Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 21


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Kediaman Gabriel..


"Sayang kamu tidak ke kampus? " Tanya Guwen seraya melangkahkan kaki mendekat sofa ruang keluarga, menghampiri Geofany yang tengah asik duduk sembari menonton TV.


"Tidak bun, aku kuliah online hari ini" Jawab Geofany masih serius menatap layar TV yang tengah menayangkan drama Korea favoritnya.


"Gerraldine sudah di antar sekolah? " Tanya Guwen seraya mendudukkan tubuh tepat di samping putrinya.


"Tadi di antar ayah" Jawab Geofany.


Guwen tersenyum seraya mengangguk mengerti.


"Bagaimana pria sialan itu? " Tanya Giorgio dingin.


"Sedang di bawa ke rumah sakit tuan muda" Jawab Bengamin sopan.


"Gereja dan pendeta sudah siap tuan muda" Lapor Bengamin lagi.


"Oke paman".


Giorgio mengambil ponsel pintarnya dari dalam saku celana, kemudian mengerikan sesuatu lalu mengirimnya ke seseorang.


Giorgio menoleh pada gadis yang duduk di sampingnya, yang menatap kosong ke luar kaca mobil.


Giorgio menggenggam tangan Graceva, " Grace maafkan saya" Ujarnya menggenggam tangan Graceva erat.


Graceva mengangguk pelan.


"Kabari kedua orang tuamu, minta mereka untuk datang ke gereja" Ucapnya lagi.


Lagi lagi Graceva menganggukkan kepalanya.


Ia mengambil ponsel dari dalam tasnya kemudian menghubungi kedua orang tuanya.


"Paman Ben masuklah, antar kami ke gereja" Ujar Giorgio datar tanpa ekspresi.


Bengamin masuk dan duduk di balik kemudi.


"Paman tolong selesaikan semua urusan disini" Titah Giorgio pelan namun penuh penegasan.


"Baik tuan muda".


Ping..!


Ponsel Guwen berdering menandakan pesan masuk ke ponselnya.


" Bun temui aku di gereja, ajak ayah, kak Fany dan Gerraldine, kenakan pakaian rapih sekarang! " Begitulah isi pesan yang dikirimkan Giorgio.


"Kenapa bun? " Tanya Geofany heran yang melihat Guwen terdiam setelah membaca pesan dari ponselnya.


Guwen menyerahkan ponselnya pada sang anak.


Geofany mengerutkan keningnya setelah melihat isi pesan dari Giorgio.


"Yasudah bersiaplah, pasti ada hal yang penting" Ujar Guwen seraya masuk kamar lalu bersiap mengganti pakaian rapih, begitu pula dengan Geofany.


Tak lama keduanya nampak telah siap, kemudian mereka bergegas masuk mobil dan beranjak pergi ke gereja yang di sampaikan Giorgio.


Gerrald yang tengah memimpin rapat, meninggalkan rapatnya setelah mendapatkan kabar dari sang istri.


Gerrald melajukan mobilnya menuju sekolah Gerraldine untuk menjemput sang putri, lalu kembali melajukan mobilnya ke tempat yang di tuju.


Gionino dan Gracia yang tengah berkendara menuju ke satu tempat guna menghadiri undangan pernikahan rekan kerja mereka, mengurungkan niatnya memutar balikan arah menuju gereja yang di infokan putri mereka, setelah mendapatkan kabar dari putrinya.

__ADS_1


Tak lama mereka tiba di gereja yang di minta Giorgio.


"Selamat pagi tuan Gerrald" Ucap Gionino menjabat tangan Gerrald.


"Pagi tuan Wilson" Ucap Gerrald membalas jabatan tangan Gionino.


"Selamat pagi tuan, nyonya" Ujar Bengamin dan personil triple G mafia membungkukkan setengah tubuh sopan.


"Pagi" Sahut Gerrald dan yang lainnya bersamaan.


"Ada apa ini sebenarnya? " Tanya Gerrald pada sang asisten di hadapannya.


"Maaf tuan, nanti biar tuan muda yang menyampaikan" Jawab Bengamin sopan.


Gerrald dan yang lainnya mengangguk angguk mengerti.


"Mari masuk tuan, nyonya" Ucap Bengamin memberikan jalan Gerrald dan yang lainnya untuk masuk.


"Bagaimana paman apa semuanya sudah datang? " Tanya Giorgio pada Bengamin.


"Sudah tuan muda" Jawab Bengamin.


"Selamat pagi semua" Ucap Giorgio seraya berjalan masuk ke dalam ruang gereja.


Semua orang di sana menoleh ke arah Giorgio yang tengah berjalan dengan gagah, menggunakan setelan jas rapih serta dasi yang terpakai rapih.


Giorgio berjalan mendekati tuan dan nyonya Wilson, kemudian merendahkan tubuhnya di hadapan kedua paruh baya di hadapannya.


Gracia dan Gionino terkejut atas tindakan Giorgio.


"Maafkan saya tuan Wilson, nyonya Wilson" Ucap Giorgio, makin membuat semua orang di sana terkejut dan mengerutkan kening.


"Bangunlah Giorgio sayang" Ucap Gracia seraya membangunkan tubuh Giorgio.


Lagi lagi perkataan Giorgio membuat semua orang tercengang.


"Tunggu, ada apa ini sebenarnya kamu meminta maaf lalu ingin menikahi Graceva" Kali ini Gionino berujar, yang tak tahan dengan penasaran.


Gerrald dan yang lainnya mendengarkan.


"Saya mencuri ciuman pertama Graceva" Ucap Giorgio menunduk.


Semua orang berdiri dari duduknya sangking terkejut.


Gracia dan Gionino terpaku, mereka tak dapat berkata kata apapun lagi.


"Kamu melecehkan anak saya? " Tanya Gionino tak percaya.


Giorgio menghela nafas lalu mengangguk lemah.


Gionino marah sangat marah, namun ia berusaha menahannya, ia memilih pergi ke luar gereja.


"Graceva dimana? " Tanya Gracia memegang bahu Giorgio.


"Di ruang ganti, sedang berganti pakaian".


" Izinkan saya bertanggung jawab nyonya Wilson" Ucap Giorgio menatap Gracia dengan tatapan memohon.


"Iya, terimakasih sudah mau bertanggung jawab dengan Graceva" Jawab Gracia lembut mengelus elus bahu Giorgio, kemudian berlalu menyusul suaminya keluar.


"Giorgio ada apa ini sebenarnya? " Tanya Gerrald yang masih belum mengerti ada apa sebenarnya.


Giorgio mendekat lalu duduk di salah satu kursi kosong, kemudian ia menjelaskan semuanya yang membuatnya ingin menikahi Graceva.


"Kamu cuma cium aja mau kamu nikahi? " Cibir Gerrald.

__ADS_1


"Saya mau tanggung jawab dengan Graceva".


" Kamu yakin sayang? " Tanya Guwen lembut menggenggam tangan putranya itu.


Giorgio mengangguk mantap.


"Sayang hubungi Alex, Rio beserta istri dan anaknya, minta mereka semua kemari" Ucap Gerrald melirik Guwen seraya beranjak pergi keluar.


Sedangkan Guwen segera menjalankan perintah dari suaminya itu.


Diluar gedung gereja..


"Tuan Wilson bagaimana, apa tuan mengizinkannya? " Gerrald bertanya pada Gionino.


"Saya menghawatirkan sekolahnya tuan, bagaimana jika tak lama setelah menikah Graceva hamil tuan? " Tanya Gionino mengutarakan rasa kegundahannya.


"Lihatlah niat baik Gio sayang, dia hanya mencium Graceva namun ia bersedia menikahinya" Ujar Gracia mengelus dada bidang suaminya.


"Di luar sana bahkan banyak yang sudah melakukan hal lebih namun tak ingin menikahi gadis yang sudah mereka rusak" Ujar Gracia lagi berusaha memberikan pengertian pada suaminya itu.


"Lagi pula Gio pria yang baik, percayalah dia pasti bisa membimbing Graceva" Ujarnya lagi.


Gionino menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan.


"Baiklah saya mengizinkannya" Ucap Gionino menghela nafas.


Graceva keluar dari ruang ganti setelah usai di rias MUA.


Gracia Gionino dan Gerrald menoleh ke arah Graceva yang tengah berjalan.


"Sayang" Gracia memeluk Graceva.


"Kamu siap sayang? " Tanyanya lagi setelah melepaskan pelukannya.


Graceva mengangguk pelan.


Mereka kembali memasuki gereja..


Tak lama Dion dan Ecxel datang bersama kedua orang tuanya.


Pendeta yang akan menikahkan mereka berjalan seraya memberikan selembar kertas pada Giorgio dan Graceva.


"Hapalkan terlebih dahulu janji pernikahan kalian, jika sudah siap langsung naik ke altar" Ujar pendeta tersebut tersenyum ramah, kemudian pergi menaiki altar untuk mempersiapkan semua kebutuhan pernikahan Giorgio dan Graceva.


<<<<<... Bersambung... >>>>>


<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>


Sampai bertemu di next episode!.


Jangan lupa tinggalkan.....


Like...


Komentar...


Favorit...


Gift...


Vote...


Terimakasih banyak !


<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2