Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 51 | Permintaan Giorgio


__ADS_3

Meja Makan...


Pukul 17.20 Wib...


Kini semua orang telah duduk di meja makan, para wanita menyiapkan hidangan makanan untuk para lelakinya, tanpa terkecuali Graceva, perempuan itu pun menyiapkan makanan untuk Giorgio meski tak di minta.


Gabriella yang semula hendak menyiapkan makan untuk Giorgio, mengurungkan niatnya ketika melihat Graceva yang sudah lebih dulu menyiapkan makan untuk Giorgio.


Excel melihat kesana kemari, menyaksikan para perempuan yang menyiapkan makan untuk lelakinya, kemudian matanya beralih pada piring miliknya dan milik Dion yang masih kosong.


"Apa tak ada yang ingin mengambilkan makan untuk kami? "


Excel menatap piringnya dan piring Dion, kemudian beralih pada para perempuan yang kini tengah melihatnya.


Tanpa bicara Fany menarik piring Dion dan mengambilkan nasi beserta lauknya, dan mengembalikannya ke hadapan Dion, sementara Excel yang melihat hal itu membuatnya kesal.


"Kak, hanya milik Dion saja? milikku tidak? "


Excel menyodorkan piringnya ke hadapan Fany, berharap perempuan itu akan mengambilkan makan untuknya, hal itu di saksikan oleh semua orang yang berada di sana.


Fany melirik sekilas piring yang disodorkan Excel lalu melanjutkan makannya.


"Ambilkan aku makan Kak"


Fany menghentikan makannya, menatap Excel dengan senyum yang sulit di artikan.


"Aku ikhlas mengambilkan makan untuk Dion"


Fany menghentikan sejenak ucapannya dan melirik Dion yang sudah mulai memakan makanan di piringnya, kemudian kembali menatap Excel.


"Jika aku mengambilkan makan untuk mu, dan aku tak ikhlas, apa kau tak takut jika ku taburkan racun di makanan mu? "


Fany berucap dengan senyum yang sulit artikan, namun tangannya mengambil piring yang disodorkan Excel dan mengambilkan makan untuk Excel, dan mengembalikan nya ke hadapan Excel.


Excel yang mendengarkan perkataan Fany, ia tanpa ragu mengambil piring yang di sodorkan oleh Fany dan langsung memakannya, ia tahu pastilah Fany tak mungkin akan meracuninya.


...Ada ada saja tingkah Excel!...


Mereka makan dalam diam, hanya sesekali terdengar suara sendok dan garpu yang bersinggungan dengan piring.


Setelah semua orang menyelesaikan makan, namun mereka masih nampak duduk tenang di kursi mereka masing masing.


"Ayah Bunda, Paman Bibi"


Suara Giorgio mengalihkan atensi semua orang kearahnya.


"Apa? "

__ADS_1


Ketiga pria paruh baya menyahut bersamaan, sementara para wanita hanya menoleh dan menaikan alis.


"Mulai kapan aku akan membantumu Yah? "


"Membantu apa? "


Bukannya menjawab, Gerald justru kembali bertanya pada putra tunggalnya.


"Aku kapan membantu Ayah menjalankan klan? "


Giorgio bertanya dengan tatapan datar mengarah pada sang Ayah.


Helaan nafas terdengar dari mulut Gerald.


"Bukan membantuku, tetapi menggantikan ku! "


Ucapan Gerald membuat mata Giorgio terbelalak, sementara semua orang menyaksikan sembari mengangguk anggukkan kepala mengerti.


Tapi Yah, belum usai Giorgio menyelesaikan ucapannya sang Ayah sudah memotongnya.


"Kau akan menggantikan ku, aku pun akan tetap mengawasi klan, namun tak akan terlalu banyak ikut campur dengan setiap keputusan yang kau ambil! "


Gerald berucap tegas tak ingin di bantah, Giorgio tak langsung menjawab, sejenak ia berpikir, dengan jarinya yang ia ketuk ketukan ke dagu, menunjukkan bahwa dia tengah berpikir.


*****


"Baiklah, aku akan memimpin klan menggantikan Ayah! "


Giorgio berucap tegas, namun ia menggantungkan ucapannya.


"Tetapi, apa Ayah yakin aku bisa menggantikan Ayah dengan baik? dan Ayah akan terima apapun keputusan yang akan ku ambil nantinya? "


Sebelum Giorgio mengambil keputusan, ia terlebih dahulu memastikan keputusan dari sang Ayah yang menyerahkan kekuasaan tertinggi pada klan G Mafia.


Tanpa banyak berpikir, Gerald mengangguk pasti menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Giorgio.


"Baik yang akan merugikan Ayah ataupun klan? "


Tanya Giorgio lagi memastikan, Giorgio dapat melihat, nampak sang Ayah diam dengan raut wajah tanpa ekspresi, sepertinya pria paruh baya itu tengah berpikir,,, setelahnya nampak Gerald mengangguk dengan senyuman tipis.


Semua orang yang sedari tadi menyaksikan interaksi anak dan Ayah tersebut, perlahan Fany membuka suaranya.


"Maaf ya Gio, karna Kakak seorang perempuan, Ayah kurang mempercayai Kakak untuk menggantikan Ayah memimpin klan"


Fany berkata dengan nada penuh penyesalan.


Gerald dan Giorgio menoleh pada Fany yang tengah menundukkan kepala.

__ADS_1


"Bukan Ayah tak mempercayaimu sayang, tetapi Ayah memang sudah mempersoalkan Giorgio untuk menggantikan Ayah sedari dulu, maua bagaimana pun Giorgio lah putra tunggal Ayah, Ayah tak mungkin merelakan putri putri Ayah masuk terlalu dalam di dunia gelap ini"


Guwen menatap lembut putra satu satunya dengan senyum manis.


"Sayang, ingin tidak ingin, kamu harus meneruskan garis klan yang sudah Kakek kalian dirikan"


Ucapan Guwen berhasil membulatkan tekat Giorgio yang semula ingin menolak menjadi berubah pikiran dan menyetujuinya.


"Baiklah, sebelum aku memulai mengambil tahta dari Ayah, aku mempunyai permintaan"


Semua orang menaikan alis menatap Giorgio.


"Apa? " Gerald bertanya.


"Bisakah kalian menyembunyikan identitas ku, jika aku adalah ketua klan dari publik? dan aku pun ingin identitas semua anggota klan disembunyikan, apakah dapat memenuhi permintaanku Yah? "


Gerald menoleh pada kedua adiknya, nampak mata mereka bergerak kesana kemari, seolah mereka berkomunikasi dengan mata.


"Paman dapat membantumu! "


Ucapan Rio seolah angin segar yang berhembus di telinga Giorgio, ia menghela nafas lega, karna orang lain tak akan mengetahui identitas yang sesungguhnya tentang dirinya yang seorang pimpinan klan mafia.


Setelah pembicaraan itu usai, semua orang kembali ke kamar dan beristirahat, begitupun Excel dan Dion beserta keluarganya yang akan bermalam di sana.


**********


Keesokan Harinya...


**********


Semua orang sudah mulai menyibukkan diri dengan aktifitas masing - masing, begitupun dengan keluarga Gabriel, kini nampak telah berjajar rapih 10 mobil berwarna serba hitam, namun tak lama kemudian iring iringan mobil tersebut mulai melaju meninggalkan kediaman keluarga Gabriel, menuju ke suatu tempat.


7 mobil dengan berisikan 8 orang personil G Mafia di masing masing mobilnya, dan 3 mobil yang berisikan keluarga besar Gabriel.


Iring iringan mobil tersebut tiba di markas besar G Mafia, kedatangan mereka langsung di sambut oleh Ricard dan beberapa orang yang lagi berbincang santai di depan pintu utama markas.


"Selamat pagi Tuan Nyonya! "


Semua orang di sana menyapa keluarga besar Gabriel yang baru saja tiba.


"Antar kami ke aula pertemuan, kumpulkan semua orang, dan sambungkan panggilan vidio pada seluruh personil di luar negeri"


Ricard dan beberapa orang di sana membagi tugas, Ricard memerintah beberapa orang tersebut mengumpulkan semua orang di aula pertemuan dan mempersiapkan sambungan panggilan vidio dengan personil lainnya yang berada di luar wilayah negara tersebut, sedangkan Ricard mengawal keluarga besar Gabriel menuju aula pertemuan, diikuti personil G Mafia yang mengawal mereka dari rumah.


*****


Kini semua orang telah berkumpul di aula pertemuan, layar besar di tengah ruangan pun nampak sudah menyala dan menampilkan beberapa orang dengan puluhan orang di belakangnya, aula besar tersebut nampak hening tak ada suara, bahkan suara jarum jam dinding yang bergerak cukup menggema di ruangan besar tersebut.

__ADS_1


__ADS_2