Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
S2 #8


__ADS_3

"Papah? " batin Graceva mengerutkan kening, dan terkejut ketika tak melihat satu pun orang di sekitarnya, kemudian pandangan nya tertuju pada kerumunan orang yang sedang menangis di depan pintu utama, Graceva beranjak dan berjalan mendekati yang lainnya.


"Kak Giorgio" lirih Graceva, dan mulai terisak, meski terisak, senyuman tipis terukir di bibir tipisnya.


"Grace" lirih Giorgio, matanya berkaca-kaca melihat ke arah Graceva.


Semua orang berjalan teratur menjauh dari Giorgio, dan memberikan jalan untuk Graceva agar mendekat pada Giorgio.


Gerald yang menyadari jika anak dan menantunya memerlukan waktu untuk bicara, Gerald mengajak istri dan kedua putrinya untuk meninggalkan mereka bertiga.


"Grace" Giorgio semakin mengikis jarak dari Graceva. dan langsung mendekapnya dalam pelukan.


"Syukurlah kamu kembali Kak" Graceva mendekap erat tubuh Giorgio, ia masih terus terisak, tangannya mengusap-usap bahu Giorgio.


"Ya" jawab Giorgio singkat, ia pun terisak, tangannya pun bergerak mengusap lembut bahu Graceva.


"Aku masih kotor Grace, aku ingin bersih-bersih terlebih dulu" ucap Giorgio, sambil melepaskan pelukan mereka, dan menyerahkan Qiana yang sedari tadi berada di gendongannya, kepada Graceva, Qiana sedari tadi sudah tak menangis, saat melihat semua orang memeluk Giorgio.


Giorgio berjalan menuju kamar, dan di ikuti oleh Graceva dan Qiana yang berada di gendongannya, Giorgio menyiapkan pakaian ganti untuknya, dan langsung masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan diri.


Tak lama berselang, Giorgio keluar dari dalam kamar mandi, dengan penampilan yang lebih segar, dan sudah bersih dan wangi tentunya, Giorgio berjalan mendekati Graceva, dan ikut duduk di tepi tempat tidur bersama Graceva dan Qiana yang masih berada di pangkuan Graceva, dan sedang asik memandangi wajah Giorgio.


"Papah" celoteh Qiana sambil tangan mungilnya menunjuk-nunjuk Giorgio.


"Siapa yang ingin bercerita lebih dulu? " tanya Giorgio setelah mendudukkan tubuh di tepi tempat tidur.

__ADS_1


"Kamu" jawab Graceva.


Giorgio menarik nafas dan menghembuskannya pelan, lalu mulai menceritakan semuanya, Graceva mendengarkan cerita Giorgio dengan serius, Graceva sedih mendengar cerita dari Giorgio.


"Aku sedih mendengar ceritamu Kak, namun aku pun bahagia, kamu bisa kembali" ucap Graceva tersenyum.


"Sekarang giliran kamu yang bercerita" ucap Giorgio.


Graceva memejamkan mata, lalu kembali membuka matanya dan mulai membuka suaranya.


"Jadi seperti itu" balas Giorgio sambil mengangguk-anggukan kepala setelah Graceva menyelesaikan ceritanya.


"Setelah mendengar ceritamu, itu berarti" Giorgio menahan ucapannya sambil melirik Qiana yang berada di pangkuan Graceva.


"Dia anakku? " ucap Giorgio semangat.


"Sini"


Giorgio meraih Qiana dan membawa Qiana ke dalam gendongan, Giorgio menciumi wajah mungil Qiana, sambil mengayunkan tubuh Qiana, membuat Qiana tertawa-tawa, Graceva tersenyum melihat itu.


"Siapa namanya Grace? " Giorgio melirik Graceva sekilas, dan kembali mengajak Qiana bermain.


"Nastusha Mishall Qiana" jawab Graceva.


"Nama yang bagus" Giorgio masih terus menciumi wajah Qiana.

__ADS_1


"Kamu mau tidur? iya mau tidur ya? " Giorgio menaikan alis masih terus menciumi wajah Qiana.


Giorgio berjalan menuju tempat tidur, dan perlahan membaringkan tubuh Qiana di tengah tempat tidur, dan menempatkan sebuah guling di samping tubuh Qiana sebagai pembatas.


"Dia mengantuk, tadi ku lihat dia menguap" Giorgio duduk di tepi tempat tidur, tepat di samping Graceva, tangannya merangkul baju Graceva, lalu mengusap lembut kepala Graceva, dan mengecup singkat pucuk kepala Graceva.


Giorgio melirik Qiana, dan tersenyum melihat Qiana sudah memejamkan mata.


Perlahan Giorgio menjatuhkan tubuhnya dan juga Graceva ke atas tempat tidur, dan tiduran dengan posisi saling berhadapan.


"Sudah berapa bulan? " tanya Giorgio dengan kening berkerut.


"1 tahun 8 bulan" jawab Graceva.


"Sudah bisa melakukan banyak hal? " tanya Giorgio lagi.


"Hmm, seperti yang kamu lihat Kak, dia sudah bisa berjalan lancar, lalu sudah mulai belajar berbicara, dan sudah mulai ku ajari untuk mulai memakan bubur bayi" jawab Graceva bersemangat.


"Apa kamu kesulitan saat mengandungnya? " tanya Giorgio lagi sambil tangannya bergerak menyingkirkan satu helai anak rambut yang menutupi wajah cantik Graceva.


"Tidak, sesekali hanya mengidam yang sedikit merepotkan" jawab Graceva terkekeh kecil mengingat hal itu.


"Maaf, aku tak ambil bagian dalam menikmati permintaanmu yang aneh itu" Graceva menundukkan kepala lesu.


"Sudah berlalu Kak" Graceva tersenyum, tangannya bergerak mengusap lembut bahu Giorgio.

__ADS_1


"Ayo Kak, beristirahatlah pasti kamu sangat lelah" ucap Graceva beranjak dari tempat tidur, dan menarik selimut hingga sebatas dada Giorgio, dan kembali naik ke tempat tidur, namun mengambil posisi di sebelah Qiana, tangannya menepuk-nepuk lembut punggung Qiana, agar Qiana tidur semakin nyenyak dan nyaman.


...****************...


__ADS_2