
Happy Reading πΉπΉπΉπΉπΉ
"Grace aku antar pulang ya" Ucap Aldo saat berpapasan dengan Graceva yang hendak keluar dari kelas.
Graceva menoleh.
Sejenak Graceva nampak berpikir.
"Hey Grace" Aldo mengibas ngibaskan tangan di depan wajah Graceva yang nampak bergeming.
"Haaa," Graceva tersadar.
"Gimana mau" Tanya Aldo lagi menunggu jawaban.
"Gimana ya" Ujarnya ragu.
Aldo berdahem.
"Sebentar ya ku kabari sahabatku dahulu" Ucap Graceva melenggang pergi menuju parkiran untuk menemui ketiga orang yang pasti sudah menunggunya.
"Tok tokk tokkk"
Graceva mengetuk kaca mobil.
Dion menurunkan kaca mobil.
"Apa? " Tanya Dion menaikan satu alisnya.
"Masuk" Sahut Ecxel.
"Maaf kak hari ini aku pulang mau di antar dengan sahabatku" Ucap Graceva meminta izin.
Dion dan Ecxel bersi tatap, kemudian kompak melirik Giorgio yang sibuk dengan benda pipih dan canggih di genggamannya.
"Gio" Panggil Dion.
Giorgio berdahem.
Dion Berdecak.
"Masuk" Ucap Dion meminta Graceva masuk mobil.
Graceva menurut, ia masuk ke mobil.
"Kamu katakan pada Giorgio, apapun ucapannya bersifat mutlak" Ucapnya lagi.
"Kak aku ijin pulang sama Aldo ya" Ucapannya terhenti saat Giorgio memotongnya.
"Jalan" Titah Giorgio masih fokus dengan ponselnya.
Ecxel melajukan mobil pergi meninggalkan sekolah.
"Kak... ".
" Kak... Berhenti".
Graceva mendengus kesal karena Ecxel tak menggubris bahkan ia melajukan mobilnya dengan kecepatan meninggi.
"Dimana Graceva" Gumam Aldo yang masih setia menunggu Graceva di parkiran.
"Berhenti" Ucap Giorgio tiba tiba.
"Ciitttttttt..... ".
__ADS_1
Terdengar suara decitan ban yang beradu dengan aspal.
Ecxel menghentikan mobilnya secara tiba tiba.
" Awwww".
Pekik Graceva dan Dion yang tubuhnya terhuyung ke depan.
"Kenapa? " Tanya Ecxel cepat.
Giorgio memusatkan pandangannya ke Graceva.
"Ada yang ingin kau katakan? " Tanya Giorgio menaikan satu alisnya menatap Graceva tajam.
"Telat.. " Gerutu Graceva.
Dion dan Ecxel diam, hanya menyaksikan mereka dari spion tengah.
"Baiklah, jalan" Ucap Giorgio menepuk kursi kemudi Ecxel.
"Eeehhhh tunggu" Cegah Graceva cepat sebelum Ecxel kembali melajukan mobilnya.
"Aku izin mau pulang bareng dengan sahabatku" Ucap Graceva hati hati.
"Turun, temui sahabatmu dan pulanglah bersamanya" Ucap Giorgio.
Mata Graceva berbinar.
"Baik kak terimakasih" Ucap Graceva segera turun dan berjalan kembali ke sekolah.
"Semoga Aldo belum pulang" Gumam Graceva berharap Aldo belum pulang.
Ia tak ingin memberikan harapan pada pria itu, namun ia pun tak ingin mengecewakan pria itu.
Tadi mobil yang mereka naiki belum begitu jauh dari sekolah.
"Kenapa? ".
Giorgio bergeming.
" Kamu dari mana aja? Kamu gak papa kan? " Tanya Aldo panik menelisik seluruh tubuh Graceva.
"Enggak papa"
"Ayo pulang" Ucap Aldo memakaikan helm ke kepala Graceva.
Aldo melajukan motornya, ia melajukan motornya dengan kecepatan rata rata.
"Jalan" Ucap Giorgio saat motor yang dinaiki Graceva melintasi mobilnya.
"Ikuti motor yang dinaiki Graceva" Ucapnya lagi.
Ecxel melajukan mobilnya dan membututi motor yang dinaiki Graceva.
"Jaga jarak bodoh" Giorgio menepuk sandaran kursi kemudi Ecxel.
"Itu di belakang mobil siapa? Dari tadi ku perhatikan mobil itu mengikuti kemanapun kita pergi". Ucap Ecxel melirik spion tengah yang menyadari mobil di belakang mengikutinya.
Dion nampak melirik ke belakang.
Giorgio bergeming.
Giorgio merogoh benda pintar di saku bajunya.
__ADS_1
Giorgio membulir benda pipih itu.
"Halo tuan muda" Sahut orang di seberang telfon.
"Dimana? "
"Di belakang mobil Anda tuan muda" Jawab sopan dari seberang telfon.
"Mendekatlah" Ucap Giorgio mematikan telfon.
Mobil mendominasi hitam yang sedari tadi membututi di belakang, mensejajarkan lajunya dengan mobil mereka.
Jendela bagian depan mobil di sampingnya terbuka dan orang di balik jendela itu menongolkan kepalanya.
Giorgio menurunkan jendela mobil di sampingnya.
"Selamat siang tuan muda" Ucap pria berpakaian serba hitam membungkukkan kepala.
"Ikuti Graceva, pastikan pria itu tidak bertindak macam macam, laporkan semuanya padaku" Titah Giorgio tegas.
"Bertindaklah jika keadaan mendesak" Titahnya lagi.
"Baik tuan muda".
Dua mobil mendominasi hitam mengikuti dan memantau kemanapun Graceva pergi.
" Ahhh kita kehilangan jejak" Ecxel berdecak memukul kemudi.
"Apa mereka personil triple G Mafia? " Tanya Dion yang merasa tak asing dengan salah satu plat nomor mobil itu.
"Emang iya? " Tanya Ecxel sedikit ragu.
"Pulang ke rumah" Ucap Giorgio tegas.
"Siap bos" Ecxel melajukan mobilnya ke arah rumah keluarga Gabriel.
"Itu siapa sih mobil belakang? " Tanya Ecxel lagi.
"Personil triple G Mafia" Ucap Giorgio.
"Kak kita mau kemana? " Tanya Graceva yang bingung Aldo tak kunjung menghentikan motornya dimana pun.
<<<<>>>>
Aldo mau membawa Graceva kemana ya π€π€
<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>
Hai semua!
Kembali lagi denganku Author amatiran ππ tak bosan bosan ku mengatakan Maaf jika ada salah penulisan dan penyampaian gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini.
Jangan lupa tinggalkan.....
Like...
Komentar...
Share...
Favorit...
Vote...
__ADS_1
Give...
<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>