereka selama di apartment di supermarket di lantai dasar apartment itu.


"Malam ini mau makan apa kak? ”


Graceva bertanya pada Giorgio, matanya mengedar melihat bahan-bahan makanan yang berada di troli barang belanjaannya, mereka saat ini sudah kembali ke apartment, namun Giorgio belum memberikan jawaban, Graceva meletakan belanjaannya ke dalam lemari pendingin.


"Nasi goreng bagaimana? ”


Usul Giorgio, Graceva tersenyum dan mengangguk, Graceva segera memasak nasi goreng, dan langsung menyajikannya pada dua piring untuknya dan Giorgio kemudian meletakkannya di atas meja makan, Giorgio sibuk membuat minuman untuk mereka minum dan juga meletakkannya di atas meja makan.


"Selamat makan"


Keduanya tersenyum mendengarkan perkataan satu sama lainnya, mereka makan dengan tenang, tak ada pembicaraan di tengah-tengah mereka, hanya sesekali terdengar suara sendok dan garpu yang bersinggungan dengan piring.


"Minuman ini enak kak"


Graceva meminum minuman yang di buat Giorgio dengan mata berbinar.


"Boleh ku tahu bagaimana cara membuatnya kak? ”


Giorgio nampak tersenyum tipis mendengar pertanyaan Graceva, kepalanya nampak mengangguk pelan sebagai jawaban.


"Biar aku saja yang mencuci semuanya"


Cegah Giorgio yang melihat Graceva hendak membawa semua piring dan gelas kotor mereka, Giorgio menganggap jika ini giliran tugasnya untuk membersihkan alat-alat kotor yang digunakan Graceva untuk memasak, Graceva hanya tersenyum dengan perbuatan Giorgio.


"Kamu sudah bilang pada orang tuamu, jika kini kita tinggal di sini Grace? "


Tanya Giorgio, kini mereka duduk berdampingan di sofa ruang keluarga, tangan Giorgio memegang remote televisi, dan jarinya bergerak memindah - mindah tayangan televisi, Graceva duduk di sampingnya yang sedang melihat tayangan televisi yang di pindah-pindah Giorgio.


"Sudah, tadi ku kabari mereka begitu kita tiba di apartment ini, dan mereka bilang secepatnya akan berkunjung kesini, setelah menyelesaikan pekerjaan papah di luar kota usai"


Jawab Graceva dengan pandangan yang masih tertuju pada tayangan televisi, yang kini menayangkan sebuah drama Korea bergenre action, kebetulan yang merupakan genre kesukaan mereka.


Pukul 20.21


Tiba-tiba Graceva berdiri dari sofa, meninggalkan Giorgio dan televisi yang masih menyala menayangkan film action, namun beberapa saat kemudian, ia kembali membawa buku dan alat tulis, hal itu menjadi pusat perhatian Giorgio beralih padanya.


"Hendak belajar Grace? ”


Dahi Giorgio berkerut melihat Graceva yang kembali duduk di sebelahnya dengan memegangi buku dan alat tulis, Giorgio berpikir jika Graceva hendak belajar.


" Iya kak"


Jawab Graceva santai, seutas senyum terukir dari bibir tipisnya.


"Yasudah, televisinya akan ku matikan"


"Jangan kak, tidak usah"

__ADS_1


Cegah Graceva yang langsung merebut remote televisi dari tangan Giorgio sebelum televisi di matikan.


"Kamu tidak akan terganggu jika televisi masih menyala Grace? "


"Tidak kak"


Graceva menjawab santai dengan tak memudarkan senyuman dari bibirnya.


...----------------...


Kamis pagi, 18 Mei 2023...>>>


Hari ini Graceva tak ke sekolah, karena tanggal merah, namun ia tetap saja bangun di pagi hari, ia hendak kembali tidur sebenarnya, namun ia teringat jika saat ini ia hanya tinggal bersama Giorgio, yang mana ia harus melayani Giorgio untuk memaksakan makanan dan beberes apartment.


Graceva menggosok gigi dan mencuci muka, setelahnya ia merapihkan kasur tempatnya tidur dan Giorgio, terlihat Giorgio masih asik tidur mengarungi mimpinya, Graceva mengukir senyum, Graceva kembali melanjutkan aktivitasnya membereskan apartment, kemudian memasak untuk nya dan Giorgio makan hari ini, pagi ini Graceva memasak olahan ikan kalengan, di campur dengan bahan-bahan lainnya, seperti bakso, dan tempe, kebetulan ada bahan tersebut yang dapat di buat dengan cepat, ditambah Graceva melihat tanggal kadaluarsa pada ikan kalengan tersebut yang sudah dekat, membuatnya untuk sesegera mungkin memasak bahan makanan ikan kalengan tersebut.


Graceva mencuci semua alat masaknya, kemudian menyajikan semua masakannya di atas meja makan, lengkap dengan dua gelas susu hangat sebagai teman makan pagi hari ini.


"Semoga dia suka"


Graceva mengusap kedua telapak tangan, kemudian melangkah kembali menuju kamar untuk membangunkan Giorgio.


"Kak bangun kak"


Graceva menggoyang-goyangkan tubuh Giorgio perlahan, namun tak ada respon, kembali Graceva menggoyang-goyangkan tubuh Giorgio.


"Kak bangun"


Cup😘


Tanpa aba-aba Giorgio menarik tengkuk Graceva, dan langsung mencuri sebuah ciuman dari Graceva, lidahnya mulai bermain memaksa masuk, mengabsen setiap inci rongga mulut Graceva, tak ada yang terlewatkan satu jengkal pun"


"Seperti itu jika ingin membangunkan ku Grace"


Senyum kemenangan terukir di bibir Giorgio, ibu jarinya bergerak mengusap bibir basah milik Graceva karena ulahnya, sementara Graceva ia di buat sesak nafas, dan kini hatinya merasa dongkol, langsung saja Graceva berlalu menuju meja makan di lantai bawah, meski dongkol dengan perbuatan Giorgio, namun ia menerbitkan senyum di bibirnya.


"Makan apa kita pagi ini Grace? ”


Giorgio datang dengan wajah yang sudah segar, sepertinya ia baru saja usai mandi.


" Lihatlah"


Jawab Graceva sedikit ketus, ia masih sedikit sebaliknya dengan perbuatan Giorgio tadi, sementara Giorgio tersenyum tipis.


"Itu tips untuk membangunkan ku Grace, dan juga sebuah morning kiss"


Graceva melirik sinis pada Giorgio, mereka makan dengan suasana yang kian hangat, Giorgio yang sudah mulai bersikap hangat pada Graceva, begitupun Graceva yang nampaknya sudah mulai bisa ber-manja-manja dengan Giorgio.


Ting tong... ting tong...

__ADS_1


Suara bel pintu apartment berbunyi, sejenak menghentikan makan Giorgio yang langsung melihat dari layar di depan pintu, namun tidak ada orang di sana, mungkin hanya orang iseng, pikir Giorgio dan kembali melanjutkan makannya, namun suara belum kembali terdengar, dan hasilnya sama seperti tadi tak ada orang yang terlihat berdiri di depan pintu apartment, membuat Giorgio geram, baru Giorgio hendak memasukan satu suapan ke dalam mulutnya, bel kembali berbunyi.


"Biar aku saja yang melihatnya kak"


Graceva beranjak, dan langsung membuka pintu apartment ya tanpa melihat terlebih dahulu dari layar di depan pintu.


"Mah Pah"


Pekik Graceva bahagia melihat kedua orangtuanya datang, Graceva langsung memeluk mereka dan mempersilahkan mereka masuk.


"Giorgio, bagaimana kabarmu? ”


Suara seseorang yang sangat di kenali Giorgio memanggil namanya, membuat kegiatan makannya terhenti, kemudian bangun dan melihat ke arah suara yang memanggil namanya, yang ternyata kedua mertuanya.


" Mah, Pah"


Giorgio mencium kedua tangan mertuanya dan mempersilahkan mereka untuk duduk di kursi meja makan, Graceva duduk di antara kedua orangtuanya, senyum manisnya tapi pernah luntur dari bibirnya, terlebih setelah kejahilan Giorgio padanya yang membuat Graceva sedikit murung, kini Giorgio dapat kembali melihat senyum manis dari bibir Graceva.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku Giorgio, bagaimana kabar kalian? ”


Tanya Wilson kepda Giorgio dan Graceva yang duduk di sebelahnya, tangannya bergerak mengusap-usap puncak kepala Graceva.


" Kami naik Pah"


jawab Giorgio singkat, dengan senyum tipis di bibir.


"Syukurlah"


Jawab Wilson dan Gracia bersamaan.


"Sepertinya kalian sedang makan? ”


Tanya Gracia yang melihat dua piring di atas meja makan.


" Iya Mah"


Jawab Giorgio dan Graceva bersamaan, membuat Wilson dan Gracia tersenyum penuh makna.


"Sepertinya kedatangan kita mengganggu mereka Mah"


Wilson menyikut lengan Graceva, matanya berkedip-kedip genit.


"Tidak Mah, Pah"


Sergah Giorgio agar kedua mertuanya tak salah paham.


"Justru kami senang, Mamah dan Papah mau berkunjung kemari, terlebih Graceva"


Giorgio menaik turunkan alis pada Graceva, seolah memintanya untuk bekerjasama.

__ADS_1


"Tentu, Mah Pah, aku rindu"


...****************...


__ADS_2