Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
S2 #9


__ADS_3

"Papah" Qiana menepuk-nepuk mulut Giorgio sambil memanggil-manggil Papah.


Giorgio yang merasa terganggu, Giorgio perlahan mulai membuka matanya, "Eh" Giorgio terbangun dan meraih tangan mungil Qiana, dan membawa Qiana untuk menaiki tubuhnya.


"Hahahaha" Qiana tertawa-tawa memandangi Giorgio.


Giorgio beranjak duduk, Giorgio melirik ke arah Graceva yang masih tertidur, kemudian Giorgio beralih pada jam digital di atas nakas.


"Jam 5 sore"


Giorgio memangku Qiana, tangannya bergerak mengambil ponsel Graceva yang berada di atas nakas, dan mulai menyalakannya, Giorgio tersenyum melihat wallpaper yang terpasang di layar kunci ponsel Graceva, foto dirinya dengan Graceva saat pertama kali pindah ke apartment.


Giorgio membuka aplikasi youtube, untuk mencari panduan memandikan anak seusia Qiana, setelah memahami betul panduan yang di tontonnya, Giorgio kembali meletakan ponsel Graceva ke atas nakas, Giorgio menggendong Qiana dan mulai melangkah menuju lemari besar untuk mencari pakaian untuk Qiana, setelah mempersiapkan semua kebutuhan Qiana, Giorgio segera membersihkan tubuh Qiana, dan kembali keluar dari kamar mandi setelah Qiana usai di mandikan, Giorgio mendudukkan Qiana di atas tempat tidur.


"Sebentar ya" Giorgio mengelus lembut kepala Qiana.


Giorgio melirik Graceva yang masih lelap tertidur, Giorgio melirik jam digital di atas nakas yang sudah menunjukan pukul setengah enam sore, Giorgio beranjak mengambil minyak dan bedak bayi dari atas meja rias, dan segera memakaikannya ke Qiana.


Cup


Giorgio menciumi Qiana, membuat Qiana tertawa-tawa.


"Ayo bangunkan Mamah" Giorgio kembali menggendong Qiana, dan kembali mendudukkannya, di sebelah Graceva, dan Qiana mulai membangunkan Graceva yang membuat Giorgio tersenyum, melihat bagaimana cara Qiana membangunkan Graceva.


"Mamah Ma mah" Qiana menepuk-nepuk mulut Graceva dan sambil memanggil-manggil Mamah.


Cup

__ADS_1


Karena Graceva tak kunjung terbangun, tak kehabisan akal, Qiana menciumi pipi Graceva untuk membangunkannya.


"Uhh iya sayang" Graceva mulai membuka matanya.


"Kerja bagus" Giorgio mengacungkan ibu jarinya pada Qiana, Giorgio kembali menggendong Qiana.


"Kalian sudah bangun? " Graceva beranjak duduk, dan merapihkan rambutnya, lalu melihat Giorgio yang sedang menggendong Qiana, terlihat sebuah senyuman terukir di bibir tipisnya, namun tak lama berselang, mata Graceva membulat melihat jam digital di atas nakas yang sudah menunjukan pukul setengah enam sore,


"Qiana sayang ayo kita mandi" Giorgio beranjak berdiri dan merentangkan tangannya, bersiap untuk menggendong Qiana.


"Sudah ku mandikan" ucap Giorgio sambil mendekatkan tubuh Qiana ke Graceva.


"Hmm sudah wangi" ucap Graceva tersenyum.


"Mau mengajak ku mandi bersama Grace? " Graceva menaikan sebelah alisnya, dan mengedipkan sebuah mata menggoda Graceva, membuat pipi Graceva bersemu merah, dan tak menghiraukan godaan Giorgio, dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Haha, Mamah mu lucu" Giorgio tertawa kecil, sambil menciumi kening dan pipi mulus Qiana.


"Kamu mandilah Kak" Graceva mengambil alih Qiana ke gendongannya.


"Sudah ku siapkan air hangat untukmu" ucap Giorgio lagi, sambil berjalan menggendong Qiana menuju meja rias, sedangkan Giorgio segera masuk ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri.


Di ruang makan...


Gerald, Guen, Gabriella, Geraldine, Wilson, Gracia, Rio beserta keluarganya, dan Alex beserta keluarganya, sudah duduk berkumpul di meja makan, tadi saat Giorgio dan Graceva pergi ke kamar, Gerald dan Guen mengabarkan pada keluarganya yang lain, untuk berkumpul di rumah utama keluarga Gabriel.


"Boleh tolong panggilkan Giorgio dan Graceva? " Gerald mengajukan pertanyaan pada Guen.

__ADS_1


"Hmm" jawab Guen mengangguk, dan langsung berjalan menuju kamar Giorgio dan Graceva.


Tok.. tok.. tok..


"Giorgio, Grace, ayo kita makan malam bersama sayang" Guen mengetuk pintu kamar, sambil memanggil anak dan menantunya.


"Iya Bun" jawab dari dalam kamar.


Giorgio dan Graceva keluar dari kamar, Guen segera mengambil alih Qiana dari gendongan Graceva, dan berjalan lebih dulu menuju ruang makan, di susul Giorgio dan Graceva yang berjalan santai di belakang Guen.


"Giorgio" Dion dan Excel beranjak dan mendekati Giorgio lalu Dion memeluk Giorgio, sementara Excel bergelayut di leher Giorgio, membuat semua orang tertawa melihat tingkah mereka.


"Sudah-sudah ayo sini, Giorgio, Dion, Excel" suara Gerald menghentikan tawa semua orang, Giorgio, Dion dan Excel patuh, mereka kembali duduk di tempat sebelumnya, sementara Giorgio duduk di sebelah Graceva.


"Syukurlah, kamu kembali dalam keadaan baik" Wilson berbicara setelah Giorgio mendudukkan tubuhnya.


Giorgio segera kembali berdiri, dan langsung berjalan mendekati Wilson, dan tak lupa mencium punggung tangan kedua mertuanya.


"Syukurlah Mah, Pah, aku yakin itu tak terlepas dari doa semua orang untuk ku" balas Giorgio, dan kembali duduk di sebelah Graceva, dan makan malam bersama mereka pun segera di mulai.


Saat ini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga, Giorgio sedang menceritakan semua hal yang terjadi padanya saat selama berada di negara kecil tersebut.


"Kerja bagus" Gerald, Wilson, Rio dan Alex berbicara bersamaan dengan mengacungkan ibu jari ke arah Giorgio.


"Ganas" seloroh Excel sambil menampilkan wajah bergidik ngeri.


Semua orang masuk ke dalam kamar masing-masing setelah berbincang hangat hingga pukul sepuluh malam, Gerald melarang semua orang untuk pulang, pada akhirnya Gerald meminta semua orang untuk menginap.

__ADS_1


"Qiana malam ini bersama kami" Guen dan Gerald masuk ke dalam kamar, dengan membawa Qiana bersama mereka, Gerald mengeluarkan kepalanya, dan mengedipkan sebelah matanya dan kembali masuk ke dalam kamar.


...****************...


__ADS_2