Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 32


__ADS_3

...Hai, selamat datang dalam novel : "Takdir Cinta Graceva"...


...Karya : Grendys 08...


...Bab 32...


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Graceva POV


Terkejut, satu kata yang menggambarkan perasaanku dan sang suami saat ini, aku dan kak Giorgio terkejut, saat melihat 2 gadis yang sangat aku kenal, berdiri bersedekap di dada, membuat kami menghentikan langkah.


"ka kalian? " ucapku sedikit terbata bata dengan raut wajah keterkejutan.


sedangkan kak Giorgio, bersikap begitu tenang, sampai aku berfikir, "apa kak Giorgio tak merasa terkejut? ".


" kenapa kalian di sini? " kak Giorgio bertanya.


tatapan 2 orang di hadapanku menatap kami dengan tatapan yang sulit untuk ku artikan.


"Giorgio Alexander Gabriel, lo ngapain di toilet cewe? , dan lo Grace, kalian? " tanya gadis yang sangat aku kenal, menatapku dan kak Giorgio bergantian.


aku menelan ludah dengan kasar, tanganku mencengkram baju kak Giorgio dengan kuat.


aku tambah terkejut, sebab kak Giorgio menarik tanganku keluar dari sana, aku mengikuti langkah kak Giorgio dengan terseok seok, 2 orang yang tadi menangkap basah kami keluar dari salah satu bilik toilet, membututi kami dari belakang.


Langkah kami terhenti saat salah satu dari 2 gadis yang membututi kami mencekal tanganku dengan kasar.


"jelasin, ngapain lo berdua di bilik toilet? " tanya salah satu dari dua gadis itu pada kami.


"bukan urusan lo" kak Giorgio berucap lalu melenggang pergi.

__ADS_1


aku kesal dengan kak Giorgio, dia membuatku terjebak dengan situasi ini, di tambah dua gadis itu menatapku lekat, membuat nyaliku ciut, bak kucing yang tertangkap mencuri ikan milik majikannya.


"jelasin Grace lo ngapain sama dia di toilet cewe? " salah satu dari kedua gadis itu mendesak ku.


aku menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya pelan, aku berfikir keras, namun aku menghela nafas.


"jika memang ini waktunya, aku akan mengatakan semuanya" ucapku menunduk.


dua gadis yang sedari tadi berdiri, mendekat lalu duduk dengan posisi mengapit ku di tengah.


"emangnya kenapa kalo aku berduaan sama kak Giorgio di toilet? " tanyaku penasaran, sebab dua gadis yang mengapit ku tampak raut kekhawatiran dari wajah dua gadis di sampingnya


"gue bakal mukul dia sampe bonyok" Andini berucap dengan menggebu.


"gue bakal ngelaporin dia ke kepsek" sahut Nadiya tak kalah menggebu.


hal itu membuat hatiku menghangat, mendengar kekhawatiran dua sahabatku, sejujurnya aku bingung saat melihat kedatangan mereka, karna tadi aku meninggalkan kedua sahabatku di kantin.


"jangan galak galak, nanti nggak ada cowok yang naksir loh" seloroh ku berhasil membuat mereka mencebikkan bibir.


"nggak usah mengalihkan obrolan" Andini mencebikkan bibir.


aku lagi lagi menarik nafas dalam lalu menghembuakan nafas kasar.


"kak Giorgio itu suamiku" ucapanku berhasil membuat mereka terkejut dan menggeleng tak percaya.


"lo bercanda Grace? " tanya Andini tak percaya.


aku tersenyum dan menggeleng.


"tidak, aku tidak sedang bercanda" ucapanku kembali membuat kedua sahabatku makin terkejut.

__ADS_1


aku menjelaskan awal mula pernikahan ku dengan kak Giorgio pada Andini dan Nadiya, hal itu membuat mereka menghela nafas.


aku terkesiap saat mendapat pelukan dari mereka, aku makin dibuat kaget mendengar Nadiya terisak.


ku lepas pelukan mereka, ku letakan kedua tanganku pada pipi Nadiya, ku hapus air matanya dengan kedua ibu jariku.


"kenapa nangis?, aku nggak papa kok" ucapku.


"gue sedih denger cerita lo" ucap Nadiya sembari menyeka air matanya dengan punggung tangannya.


"kamu kenapa ndin?, kok ikut mewek juga? " tanyaku bingung saat Andini juga turut meneteskan air mata.


"pacaran nggak, tiba tiba nikah" seru Andini sambil juga menyeka air matanya.


aku tersenyum lebar mendengarnya, aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti mereka, aku memeluk mereka dengan erat.


tiba tiba Andini berkata sesuatu yang membuatku terkejut dan malu, ku peluk mereka erat.


"kalian sudah tahu hubunganku dengan kak Giorgio, jadi ku mohon untuk menyembunyikannya" ucapku memohon.


mereka mengurai pelukanku, dan ku lihat anggukan dari mereka.


"apa buktinya lo nikah sama Giorgio? " tiba tiba Nadiya bertanya.


sejenak aku diam dan berfikir, kemudian aku teringat dengan cincin yang ku pakai, dan beberapa foto pernikahan ku dan kak Giorgio.


aku menunjukan cincin yang melingkar di jari manis tangan kanan ku pada mereka, dan menyodorkan ponselku yang sudah tertera foto pernikahan kami di layar ponsel ku pada mereka.


saat ku lihat ekspresi mereka membuatku bingung, sebab ku lihat raut keterkejutan dan ekspresi yang sulit ku artikan.


...<<<<<... Bersambung... >>>>>...

__ADS_1


__ADS_2