Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 24


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


"Payah lo, gitu aja kalah" Cibir Dion menoyor kepala Ecxel.


"Lo sih Gio gak mau ikut balap" Ucap Ecxel menyalahkan Giorgio.


Giorgio melirik sekilas kemudian menaikan bahu, " Yuk balik" Ucap Giorgio seraya melangkah berjalan keluar dari area drag race menuju tempat parkir.


"Cie yang mau malam pertama" Ledek Ecxel, menyolek dagu Giorgio.


Giorgio bergeming.


Saat ini hari sudah berganti malam, beberapa jam yang lalu ketiganya pergi ke drag race, setelah Giorgio menyelesaikan pekerjaan nya.


"Gio lo yakin dengan pernikahan lo sama Graceva? " Tanya Dion hati hati, saat ini mereka tampak berjalan keluar dari area drag race menuju tempat parkir.


Giorgio menggedikkan bahu sebagai jawaban.


"Gue berharap lo bisa melupakan masa lalu lo, dan bukalah lembaran baru di hidup lo" Ecxel berucap menepuk kuat punggung Giorgio.


"Tumben bijak" Cibir Dion.


"Lagi pula, Graceva gak kalah cantik" Ucap Ecxel lagi.


Seketika Giorgio teringat dengan punggung putih nan mulus sang istri, "lo bener, gue akui dia memang cantik" Gumamnya pelan, namun masih dapat di dengar Dion dan Ecxel.


Dion dan Ecxel saling bersih tatap, kemudian tersenyum penuh arti.


Ketiganya berpisah di sana.


Giorgio masuk ke rumah setelah memarkirkan mobilnya di garasi depan rumah.


Rumah tersebut sudah tampak sepi, sudah dapat di pastikan para penghuni rumah tersebut sudah terbang ke alam mimpi.


Giorgio berjalan perlahan masuk ke dalam rumah, langkahnya terhenti saat melewati ruang tengah.


Manik elangnya menangkap seorang gadis cantik tertidur terduduk di sofa dan banyak berjajar makanan di atas meja depan sofa tersebut.


"Paman Ben" Pria itu berucap saat sang asisten ayahnya melintas.


Ben menoleh kemudian sedikit menunduk, "Malam tuan muda".


" Ayah sudah pulang? ".


" Sudah".


"Sejak kapan gadis itu tertidur di sini? " Giorgio melirik Graceva.


"Maaf tuan muda, saya kurang tau, tadi ketika saya dan tuan Gerrald tiba, nona Graceva sudah tertidur di sofa tuan muda" Jawab Bengamin.


"Paman tolong panggilkan mbak untuk memanaskan semua makanan yang ada di meja, kemudian bawa ke kamar ku" Pinta Giorgio.


Bengamin memanggil beberapa pelayan untuk mengambil dan memanaskan makanan di atas meja, lalu membawanya ke kamar tuan mudanya.


Sementara itu, Giorgio merunduk dan mensejajarkan tubuhnya dengan sang istri, tangannya ter-ulur untuk menyingkirkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah cantik itu.


Giorgio melafazkan sebuah doa, " Tuhan jika memang gadis ini jodohku, dekatkanlah kami, tumbuhkan lah rasa cinta dan rasa saling mengasihi di tengah - tengah kami".


Dengan gerakan perlahan dan hati - hati, Giorgio menggendong tubuh ramping itu dan membawanya ke kamar, lalu merebahkan tubuh ramping itu di atas ranjang dengan perlahan.

__ADS_1


Tak lama pintu kamar di ketuk dari luar.


Giorgio membuka pintu tersebut dan mempersilahkan beberapa pelayan masuk, lalu menghidangkan makanan yang sudah mereka panaskan di atas meja samping tempat tidur.


Giorgio duduk, lalu menyuapi bakso ke dalam mulutnya, " Hmm enak".


"Ini yang masak mbak? " Tanyanya pada salah satu pelayan yang baru saja meletakan 1 gelas susu hangat.


"Bukan tuan muda" Sahut pelayan itu.


"Bunda? ".


" Bukan tuan muda".


"Terus siapa yang masak? " Tanyanya kesal, sebab ia merasakan jika makanan ini tak seperti biasa yang para pelayan masak.


"Nona Graceva yang masak tuan muda" Jawab pelayan itu kemudian berpamitan meninggalkan kamar tersebut.


Giorgio melirik Graceva yang tertidur di atas ranjang king size di hadapannya, " Aku tak menyangka dia bisa memasak, dan se enak ini" Batin Giorgio.


Graceva menggeliat, tak lama gadis itu terbangun sebab indra pendengarannya sedikit terganggu dengan suara riuh yang entah dari mana suara itu berasal.


Sejenak gadis itu mengedarkan pandangannya, " Siapa yang memindahkan ku ke kamar? " Pikirnya, ia teringat jika dirinya tadi tertidur di sofa ruang tengah.


"Apa suara ponselku mengganggu tidurmu? " Giorgio bertanya saat merasa ponselnya mungkin mengganggu tidur istrinya itu.


Kebiasaan Giorgio yang makan sambil menonton tayangan kartun dari ponselnya.


"Hmm" Graceva menoleh kemudian tersenyum, " Malam kak, baru pulang? " Graceva beranjak turun dari ranjang, kemudian duduk di samping Giorgio, gadis itu tersenyum saat melihat pria di sampingnya, yang belum genap 24 jam menjadi suaminya itu, tengah memakan makanan yang ia masak.


"Kamu sudah makan? " Tanya Giorgio melirik Graceva yang duduk di sampingnya.


"Belum kak" Jawab Graceva jujur.


" Tidak kak, kamu aja yang makan".


"Makanlah" Giorgio berucap tegas, berharap istrinya itu menuruti perkataannya.


Graceva diam namun tak membantah, dia mengambil 1 piring bersih di sana dan mengambil nasi dan lauk pauk kemudian memakannya.


"Biar aku aja kak yang bawa ke dapur" Cegah Graceva ketika Giorgio beranjak dari posisi duduknya hendak membawa semua piring kotor ke dapur.


Giorgio melirik Graceva dengan tajam, " Memangnya kamu siapa,? berani melarang ku" Ketus Giorgio.


"Is istri mu kak" Jawab Graceva sedikit terbata dan menundukkan kepala.


Karena dirinya tak ingin berdebat, akhirnya keduanya membawa piring kotor bekas makan mereka dan meletakkannya di dapur.


"Kakak ber istirahatlah duluan, aku mau membersihkan pring kotor ini dulu" Graceva tersenyum, mempersilahkan Giorgio kembali ke kamar.


"Saya tunggu kamu, saya ingin bicara denganmu" Ucap Giorgio tegas, seraya beranjak pergi kembali ke kamar.


"Deg!!!!! "


Jantung Graceva berpacu dengan cepat, Graceva segera menyelesaikan cucian piringnya, kemudian bergegas kembali ke kamar.


Graceva berjalan perlahan menghampiri Giorgio yang tengah membaca sebuah buku dan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang, tapi...


"Stop" Cegah Giorgio agar Graceva menghentikan langkahnya, " Kunci pintu" Ucapnya lagi.

__ADS_1


Graceva memutar tubuhnya dan mengunci pintu kamar.


Giorgio berdiri dari posisi duduknya, kemudian berjalan ke arah rak buku di sudut kamar, lalu meletakan buku yang sebelumnya ia baca di sana.


"Dia mau ngomong apa ya, apa dia akan meminta hak nya? " Pikirnya penuh tanda tanya.


Ia tau bila pasangan pengantin umumnya akan menikmati sesuatu yang menyenangkan di malam pertama, jika memang suaminya itu meminta hak nya, tentu saja dia akan memberikan nya, sebab ia tau betul tugas dan kewajiban sebagai seorang istri.


Giorgio berjalan mendekati Graceva yang berdiri terdiam di depan TV dan menatap ke arah nya.


"Saya ingin bicara dengan mu" Ucap Giorgio semakin mendekati Graceva.


Graceva tersenyum dan mengangguk.


Giorgio menatap wajah Graceva dengan lekat, "kenapa tadi tertidur di sofa ruang tengah? ".


" Menunggumu pulang kak" Ucap Graceva tersenyum.


"Apa kamu sudah menerima pernikahan ini? " Tanyanya meledek.


Graceva melemparkan senyum termanis nya, hal itu membuat hati Giorgio menghangat.


"Iya kak, mungkin ini takdir ku" Ujar Graceva menunduk.


"Cih.. " Giorgio berdecak, " Kamu tau kan saya menikahi mu hanya untuk bertanggung jawab karena saya sudah mencuri ciuman pertama mu" Ucap Giorgio ketus.


Graceva tersenyum getir, ia tau betul jika suaminya menikahinya hanya karena pria itu sudah mencuri ciuman pertamanya.


Sesaat kemudian, keduanya tampak tertidur di ranjang yang sama dengan posisi saling membelakangi.


Ke esokan harinya...


Suara ketukan pintu keras dari luar kamar mengusik sepasang suami istri yang tertidur saling membelakangi, karena tidak ada sahutan dari dalam, ketukan pintu terdengar semakin keras.


Giorgio langsung terbangun seketika saat mendengar pintu kamarnya di ketuk dengan keras, sedangkan Graceva menggeliat pelan, kemudian bangun secara perlahan.


"Diam" Teriak Giorgio menggema di kamar itu, seketika ketukan pintu terhenti, Graceva di sampingnya yang sedang mengucek - ngucek matanya terkejut saat mendengar suara keras Giorgio yang menggema di ruangan itu.


Giorgio melirik jam digital di atas nakas samping ranjang, matanya membulat sempurna ketika matanya melihat waktu menunjukan pukul 6.20 pagi.


Ia beranjak dari posisinya, kemudian berlari menuju kamar mandi lantas bergegas membersihkan diri, sementara itu, Graceva berjalan lalu membuka pintu kamar, tampaklah orang yang mengetuk kamarnya yang ternyata Dion dan Ecxel.


Ecxel menelan ludahnya kasar, saat pintu kamar terbuka dan terlihatlah wajah cantik khas bangun tidur Graceva, sedangkan Dion, ia hanya tersenyum tipis dan menundukkan setengah tubuhnya.


"Selamat pagi nyonya Giorgio" Dion berucap seraya menahan tawa.


"Pagi Dion Ecxel" Graceva membalas senyuman Dion.


"Kami tunggu di meja makan" Dion kembali berucap, seraya menarik Ecxel pergi dari sana.


Graceva masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri, setelah Giorgio menyelesaikan ritual mandinya.


Setelah bersiap dengan pakaian sekolahnya, Graceva menyusul Giorgio ke meja makan yang sudah mendahului nya sedari tadi.


Graceva menarik satu kursi meja makan di samping Giorgio, kemudian mendudukkan tubuhnya, "selamat pagi semua" Graceva tersenyum pada semua orang yang berada di meja makan.


"Pagi" Sahut semua orang kompak, sementara itu, Giorgio tak menanggapi ia asik dengan roti bakar miliknya.


Mereka makan dalam diam, sesekali terdengar suara sendok dan piring bersahutan, semua orang bergegas segera meninggalkan rumah kemudian beraktivitas, namun tidak dengan Giorgio, saat ini ia tengah duduk berhadapan dengan sang ayah di meja makan, sedangkan Graceva, Dion, dan Ecxel, menunggu nya di mobil.

__ADS_1


"Ayah ingin bicara denganmu" Gerrald berucap seraya menatap tajam Giorgio.


<<<<<... Bersambung... >>>>>


__ADS_2