Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 20


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Giorgio mengungkung tubuh Danur lalu menghujani wajah Danur dengan pukulan pukulan tangannya dengan keras.


"Berengsekkkkk!!!! ".


" Keparatttt!!! ".


" Karna lo Natasha meninggal!! ".


Teriak Giorgio tepat di wajah Danur seraya tangannya masih terus memukul wajah Danur yang sudah di penuhi lebam dan banyak mengeluarkan darah segar.


Danur meringis kesakitan.


Semua orang di kelas terkejut dengan apa yang di lakukan Giorgio.


Giorgio menginjak tangan Danur, hingga terdengar suara patahan tulang, di iringi dengan teriakan kesakitan Danur.


Semua siswi di kelas itu hingga berteriak ketakutan, sementara itu Boy Kiky dan lainnya hanya melihat itu seraya memasang ekspresi terkejut.


Situasi di kelas itu semakin mencekam, di tambah teriakan kesakitan Danur.


Dion dan Ecxel bersi tatap, kemudian mengangguk bersamaan.


Ecxel meraih ponsel dari saku celananya lalu menghubungi seseorang, sedangkan Dion mendekati Giorgio yang masih terus menghajar Danur meluapkan emosinya dengan membabi buta, dan berusaha memisahkan mereka.


Giorgio tak menghiraukan ucapan Dion tersebut, bahkan ia lagi lagi menginjak satu tangan Danur lainnya, ia kembali mematahkan tangan Danur.


Boy yang tadi sudah berduri dan hendak memisahkan, kembali duduk sebab melihat kemarahan Giorgio yang meluap luap.


Walaupun Danur sudah meringis kesakitan, hal itu tak membuat Giorgio menghentikan kegiatannya.


"Nyawa harus di balas dengan nyawa" Teriak Giorgio melayangkan kakinya lalu menginjak dada Danur dengan penuh penekanan.


Semua orang di kelas itu berteriak keras, sedangkan Dion dan Ecxel masih berusaha memisahkan Danur dari kegilaan Giorgio.


Tak lama kemudian beberapa pria berpakaian serba hitam dengan bersenjata lengkap, menerobos masuk kelas tersebut.


"Mau kemana Grace? " Tanya Andini, saat melihat Graceva beranjak hendak pergi keluar kelas setelah meletakan tasnya di atas meja.


"Toilet" Ujar Graceva sedikit berteriak sebab ia sembari melangkahkan kakinya keluar kelas.


Di kelas Giorgio, semua orang nampak terkejut dan ketakutan saat melihat ekspresi para pria berpakaian serba hitam itu yang sangat dingin dan memasang tatapan tajam menghunus hingga jantung.


Ecxel dan Dion menoleh ke arah pria berpakaian serba hitam yang berdiri di dekat mereka, lalu keduanya mengangguk.


Dion mencengkram erat tangan Giorgio lalu menghempaskannya secara kasar, langsung di tangkap oleh pria berpakaian serba hitam tersebut yang tak lain Bengamin.


"Lepasin gue! ".

__ADS_1


" Nyawa harus di balas dengan nyawa!!!" Teriak Giorgio berusaha memberontak dari dekapan Bengamin.


"Periksa dia" Ucap Ecxel pada seluruh pria berpakaian serba hitam itu, menggerakkan dagunya ke arah Danur.


"Siap tuan muda" Jawab semua pria berpakaian serba hitam tersebut yang tak lain personil triple G mafia dengan serempak.


3 orang personil triple G mafia mendekati Danur, kemudian memeriksanya.


"Detak jantung dan nadinya melemah tuan muda" Ucap salah satu dari mereka.


Dion dan Ecxel menghela nafas lega.


"Lo bodoh lo bisa membunuhnya" Teriak Dion kesal di depan wajah Giorgio.


"Gara gara dia Tasha kecelakaan dan meninggal" Ucap Giorgio juga berteriak di wajah Dion.


"Apa dengan lo begini, bisa mengembalikan Natasha? " Tanya Dion, dengan nada yang merendah.


Giorgio terdiam seraya melepaskan diri dari dekapan Bengamin.


"Lepaskan paman" Ucap Giorgio dingin, kemudian melenggang pergi keluar kelas.


"Izinkan kami yang membereskan semuanya tuan muda" Ucap Bengamin membungkukkan setengah tubuhnya.


"Kami juga akan membantu" Ucap Dion tegas tak ingin di bantah dan Ecxel mengangguk setuju.


Bengamin mengangguk patuh.


"Aku merindukanmu, apa itu kamu? " Gumamnya lagi.


Tanpa berpikir apapun, ia melangkahkan kaki panjangnya, kemudian menerobos masuk toilet.


"Eeehh" Gadis di dalam toilet itu terkejut.


"Tasha sayang aku merindukanmu" Ujarnya sebab gadis di hadapannya adalah Natasha dalam mata dan benaknya.


Tanpa banyak berpikir dan melihat raut wajah keterkejutan gadis di hadapannya, ia langsung merengkuh tubuh gadis itu lalu menyambar bibir gadis itu dan ********** dengan rakus.


Gadis tersebut terkejut dan berusaha melawan pria yang merenggut ciuman pertamanya.


Giorgio menggigit bibir gadis tersebut, agar dapat terbuka, setelah terbuka ia menarik tengkuk gadis tersebut dan memperdalam ciumannya.


Giorgio melepaskan pagutannya saat tubuh gadis di hadapannya bergetar hebat dapat di pastikan gadis itu menangis.


"Gra Graceva" Ucap Giorgio terkejut dan terbata, sebab gadis yang tadi ia kira kekasihnya adalah Graceva.


Graceva menangis sesenggukan gadis itu yang tak lain Graceva, memukul mukul tubuh Giorgio.


Giorgio merasa sangat bersalah, ia menangkup wajah Graceva, "maafkan saya" Hanya kata kata itu yang bisa ia ucapkan saat ini.

__ADS_1


Graceva menatap wajah Giorgio sendu.


"Jahat, kau melecehkan ku, kau juga mengambil ciuman pertamaku yang harusnya ku berikan pada suamiku kelak" Ucapnya sendu masih dengan terisak.


Giorgio merasa sangat bersalah, terlebih mendengar pengakuan gadis tersebut yang mengatakan dirinyalah yang mendapatkan ciuman pertama gadis itu.


"Dimana Graceva? " Ucap Andini cemas yang tak mendapati Graceva tak kunjung kembali ke kelas.


Giorgio menarik tubuh gadis itu masuk kedalam dekapannya.


"Maafkan aku" Ujar Giorgio mengusap bahu Graceva yang masih bergetar.


"Aku akan menikahimu" Ucapnya bersungguh sungguh.


Graceva mendongakkan kepalanya menatap Giorgio dengan penuh keterkejutan, ia menangkap tatapan serius dari pria di hadapannya.


Giorgio kembali memasukan kepala Graceva ke dalam dekapannya


Saat ini mereka masih berada dalam salah satu bilik toilet wanita, beruntung tak ada siswi lain yang masuk ke toilet tersebut sehingga tak ada yang mengetahuinya.


Giorgio merogoh ponsel dari saku celananya kemudian menghubungi seseorang "ke toilet wanita sekarang! " Ucap Giorgio setelah telfon terangkat dari seberang, lalu memutuskan sambungan telfon tersebut secara sepihak.


Tak lama pria yang dihubungi datang, di ikuti dengan beberapa orang di belakang pria itu.


Giorgio membuka pintu bilik toilet tersebut lantas keluar dari sana seraya merangkul Graceva yang masih nampak terisak.


"Pagi tuan muda" Ucap 3 pria di hadapannya.


"Kalian berdua ambilkan tas ku dan tas milik gadis ini" Ucap Giorgio pada kedua pria di hadapannya.


"Kau kelas berapa? " Tanyanya mengelus bahu gadis di sampingnya.


"10 IPA 2" Jawab Graceva pelan masih terisak.


"Baik tuan muda" Ucap kedua pria tersebut lalu bergegas menjalankan tugas dari tuan mudanya.


"Antar kami ke mobil paman".


" Mari tuan muda" Jawab Bengamin.


Mereka masuk ke salah satu mobil yang mendominasi hitam tersebut.


Tak lama dua pria yang tadi di tugaskan mengambilkan tasnya dan Graceva datang lalu menyerahkan padanya.


"Paman Ben antar kami ke gereja, dan panggilkan pendeta, kami akan menikah! " Ucapan Giorgio membuat Bengamin dan yang lainnya terkejut.


"Baik tuan muda" Jawab Bengamin mantap.


"Bagaimana pria sialan itu? " Tanya Giorgio dingin menatap ke depan, ia mengingat semua pengakuan pria itu yang membuatnya tersulut emosi lagi.

__ADS_1


"Sedang di bawa ke rumah sakit tuan muda" Ucap Bengamin.


<<<<<... Bersambung... >>>>>


__ADS_2