Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 34


__ADS_3

...Hai, selamat datang dalam novel : "Takdir Cinta Graceva"...


...Karya : Grendys 08...


...Bab 34...


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Di suatu pagi pada sebuah rumah


seorang pria tampan terbangun dari tidurnya, pria itu bangun dari posisinya, ia berjalan ke ranjang, menatap wajah polos gadis yang tertidur lelap di atas ranjang.


"cantik" gumam pria itu tanpa sadar.


pria itu kembali melangkahkan kaki, masuk ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka, kemudian keluar kamar menuju ruang gym.


"sudah bangun kak? " tanya Gerraldine saat ber papasan dengan Giorgio di depan kamar pria itu.


"mau kemana? " Giorgio tidak menjawab, pria itu malah balik bertanya.


"ruang gym kak" balas Gerraldine.


"bareng" ajak Giorgio seraya berjalan menuju ruang gym, dan di buntuti oleh Gerraldine.


*ting tong.


bel berbunyi di sebuah rumah, 2 pelayan wanita membuka pintu dan sedikit membungkukkan setengah tubuh dan tak lupa mengukir senyum.


"selamat pagi, mas Dion, mas Ecxel" ucap kedua pelayan itu mempersilahkan tamunya masuk.


"kami mau bertemu dengan Gio mbak" ucap Ecxel dan di angguki Dion.


"mari saya antar mas" ucap salah satu pelayan itu.


"tidak mbak" sahut Dion dan mempersilahkan kedua pelayan tersebut melanjutkan pekerjaannya, sedangkan mereka masuk lift dan turun ke ruang tamu rumah tersebut.


"pagi Dion, Ecxel" sapa Geofany yang sedang duduk di sofa ruang tamu, dan kebetulan tengah menoleh pada Dion dan Ecxel yang baru keluar dari lift.


"pagi kak" balas Dion dan Ecxel di waktu hampir yang bersamaan, dan sedikit menundukkan kepala, bertanda memberi hormat.


"mau ketemu Giorgio? " tanya Geofany.


Dion dan Ecxel tersenyum dan mengangguk.


"Giorgio sudah bangun kak? " tanya Dion.


"tidak tahu, kakak belum melihatnya sedari tadi" jawab Geofany.


setelah berpamitan dengan Geofany, Dion dan Ecxel berlalu menuju kamar Giorgio, mereka fikir saudaranya itu masih tertidur, namun panggilan seseorang menghentikan langkah keduanya.


"Dion Ecxel" sahut seseorang yang tak lain adalah Gerrald.

__ADS_1


keduanya menoleh dan mendekati Gerrald lalu mencium punggung tangan Gerrald.


"pagi paman" sapa keduanya bersamaan.


"pagi" jawab Gerrald.


"paman, Giorgio di mana? " tanya Ecxel tanpa basa basi.


hal itu membuat Gerrald memicingkan mata pada pria itu, meski begitu, Gerrald tetap mengatakan keberadaan Giorgio, sebab ia baru saja usai mengolah raga.


"ruang gym" jawab Gerrald.


Dion dan Ecxel yang sudah mengetahui dimana keberadaan Giorgio, mereka berpamitan lalu melenggang pergi ke ruang gym.


di dalam sebuah taxi online, dua gadis duduk di kursi penumpang belakang, dengan supir duduk di kursi kemudi, salah satu gadis tersebut, mengatakan alamat yang hendak mereka tuju.


tak lama kemudian, taxi yang mereka naiki memasuki komplek sebuah perumahan.


"ini yang mana rumahnya pak? " tanya salah satu gadis pada sang supir taxi.


"kalau menurut alamat, rumah di ujung sana mbak lokasinya" jawab sang supir, melirik sekilas pada dua gadis penumpangnya yang duduk di kursi belakang.


sang supir taxi menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah, dan mempersilahkan penumpangnya turun, lalu kembali melajukan mobilnya.


"Nad, bener ini rumahnya? " tanya satu gadis pada gadis lainnya.


"mungkin" jawab gadis lainnya.


pintu terbuka dan keluarlah dua pelayan wanita yang tengah membungkukkan setengah tubuh.


"selamat pagi nona, ada yang bisa kami bantu? " ucap salah satu pelayan itu.


kedua gadis yang di tanya pelayan itu saling menatap, seakan mereka berbicara dengan sorot mata mereka.


"nona" sahut pelayan lainnya membuat dua gadis yang tengah berbicara melalui sorot mata, mereka menoleh dan tersadar.


"nona ada yang bisa kami bantu? " tanya satu pelayan itu lagi.


"kami mau bertemu Graceva bi" ucap Nadiya, berusaha setenang mungkin, padahal jantungnya tengah berdegup tak beraturan.


"sudah memiliki janji nona? " tanya pelayan satunya.


"sudah bi" sahut Nadiya lagi.


"mari masuk nona" ucap pelayan itu lagi mempersilahkan tamunya masuk, dan membawa dua tamu yang belum pernah berkunjung ke rumah tersebut, ke tim keamanan untuk di periksa, setelah di pastikan aman, kedua tamu itu di bawa ke depan kamar nona mereka.


"tok tok tok...


" nona" ucap pelayan itu, seraya tangannya mengetuk pintu di hadapannya.


di dalam kamar, seorang gadis menggeliat dan membuka mata perlahan, matanya berkedip beberapa kali, menyesuaikan cahaya yang masuk.

__ADS_1


gadis itu mengedarkan pandangannya, ia melihat jam digital di atas nakas, jam menunjukkan pukul 8 pagi, gadis itu meregangkan tubuhnya.


"siapa yang ngetok pintu kamar? " gumam gadis itu saat mendengar pintu kamarnya di ketuk, matanya menoleh pada sofa yang tak jauh dari ranjang, yang biasa di tiduri pria yang perlahan lahan mulai masuk ke dalam hatinya.


gadis itu beranjak bangun, dan masuk ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan menggosok gigi.


setelah usai dengan aktivitas di kamar mandi, gadis itu berjalan membuka pintu kamar,


"selamat pagi nona" ucap orang yang tadi mengetuk pintu kamarnya.


" pagi mbak" balas gadis itu.


"ada yang mencari nona".


" siapa mbak? " tanya gadis itu lagi.


pelayan itu meminggirkan tubuhnya, sehingga membuat dua tamu di belakangnya terlihat.


gadis itu menepuk keningnya, "bagaimana bisa aku lupa kalau kalian mau main" ucap gadis itu cengengesan.


gadis itu menoleh pada pelayan yang tadi sudah mengantarkan tamunya, dan mempersilahkan pelayan itu kembali melanjutkan pekerjaannya setelah berterimakasih.


dua gadis yang adalah Andini dan Nadiya saling bertatap dan tersenyum.


"kalian sudah makan? " tanya Graceva.


"sudah, belum" jawab Andini dan Nadiya bersamaan.


"sudah makan belum? " tanya Graceva lagi.


Andini dan Nadiya menggaruk kepala yang tak gatal.


Graceva mengajak kedua sahabatnya untuk memperkenalkan mereka pada kedua mertuanya.


"sudah makan? " tanya ibunda mertua Graceva yang bernama Guwen pada dua sahabat menantunya.


"sudah nyonya" balas Andini dan Nadiya di waktu yang hampir bersamaan.


pandangan kedua gadis itu menatap pakaian yang di kenakan wanita di hadapannya, "penampilannya sederhana namun elegan" itulah yang bisa di umpama kan tentang wanita itu.


"panggil saja tante" ucap Guwen tersenyum pada dua sahabat menantunya.


"maaf bun, bunda tau dimana kak Giorgio? " tanya Graceva lembut..


Guwen yang sedari tadi menatap dua sahabat menantunya, menoleh pada sang menantu, kemudian tersenyum.


"ruang gym sayang" ucap Guwen lembut, sembari tangannya terulur mengelus pucuk kepala menantunya.


setelah berbincang sebentar dengan sang mertua, Graceva berpamitan dan mengajak dua sahabatnya mencari suaminya.


...<<<<<... Bersambung... >>>>>...

__ADS_1


__ADS_2