Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 41


__ADS_3

Giorgio menghempaskan tubuhnya ke atas kasur setelah usai membersihkan tubuhnya, ia menatap langit - langit kamar, ia berpikir akan menemui mertuanya atau tidak, tetapi dia juga bingung, jika ia menemui mertuanya akan berbicara apa, dan jika dia tidak menemui mertuanya, apa yang akan di pikirkan oleh mertuanya.


Setelah berperang batin, akhirnya ia memutuskan untuk menemui mertuanya, ia menuruni anak tangga dan berjalan masuk ke ruang tamu lalu duduk di sofa single tak jauh dari posisi duduk Graceva, membuat semua orang menoleh.


Graceva tersenyum dan berpindah duduk semakin dekat dengan Giorgio, bola mata indahnya menatap lekat manik elang Giorgio yang juga tengah menatapnya, ia senang perlahan lahan Giorgio sudah mulai bisa menerima keberadaan orang tuanya, Giorgio yang sadar jika Graceva tengah menatapnya, segara menajamkan matanya hal itu membuat Graceva segera menundukkan kepala.


"Kau apa kabar Giorgio? "


Suara bariton terdengar di ruangan tamu tersebut, membuat Giorgio yang tadi memandangi Graceva menaikan pandangannya ke arah Wilson yang bersuara, tanpa mengubah tatapan tajamnya, membuat Wilson yang mendapatkan tatapan tajam Giorgio merinding, seakan tatapan itu dapat menembus jantungnya.


Giorgio hanya menganggukkan kepala menanggapi pertanyaan yang di lontarkan Ayah mertuanya, sesekali dia menjawab singkat semua pertanyaan yang di tujukan untuknya oleh semua orang yang berada di sana.


Tak terasa mereka sudah berbincang begitu lama, sampai akhirnya para wanita pergi ke dapur yang entah hendak melakukan apa, para pria masih asik dengan obrolannya, Gerrald sibuk berbincang dengan Wilson, sedangkan Giorgio asik dengan ponsel di genggamannya.


Guwen dan Gracia sibuk dengan tumpeng yang sedang mereka buat, Geofany dan Gerraldine sibuk mempersiapkan daging dan pemanggang di taman belakang, sedangkan Graceva ia hanya membantu Mamah dan Bunda mertuanya meski tak banyak.


Graceva terkejut saat Bunda mertuanya tiba - tiba menyodorkan satu gelas susu hangat padanya, bukan terkejut karna Bunda mertuanya yang menyodorkan satu gelas susu hangat itu padanya, melainkan ia terkejut dengan ucapan yang di lontarkan Bunda mertuanya.


"Bawakan ini untuk Giorgio, dan temani dia, biarlah urusan tumpeng menjadi urusan kami, Bunda berharap kalian bisa semakin dekat, meski saat ini belum ada perasaan di antara kalian, akan tetapi kami yakin perlahan kalian akan ada benih - benih cinta di kemudian hari"

__ADS_1


Guwen berucap sembari tersenyum manis, memberikan kepastian pada menantunya.


"Kamu tahu Sayang? dulu Ayah mertuamu itu sama seperti Giorgio, cuek, dingin, acuh, tetapi jika dia sudah jatuh cinta pada Bunda mertuamu ini, dia akan berubah menjadi seorang yang sangat bucin"


Kali ini Gracia sang Mamah yang berbicara tentang bagaimana hubungan Guwen dan Gerrald di masa lalu membuat Guwen menunduk dan malu, sedangkan Graceva yang mendengarkan hal itu tersenyum samar, ia berpikir, apa iya hubungan nya dengan Giorgio dapat bertahan lama?, Graceva segera pergi dari dapur dan memberikan susu hangat yang ia bawa pada Giorgio, setelah menerima satu gelas susu hangat dari Bunda mertuanya.


Setelah kepergian Graceva, Guwen dan Gracia kembali melanjutkan aktivitasnya seraya berbincang bincang, mengenang, mengenang masa muda mereka, ya... Guwen dan Gracia bersahabat bahkan sebelum mereka kenal dengan suami mereka, keduanya bertemu di masa SMA, pertemanan mereka berawal dari SMA hingga sekarang, mereka masih belum menyangka, mereka bersahabat sekaligus besanan.


Graceva meletakan susu hangat yang ia bawa ke atas meja depan Giorgio, lalu mendudukkan tubuhnya di sofa yang tak jauh dari Giorgio, Gerrald dan Wilson menghentikan obrolannya, menyaksikan hal itu membuat mereka tersenyum tipis, sangat tipis, bahkan jika orang tidak melihat dengan teliti maka tidak akan nampak senyum tipis yang terukir di wajah datar mereka.


Harum coklat susu panas menembus indra penciuman Giorgio membuat pria yang sedari tadi asik dengan ponselnya, menghentikan aktivitasnya dan melirik segelas susu coklat hangat kesukaannya yang berada di atas meja, kemudian beralih melirik Graceva yang duduk tak jauh dari posisinya, terlihatlah Graceva yang tengah melirik ke arah Giorgio dengan raut wajah datar dan senyuman kaku, membuat Giorgio mengerti, pastilah gadis yang berstatus sebagai istrinya itu yang membuatkannya.


"Hmm" Graceva berdahem dan kembali melanjutkan ucapannya, "Susu itu Bunda yang membuatnya"


"Ya" jawab Giorgio singkat, tanpa Graceva berucap pun Giorgio sudah tahu jika susu ini Bundanya yang membuat, sebab Bundanya itu biasa membuat susu hangat itu untuknya dengan campuran madu dan kayu manis, membuat susu itu terasa sangat manis dan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh.


"Permisi Tuan, Nona! maaf mengganggu"


Dona kepala pelayanan di rumah tersebut datang entah dari arah mana, datang sambil membungkukkan setengah tubuhnya, merasa tak enak ia sudah mengganggu obrolan Tuan dan anak menantunya, namun mau bagaimana lagi ia harus menyampaikan sesuatu.

__ADS_1


"Ya" balas Gerrald, kemudian bangun dari duduknya menoleh pada Dona.


"Mereka sudah datang Tuan"


Dona menyampaikan pesan yang memang ingin ia sampaikan, sebab Tuannya itu tadi mengundang kedua adik dan keluarganya untuk datang, tak lama setelah Dona mengatakan hal itu, orang yang kepala pelayan itu maksud muncul dari balik punggung Dona, setelah menyampaikan pesan pada Tuannya, Dona berlalu dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Belum saja tamu yang di undang Gerrald duduk, Geofany sudah datang dan memberikan informasi jika semuanya sudah siap dan kembali pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri, begitu pula dengan Gerrald ine, gadis itu juga tadi selesai usai membantu sang kakak kembali masuk ke kamarnya dan membersihkan diri.


Alya dan Diana langsung pergi ke dapur, sebab mereka mencium aroma masakan, sedangkan Alex dan Rio berjalan mengikuti Gerrald dan Wilson pergi ke taman belakang, Dion dan Ecxel langsung duduk di sofa panjang yang tak jauh dari posisi duduk Giorgio, Dion dan Ecxel menatap Giorgio dan Graceva bergantian dengan bingung, sebab keduanya terdiam dengan kesibukan masing - masing, Giorgio sibuk dengan ponsel dan susu hangatnya, sedangkan Graceva sibuk menatap langit - langit ruang tamu tersebut dengan tatapan kosong, entah apa yang di pikirkan oleh gadis itu.


"Permisi Tuan, Nona! "


Suara seseorang mengejutkan Dion dan Ecxel yang tengah mengamati wajah Giorgio dan Graceva, sedangkan Graceva segera tersadar dari lamunannya dan memusatkan pandangannya pada seseorang yang ia kira orang itulah yang berbicara, Giorgio hanya berdahem dan masih memfokuskan pandangan pada ponselnya.


"Tuan dan Nona sudah di tunggu oleh yang lainnya di taman belakang"


Lanjut seseorang yang berbicara tadi yang tak lain adalah Dona seraya menundukkan kepala memberi hormat dan mempersilahkan semua orang yang ada di ruang tersebut mengikutinya, Giorgio, Graceva, Dion dan Ecxel berjalan beriringan mengikuti Dona ke taman belakang, yang 3 (Tiga) bulan lalu baru saja di renovasi.


Ya, 6 (Enam) bulan lalu Gerrald merenovasi rumahnya, ia mengubah semua struktural rumahnya, ia mengalihfungsikan ruang bawah tanahnya sebagai garasi, ruang penyimpanan persenjataan dan penyimpanan semua hartanya.

__ADS_1


__ADS_2