Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 50 | Kembalinya Gabriella 3


__ADS_3

Guwen mengantarkan Gabriella ke kamarnya, agar perempuan tersebut dapat beristirahat.


*****


"Lex, kemarilah, ajak anak istrimu, serta keluarga adikmu, Gabriella kembali! "


"Heyy... Dimana? "


Tut.. Tutt... Tuttt...


Namun belum usai Alex menyelesaikan ucapannya, terdengar suara nada panggilan yang diputus sepihak.


"Hiss, menyebalkan! "


Alex mengumpati sikap sang Kakak yang semena mena memutuskan panggilan secara sepihak.


Guwen melangkahkan kaki menuju ruang keluarga, menghampiri sang suami yang masih duduk santai di sofa seraya matanya terfokus pada benda pipih yang berada di tangannya.


**********


Kediaman Alexander Christian Gabriel


**********


"Ada apa? "


Alya menautkan kedua alisnya, melihat sang suami yang kembali setelah mengangkat telfon dari seseorang, dan nampaknya pria baya tersebut tengah kesal.


"Kak Gerald meminta kita datang"


Ucap Alex dengan bibir yang mengerucut.


"Yasudah, ayo kita bersiap, untuk memenuhi undangan Kakak Ipar"


Alya tersenyum seraya menatap sang suami, yang masih nampak tampan sedari dulu.


"Memangnya, kita akan menemui Kak Gerald dimana? "


Alya mengerutkan kening mendengar ucapan sang suami yang membuatnya bertanya tanya.


"Memangnya, Kakak ipar tidak memberi tahu, dimana kita akan menemuinya? "


Alya bertanya pada sang suami yang masih dengan mengerucutkan bibir yang membuat wanita baya tersebut terkekeh.


Alex menggedikkan bahu sebagai jawaban, membuat Alya menghela nafas.


Setelahnya mereka kembali menuju ruang keluarga, menemui Rio dan Diana, yang memang sedari tadi ada di kediamannya.


Alya meletakan nampan berisi cemilan dan minuman yang ia bawa dari dapur di meja di hadapan Rio dan Diana.


"Rio, Kakak meminta kita untuk menemuinya! "


Alex akhirnya mengatakan pesan dari sang Kakak yang menyebalkan menurutnya.


"Baiklah! "


Jawab Rio, singkat padat dan jelas.


**********

__ADS_1


Kediaman Keluarga Gabriel...


Pukul 17 00 Wib.


**********


Giorgio membuka matanya perlahan, lalu duduk, kemudian matanya beralih pada jam digital di atas nakas, yang kini sudah menunjukan pukul 5 (lima) sore.


Laki Laki tersebut menurunkan kaki di lantai, kemudian berjalan masuk ke kamar mandi hendak membersihkan tubuhnya, tanpa memperhatikan sekelilingnya.


Aaaaaaaaaaaa.. terdengar suara teriakan saat Giorgio masuk ke dalam kamar mandi, yang membuat lelaki tersebut terkejut, dengan langkah cepat, Giorgio membekap mulut perempuan yang berteriak, tak lain adalah Graceva, Giorgio membekap mulut Graceva dengan kedua tangannya.


"Jangan berteriak!, maaf aku tak tahu jika ada kau di dalam sini"


Giorgio berbisik, masih dengan posisi tangan yang membekap mulut Graceva, sembari matanya melirik pintu kamar mandi yang belum tertutup dan segera menutupnya lalu menguncinya, khawatir suara teriakan Graceva akan terdengar hingga keluar kamar.


Setelah dirasa Graceva sudah mulai tenang, Giorgio melepaskan bekapan tangannya dari mulut Graceva, tanpa merasakan mlau dan bersalah, Giorgio melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos, lalu mandi di bawah guyuran shower , sementara Graceva ia berendam di dalam bathtub, ia melongo melihat Giorgio yang nampak cuek dengan tubuh polosnya, dan seakan tak berpikir jika tak ada orang lain di sana.


Namun matanya terpaku pada tubuh Giorgio yang nampak menawan dengan guyuran shower yang menerpa tubuh laki - laki tersebut.


Sesaat kemudian, Graceva tersadar dari pikirannya, kemudian keluar dari dalam bathtub, dan melangkahkan kaki menuju toilet, kemudian membuka penutup toilet dan mendudukkan bokongnya di sana dan segera menuntaskan hajatnya.


Giorgio melirik sekilas pada Graceva dan menghembuskan nafas kasar, namun ia tak ambil pusing, dan kembali melanjutkan aktifitas membersihkan tubuh dengan guyuran shower.


Sebenarnya bisa saja Giorgio menyudahi mandinya, namun ia ingin menjaga Graceva, khawatir perempuan tersebut mendapatkan masalah di kamar mandi, meskipun belum ada cinta di hatinya untuk Graceva, ia sudah mulai merasa nyaman dan terbiasa dengan kehadiran Graceva di kehidupannya.


Benar saja, tak lama kemudian nampak Graceva hampir terjatuh karna lantai yang licin, dengan spontan Giorgio memeluk erat tubuh Graceva.


"Apa kau baik baik saja? "


Giorgio membolak balikan tubuh Graceva, nampaknya lelaki tersebut memastikan keadaan Graceva, nampak jelas raut khawatir wajah Giorgio.


Graceva berucap seraya membenarkan posisi berdirinya yang tadi sempat sedikit terhuyung.


Setelah mendengar jawaban Graceva, tanpa sadar Giorgio semakin mempererat pelukannya pada Graceva, membuat perempuan tersebut merasa sesak.


**********


Ruang Keluarga...


**********


"Tuan Nyonya, permisi, Tuan Alex, Tuan Rio, beserta anak istrinya sudah datang Tuan, Nyonya"


Dona datang dari pintu utama, dan menyampaikan keperluannya menemui Gerald, Guwen, beserta 3 putrinya yang tengah berbincang di ruang keluarga.


Dona berlalu kembali melanjutkan pekerjaannya, dan mempersilahkan para tamu tuannya masuk.


Setelah kepergian Dona, dapat mereka melihat tamu mereka yang sedari tadi sudah mereka tunggu akhirnya datang juga.


"GABRIELLA! "


Dion dan Excel berlari menghampiri Gabriella, lantas memeluknya erat, hingga tubuh Gabriella tertutupi tubuh kekar kedua lelaki tersebut.


"iihhh.. lepaskan! kalian ingin membunuhku? "


Bukannya senang, perempuan tersebut justru marah, karna kedua lelaki tersebut membuatnya sulit bernafas, namun mungkin jika sang kembaran sudah mengetahui kepulangannya, ia akan menyambut kedua lelaki tersebut dengan bahagia dan tangan terbuka.


"Kami sangat merindukanmu sayang! "

__ADS_1


Excel mengerlingkan mata, dengan satu tangannya terulur menoel dagu Gabriella, sementara Gabriella menatap tajam Excel, Dion hanya menggeleng melihat interaksi kedua orang tersebut, memang sedari dulu kedua orang tersebut tak dapat akur jika bertemu, seolah mereka adalah Air dan Api, yang tak akan pernah dapat bertemu, setelahnya mereka melanjutkan perbincangan mereka.


"Sore semuanya! "


Suara Graceva menyapa semua orang yang berada di ruang keluarga, membuat semua orang berhenti sejenak dari perbincangannya, dan mengalihkan pandangan mereka pada sepasang anak manusia beda gender yang baru saja datang dari kamar.


Gabriella menoleh dan matanya langsung tertuju pada sosok tampan yang berdiri di samping seorang perempuan dengan wajah datar.


Tanpa sengaja, manik matanya bertemu dengan manik elang lelaki yang sangat ia kenal dan rindukan, Giorgio terpaku menatap perempuan yang juga tengah menatapnya.


"Gea"


Giorgio membatin, masih terus dengan menatap lekat perempuan yang ia kira adalah adik kembarannya.


"Apa itu kau sayang? "


Giorgio bergumam lirih, namun masih dapat di dengar semua orang, termasuk Graceva yang berdiri di sebelahnya.


Tanpa banyak berpikir, Giorgio segera berlari, dan mendekap erat tubuh adik kembarannya, setelahnya menciumi wajah Gabriella.


"Aku merindukanmu sayang! "


"Aku pun merindukanmu Kak! "


Gabriella mulai terisak dalam pelukan Giorgio.


Excel mendengus melihat interaksi kedua saudara kembar tersebut.


"Kau tak adil Ge"


Ucapan Excel membuat sepasang anak kembar yang tengah melepas kerinduan, melepaskan pelukan mereka, dan memusatkan pandangan pada Excel, begitupun semua orang yang di sana.


"Apa maksudmu Excel? "


Gabriella mengerutkan kening melihat Excel yang aneh menurutnya.


"Tadi kami memelukmu, kau meronta, sementara sekarang, Giorgio bisa memelukmu, bahkan menciummu"


"Lalu kau mau apa? "


Gabriella yang tadi sempat bersedih, kini justru nampaknya perempuan tersebut tersulut emosi.


"Mau ku cium juga? "


Cibir Gabriella menatap tajam Excel, hal itu berhasil membuat Excel yang tadi mengerucutkan bibir, menjadi menunduk sebab melihat aura pembunuh yang menyeruak dari mata perempuan tersebut.


"Hmm"


Daheman Graceva berhasil membuat semua orang memusatkan pandangan pada perempuan tersebut.


"Maaf Ayah, Bunda, Paman Bibi, Kak, Dik, bolehkah aku izin makan malam lebih dulu?, perutku sudah kelaparan"


Graceva memegangi perutnya yang merasa keroncongan, tak lama kemudian terdengar suara dari perut Graceva, sontak semua orang tertawa terbahak bahak, sementara Graceva hanya menyengir kuda, seraya tangannya menggaruk tengkuk yang tak gatal.


"Oh ya Sayang, kenalkan ini Graceva, istri Giorgio, dan sayang kenalkan ini Gabriella, kembaran Giorgio, mereka sudah 3 tahun terpisah, karna Gabriella memilih sekolah di luar negeri"


Guwen memperkenalkan Graceva pada Gabriella, begitupun sebaliknya, Wanita paruh baya tersebut pun menjelaskan jika kedua anak kembarnya sempat terpisah karna Gabriella memilih bersekolah di luar negeri, meskipun ceritanya tak sepenuhnya benar, karna kan Gabriella pergi karna kesalahan pahaman di masa lalu.


Gabriella tersenyum melihat keluarganya yang nampak bahagia akan kepulangannya, ia sebelumnya berpikir jika ia tak akan di terima kembali oleh keluarganya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2