Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 56 | Kencan Pertama


__ADS_3

Giorgio melajukan mobil ke garasi bawah tanah rumah keluarga Gabriel, dan berganti dengan motor matic Yamaha NMAX, Graceva senantiasa mengikuti apa yang diperintahkan Giorgio tanpa banyak bertanya.


Giorgio memasangkan helmet untuk Graceva, percayalah hati Graceva dibuat hendak loncat karena ulah lelaki itu, Giorgio melajukan motornya, membelah jalanan dengan kecepatan sedang.


Giorgio menghentikan motornya ketika lampu rambu lalu lintas berwarna merah.


"Kamu mau makan apa Grace? "


Giorgio membuka kaca helmet nya, agar Graceva dapat mendengar suaranya dengan jelas.


"Ramen Kak! "


"Ha... Apa? "


Suara deru mesin motor besar dari arah belakang memekakkan telinga, bertepatan dengan Graceva berbicara, membuat suara Graceva tak terdengar di telinga Giorgio.


Rupanya suara deru mesin motor yang memekakkan telinga, berasal dari sekelompok geng motor yang kini berhenti di samping kanan dan kirinya.


"Hey Bro, wanitamu cantik,, tetapi kurasa kurang pantas menaiki motor butut mu itu"


Seorang diantara mereka berujar, mengundang gelak tawa yang lainnya.


"HA HAA HA... "


"Kawan lebih baik kau ikut dengan motor temanku! "


Seorang perempuan di antara mereka berucap, matanya mengerling nakal menatap Giorgio, dan hal itu tak luput dari perhatian Graceva.


"Sudah sudah, Hay kenalkan aku Zain, kami club Queen And King biker, salam kenal! "


Seorang diantara mereka menghentikan ucapan teman temannya, mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Giorgio, nampaknya orang tersebut adalah pimpinan dari mereka.


Dengan tanpa ekspresi Giorgio dan Graceva menjabat tanga satu persatu anggota club motor tersebut, tak lama kemudian, lampu beralih warna menjadi hijau, semua anggota club motor tersebut segera melajukan motor mereka, sementara Giorgio hanya tersenyum tipis melihat kepergian rombongan club motor tersebut.


"Kamu mau makan apa Grace? "


Sebelum kembali melajukan motornya, Giorgio kembali menanyakan hal yang sebelumnya sempat tertunda.


"Ramen Kak! "


Giorgio segera kembali melajukan motornya setelah tahu hendak kemana tujuan mereka.


Tak lama berkendara, motor Giorgio memasuki pelataran sebuah restoran Jepang yang cukup besar di kota tersebut dan memarkirkan nya tepat di samping sebuah mobil Rolls Royce berwarna hitam yang nampak tak asing menurutnya.


Keduanya masuk kedalam restoran tersebut, lalu memesan beberapa makanan favorit di sana, tak lupa makanan yang diminta Graceva, kemudian keduanya mencari tempat yang menurut Giorgio nyaman.


Sembari menunggu pesanan datang, Giorgio menatap lekat wajah Graceva yang duduk manis di hadapannya yang juga menatapnya dengan senyum tipis yang tak urung juga luntur dari wajahnya.


"Hey Bro! kita bertemu lagi"


Hingga suara seseorang mengganggu kesenangan Giorgio yang memandangi wajah sang istri.


"Kalian? "

__ADS_1


Giorgio menoleh, Rupanya para orang orang anggota club motor yang sebelumnya mereka jumpai di lampu merah.


Seseorang yang bernama Zain itu mendekat dan nampaknya orang tersebut hendak duduk di kursi kosong samping Giorgio.


"Boleh gabung? "


"Tidak! "


Giorgio menolak cepat orang yang sok akrab menurutnya, bagaimana bisa dia ingin semakin mendekatkan diri pada istrinya, orang lain yang bahkan baru ia kenal di jalan mau mengganggu kesenangannya.


Zain yang sudah mendapatkan penolakan dari Giorgio secara terang terangan, ia melengos pergi degan hati yang mendengus kesal, zain memilih duduk ikut bergabung dengan teman temannya yang memang sudah duduk menunggunya.


Tak selang lama dengan kepergian orang yang sempat mengganggu, akhirnya pesanan yang mereka pesan datang juga.


"Kakak ipar! "


Baru asik asik makan, suara seseorang lagi lagi mengganggu kebahagiaan Giorgio, terpaksa Giorgio menghentikan makannya dan menggerakkan kepala melihat siapa yang berani mengganggu aktifitasnya, Giorgio berdecak saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya dengan wajah tanpa dosa, bahkan ia sudah membuat kesabaran Giorgio yang setipis kapas makin menipis, benar dugaan nya di awal, saat melihat mobil di tempat parkir sebelumnya ia mengenal pasti milik siapa mobil tersebut, dan pemilik mobil tersebut kini berada tepat dihadapannya dan sudah berhasil membuat kencan mereka terganggu, hanya Giorgio saja yang tak nyaman dengan kehadiran orang yang kini berdiri di hadapannya, sementara Graceva justru tersenyum melihat orang tersebut, seakan menunjukan jika ia bahagia dengan kedatangan orang yang memanggilnya Kakak ipar.


"Sedang apa kau disini? "


Bukan orang yang ditanya yang menjawab, melainkan orang yang kini tengah menatapnya dengan tatapan tajamnya.


"Aku juga sedang makna disini! "


Giorgio yang memang sudah naik darah, semakin dibuat kesal saat Excel yang main duduk di samping Graceva, semakin membuat kesabaran Giorgio kian menipis, terlebih melihat Graceva yang nampak tak merasa keberatan dengan kehadiran pengganggu di tengah tengah mereka.


"kenapa sekarang kau duduk di samping Graceva? "


"Kita mau kemana Kak? "


Graceva mencegah tangan Giorgio yang hendak membawanya untuk pergi.


"Kau ini setelah menggantikan Uncle memimpin organisasi, kenapa kau makin menyebalkan sih...? "


Excel berdecak melihat respon Giorgio yang begitu menyebalkan menurutnya, entah mengapa Excel merasa setelah Giorgio menggantikan mengemban tugas sang Ayah, sifat Giorgio kian dingin saja.


"Pindah tempat, suasananya sudah tak nyaman! "


Tanpa mendengarkan ucapan Excel, Giorgio menarik tangan Graceva dan melenggang pergi meninggalkan restoran tersebut, Excel hanya menggeleng melihat tingkah Giorgio.


"Ku harap Graceva dapat menutupi luka menganga di hati Giorgio! "


Excel memanjatkan doa terbaik untuk Giorgio dalam hatinya, tak berselang lama dengan kepergian Giorgio dan istrinya, datang secara tiba tiba 5 anggota Gabriel Mafia, yang memang sedari tadi bersamanya, membuat Excel terlonjak kaget.


"Bisakah tidak mengejutkan ku? "


Excel berucap dengan decakan di bibirnya.


"Maaf tuan muda Excel! "


Seorang pria berkepala pelontos menjawab mewakilkan rekan rekannya.


"Kalian duduklah, makanlah bersamaku! "

__ADS_1


"Baik tuan muda Excel"


Kini meja yang semula hanya diduduki Giorgio dan Graceva, kini beralih diduduki Excel dan yang lainnya.


Interaksi yang sedari tadi di lakukan Giorgio dan yang lainnya disaksikan oleh Zain dan rekan club motornya.


"Siapa mereka? apa ada yang mengenali mereka? "


Zain bertanya pada rekan club motornya, dan tampaklah seorang temannya yang mengangkat jari telunjuknya.


"Seorang yang berkepala pelontos itu sahabatku bos"


Zain kini memusatkan pandangannya pada sang teman yang memberi jawaban.


"Ku dengar dia anggota eksekutif organisasi mafia yang cukup disegani di negara Asia dan eropa bos"


Zain mengangguk anggukan, kemudian otaknya berjalan menyusun rentetan kejadian sebelumnya, mulai dari pertemuannya dengan Giorgio di lampu rambu lalu lintas, hingga ke restoran itu bertemunya Giorgio dengan pria yang dianggap sebagai orang yang harus dihindari.


"Apa dia pimpinan mereka? "


Zain kembali bertanya pada temannya, dan berharap mendapatkan jawaban yang memuaskan.


"Aku tidak tahu bos"


**********


Giorgio kembali memarkirkan motornya setelah berkendara lumayan lama, namun kali ini Giorgio memarkirkan motornya di basemen sebuah mall, dan membawa Graceva ke sebuah toko pakaian untuk membeli pakaian keduanya.


Setelah berganti pakaian dengan yang baru saja di beli, Giorgio membawa Graceva untuk menonton film di bioskop mall tersebut, Graceva hanya mengikut saja kemana pun Giorgio melangkah.


"Kamu mau menonton film apa Grace? "


Giorgio sejenak menghentikan langkahnya di depan meja resepsionis untuk membeli tiket film yang hendak mereka tonton.


"Action Kak! "


Graceva segera menjawab dengan yakin.


"Apa tidak ada film lain yang ingin kamu tonton? "


Sesungguhnya Giorgio enggan menonton film action dengan Graceva, sebab ia ingin berniat makin mendekatkan diri pada perempuan tersebut, dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Apa Kakak mempunyai rekomendasi film menarik untuk kita tonton? "


"Bagaimana jika film horor Grace? "


Giorgio bertanya seraya pikirannya sudah memikirkan apa yang akan terjadi nanti, ketika Graceva ketakutan akan memeluknya, pikir Giorgio.


...****************...


...Modus ya kamu Giorgio πŸ˜‚...


...Bantu Like, Komen, Favorit, vote & rating 5 nya ya! Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2