
...Hai, selamat datang dalam novel : "Takdir Cinta Graceva"...
...Karya : Grendys 08...
...Bab 29...
Happy Reading πΉπΉπΉπΉπΉ
Guwen menatap anak dan menantunya bergantian, "Gio apa bisa bunda minta tolong kamu mengantar Gerraldine sekolah? " tanya Guwen menatap Giorgio dengan tatapan memohon.
Giorgio berdahem menanggapinya.
setelah menyelesaikan makan, semua orang pergi untuk beraktivitas, tinggal lah hanya Guwen dan para pelayan di rumah minimalis tersebut, ia melakukan aktivitasnya seperti biasa, ia mengontrol bisnis bakery, yang ia rintis dari 0 di awal pernikahan nya dengan Gerrald, meskipun suaminya ingin memberikan suntikan dana pada kala itu, namun ia menolaknya, ia menggunakan uang tabungan nya dan mengandalkan ke ahlian nya dalam membuat roti.
senyum lebar terbit dari bibir Guwen saat ia melihat semua laporan hasil penjualan roti yang makin meningkat, "Tuhan terimakasih atas kebaikan dan berkat melimpah yang kau berikan pada kami" Guwen memejamkan mata dan memanjatkan puji syukur pada sang Pencipta.
Giorgio, Graceva dan Gerraldine saat ini ketiganya berada dalam perjalanan, tujuan pertama mereka adalah mengantarkan Gerraldine ke sekolah gadis itu, "kamu sudah membawa bekalmu? " tanya Graceva tersenyum membelai pucuk kepala Gerraldine, sedangkan Giorgio melirik spion tengah, ia fokus mengemudikan mobilnya, ia mendengus kesal bagaimana bisa ia di jadikan seperti seorang supir, "sudah kak" jawab Gerraldine seraya menunjukan kotak bekalnya.
setelah menurunkan Gerraldine di loby sekolahnya, ia kembali melajukan mobilnya membelah jalanan menuju sekolahnya, ia menepikan mobilnya di pinggir jalan, Giorgio melirik spion tengah dan nampak lah Graceva tengah menyunggingkan senyum padanya.
"sesuai aplikasi nona? " tanyanya bak seorang supir taxi, Graceva menghilangkan senyuman nya berubah menjadi kening ya mengerut, "maksud kakak? " tanya Graceva bingung, Giorgio bergeming, ia kembali melanjutkan perjalanan, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sebab waktu sudah menunjukan pukul 7.30 pagi, bel masuk sekolah akan berbunyi.
"kak maaf ATM nya ku kembalikan ya kak" ucap Graceva hati hati, Giorgio mendelik, "PINnya 86500268, limit nya 100 juta" Giorgio berucap membuat Graceva tercengang, tapi kak, belum selesai Graceva melanjutkan ucapan nya, Giorgio sudah memotongnya "itu uang hasil saya bekerja di hotel, beberapa bulan ini" Giorgio berucap sambil melirik Graceva yang duduk di belakang dari kaca spion tengah, Graceva menunduk, "tapi, apa kakak masih ada pegangan uang? " Graceva bertanya lagi, "ada" jawab Giorgio singkat, padat dan jelas.
__ADS_1
Giorgio selama ini memang selalu menyisihkan sebagian gaji yang di terima sebagai hasil kerja kerasnya untuk ia tabung.
"mana sih Grace kok nggak nongol - nongol? " ucap Andini yang sudah mulai bosan menunggu sahabatnya tak kunjung datang, saat ini Andini dan Nadiya bersembunyi di balik pohon di sudut parkiran.
Giorgio memarkirkan mobil di lahan parkir, keduanya turun bersamaan.
"tuh Grace dateng" ucap Nadiya, "sama kak Giorgio" ucapnya lagi, mata Andini mengikuti tatapan yang di lihat Nadiya, matanya memicing saat melihat Giorgio dan Graceva turun dari mobil yang sama.
"saya duluan" Giorgio berucap seraya melenggang pergi menuju kelas.
"dor.......... " Andini dan Nadiya mengejutkan Graceva yang sedang berjalan melewati lorong menuju kelasnya.
"lo lagi deket ya sama kak Giorgio? " tanya Andini, "pacaran ya pacaran" kali ini Nadiya yang berucap seraya memutar bola matanya meledek, Graceva tersenyum tipis menanggapinya.
di bandara >>>
Gerrald menyambut kedatangan Ricard dan anak istrinya, Ricard terkejut tak menyangka, ia tak berpikir jika atasan nya itu akan menyambut keluarga kecilnya.
saat ini Gerrald dan keluarga kecil Ricard sedang berada dalam perjalanan menuju hotel miliknya, ia sejujurnya sedikit kecewa pada asisten nya itu, sebab Ricard menolak keinginan nya agar pria itu tinggal di rumah nya selama berada di negara ini, namun Gerrald tak abis pikir, ia memaksa Ricard beserta anak istrinya untuk tinggal di hotel miliknya selama keluarga kecil itu berada di negara ini, ia harus memastikan sendiri keselamatan keluarga itu di negara ini.
"Terimakasih banyak tuan" ucap Ricard tersenyum bahagia dan membungkukkan setengah tubuhnya, bertanda ia bahagia dan memberikan hormat.
"ya" Gerrald mengembangkan senyuman nya.
__ADS_1
"Terimakasih paman" ucap gadis kecil di gendongan istri Ricard, dengan suara imutnya.
"panggil tuan, Zelin" ucap Ricard lembut mengelus pucuk kepala gadis cantik di gendongan sang istri.
"Tidak apa, panggil saja paman" Gerrald kembali mengembangkan senyuman nya.
"biarkan dia memanggil ku paman" Gerrald memicingkan matanya pada Ricard, Ricard yang di tatap Gerrald hanya tersenyum kaku dan menunduk, Cristal yang tak lain adalah istri Ricard berusaha menahan tawanya, sebab dua pria di hadapan nya yang biasa dingin namun kejam, tengah tersenyum senyum dan berbincang dengan akrap, seakan akan bukan seperti atasan dan bawahan.
kembali ke sekolah...
bel pulang sekolah berbunyi, bertanda para siswa pulang sekolah.
seperti biasa pada hari - hari sebelumnya, Aldo masih terus berusaha mendekati Graceva, namun gadis itu tentu langsung menolaknya.
Giorgio dan Graceva tiba di parkiran dengan bersamaan, keduanya sejenak saling menatap satu sama lain, kemudian masuk kedalam mobil, hal itu tak luput dari pandangan Andini dan Nadiya.
"tuh kan pulang bareng lagi" ucap Andini, "kayanya iya deh ada sesuatu sama mereka" sahut Nadiya, dan di anggukki Andini.
Giorgio telah siap melajukan mobilnya, namun ia melihat Graceva yang termengu melihat padanya, matanya melihat Graceva yang belum memakai seatbelt, ia mendekat ke tubuh Graceva lalu memasangkan seatbelt pada tubuh Graceva, aroma khas tubuh Graceva menguar di indra penciuman Giorgio, bahkan hembusan nafas keduanya terasa di wajah satu sama lain, entah setan apa yang merasuki keduanya, mereka terbuai dengan hembusan nafas mereka, perlahan Giorgio mendekatkan wajahnya dengan wajah Graceva dan......
...<<<<<... Bersambung... >>>>>...
Hai semuanya! jangan lupa kasih vote & like nya ya, kasih bunga sama kopi juga boleh ππ.
__ADS_1
lop yu se kebon tomat β€