Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 39


__ADS_3

...Bab 39...


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


"Ayah"


Geofany turun dari dalam mobilnya saat mobil sang ayah berhenti, Geofany menghampiri sang Ayah yang berdiri tegap menatap sebuah restoran yang sudah di lahap si jago merah.


Gerrald menoleh pada asal suara, terkejut saat netra matanya melihat putri sulungnya berdiri di tempat yang tak jauh dari posisinya.


Geofany menarik 1 tangan Gerrald dan mencium punggung tangan sang Ayah.


"Sedang apa kamu di sini Sayang? "


Gerrald menatap Geofany dengan raut wajah keterkejutan nya.


Semua para pengawal turun dari dalam mobil saat nona mereka turun dari mobil, mereka menghampiri Geofany dan Gerrald yang sedang berbincang, tak lupa memberi hormat.


"Selamat pagi tuan" para pengawal ucap serentak dan membungkukkan setengah tubuhnya.


"Hm"


Gerrald berdahem.


"Aku ingin membantu Ayah, berjaga jaga dari kejahatan Baskoro Yah"


Geofany menjelaskan mengapa dirinya ada di sana, Geofany pun menyampaikan Gerraldine turut serta membantu.


"Gerraldine juga membantu Yah, Dia yang memberitahukan jika anak buah Baskoro memasang bom Yah"


Gerrald manggut - manggut mengerti, ia tahu dua putrinya itu sangat menyukai bidang IT, tangannya terulur mengelus lembut pucuk kepala Geofany.


"Bereskan"


Gerrald berkata tegas, memerintahkan para pengawal untuk membereskan restoran itu, dan mengecek ada korban atau tidak.


Para pengawal dengan cekatan membereskan restoran yang sudah tak berbentuk itu, tak lupa memastikan ada korban berjatuhan atau tidak, kurang dari waktu 15 (Lima Belas) menit, mereka kembali ke posisi Gerrald dengan membawa 3 (Tiga) karung yang entah apa isinya.


"Itu apa paman? "


Geofany menaikan alisnya, menatap para pengawal dan karung yang di biarkan tergeletak di tanah bergantian.


Bengamin yang sedari tadi diam, melangkahkan kaki mendekati karung - karung yang di biarkan tergeletak di tanah, lalu membukanya dan melihat apa isi di dalamnya.


Setelah mengetahui isinya, Bengamin membelalakkan matanya, saat menemukan tumpukan tulang belulang yang di yakini itu tulang manusia.

__ADS_1


"Tulang belulang manusia, Tuan, Nona"


Bengamin berdiri dan menoleh pada Gerrald dan Geofany bergantian.


Gerrald dan Geofany membelalak mendengar perkataan yang di lontarkan Bengamin.


"Bawa ke rumah sakit terdekat, lakukan autopsi"


Titah Gerrald kemudian melangkahkan kaki masuk ke dalam mobil di ikuti Bengamin dan yang lainnya, Bengamin segera melajukan mobil menuju ke rumah sakit terdekat dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di rumah sakit, mereka segera melarikan 3 (Tiga) karung itu ke ruang IGD dan segera meminta untuk di lakukan autopsi.


"Selidiki keluarga mereka"


Gerrald menugaskan para pengawal untuk menyelidiki kerabat dari para korban tersebut.


"Baik tuan"


Jawab Bengamin dan para pengawal patuh.


"Sayang kembalilah, jemput Gerraldine"


"Baik Ayah"


Geofany beranjak dari duduknya, melenggang pergi meninggalkan rumah sakit di ikuti beberapa pengawal, sedangkan Gerrald masih senantiasa menunggu proses autopsi hingga usai.


Bengamin bertanya pada Gerrald yang duduk di sampingnya.


"Tidak" jawab Gerrald singkat.


Pukul 12.00 siang..


"Kak" Gerraldine mendekati sang Kakak yang sudah menjemputnya dan sudah menunggu di depan mobil.


Ceklek!


Geofany membuka pintu mobil, mempersilahkan Gerraldine masuk, Geofany memutari mobil dan masuk duduk di kursi kemudi, lalu melajukan mobil meninggalkan sekolah.


"Dek! "


Panggil Geofany memecahkan keheningan masih dengan fokus mengemudi dengan kecepatan sedang.


"Ya Kak"


Gerraldine memiringkan posisi duduknya menatap sang kakak.

__ADS_1


"Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan? "


Geofany melirik Gerraldine sekilas.


"Tahu Kak, Aku sudah menyalin rekaman CCTV resto dan melenyapkan file rekaman CCTV aslinya Kak" Gerraldine berkata mantap.


"Bagus" Geofany mengangguk anggukan kepala.


"Ini kak ipad nya ku kembalikan"


Gerraldine mengeluarkan ipad dari dalam tasnya dan meletakan benda itu ke dalam slot dasboard.


"Simpanlah"


Geofany berucap membuat Gerraldine mengurungkan niatnya untuk meletakan ipad ke dalam slot dasboard, namun ia ragu sebab sang Ayah belum mengizinkan Gerraldine untuk mengoperasikan ipad khusus milik sang Kakak.


Tapi Kak, Ayah? " Gerraldine berucap ragu.


"Simpanlah, gunakan di saat mendesak dan hanya untuk kebaikan"


Gerraldine tersenyum senang dan berbinar.


"Baik Kak" Gerraldine merangkul satu lengan Geofany.


Geofany mengangguk.


Kembali ke rumah sakit...


Bengamin menghampiri Gerrald yang duduk di kursi depan ruang autopsi.


"Gimana Ben? "


Gerrald berdiri, menatap Bengamin dengan penuh tanya, saat Bengamin sudah berdiri di hadapannya.


"Itu jasad Baskoro dan ketiga pengawalnya tuan" jawab Bengamin membuat Gerrald menghela nafas.


"Ada korban pelayan resto? " Gerrald bertanya saat teringat pada para pelayan resto tersebut.


"Tidak tuan" jawab Bengamin yakin.


"Kamu yakin Ben? " Gerrald memastikan lagi, dan mendapat anggukan dari Bengamin.


"Kuburkan mereka" Titah Gerrald.


"Baik tuan" sahut semua para pengawal bersamaan.

__ADS_1


Setelah selesai dengan semua urusannya, Gerrald meminta Bengamin mengantarnya pulang ke rumah.


Bersambung...


__ADS_2