
Di perjalanan, keheningan menyeruak di dalam mobil yang di naiki Gerrald beserta anak, menantunya, hingga daheman Giorgio memecah kesunyian di mobil tersebut, pria itu menepuk kursi kemudi yang diduduki Ben dan meminta untuk menghentikan mobilnya di sebuah minimarket.
**********
Di belahan dunia yang berbeda...
**********
Geofany menatap lekat gadis yang duduk tepat dihadapannya, matanya menatap gadis tersebut dengan tatapan penuh rindu, gadis tersebut pun hanya menatap Geofany dengan diam, lama kedua terdiam, hingga akhirnya suara Geofany memecahkan keheningan di ruangan yang terjadi di antara mereka.
"Bagaimana kabarmu?, Apa kau tak merindukanku? , dan tak ingin memeluk ku? "
Geofany berucap dalam bahasa Inggris, seraya merentangkan kedua tangannya, berharap gadis yang tengah ia ajak bicara, akan menyambut rentangan tangannya dan membalas pelukannya.
"Tentu, aku sangat merindukanmu kak!"
gadis yang sedari tadi diam, Tiba-tiba gadis itu berucap, dan ucapan gadis tersebut membuat mata Fany berbinar, lantas langsung memeluk gadis tersebut dengan erat dan berusaha untuk menyalurkan perasaan rindu mereka.
"Kembalilah ke Indonesia Gea, kami sangat merindukanmu, Apa kau tak merindukan Ayah Bunda, Giorgio serta Gerraldine? "
Fany memeluk gadis itu dengan erat seraya tangannya mengelus lembut punggung gadis yang ia peluk, dapat Fany rasakan punggung yang ia elus itu bergetar, pasti gadis itu tengah menangis.
"Aku merindukan mereka kak, apa mereka sudah memaafkan ku kak? "
Gadis itu berucap dengan terisak seraya semakin memeluk erat kakak tertuanya.
"Tentu, sudah tiga tahun kamu menghindari kami Gea, pastilah Ayah Bunda, serta adik kecilmu sudah memaafkan mu, lagi pula saat itu kamu yang pergi meninggalkan kami"
Gabriella semakin terisak mendengar ucapan sang kakak, yang memang benar semua yang di ucapkan oleh sang kakak, karena kesalahpahaman nya dengan kakak kembarannya di masa lalu, yang berujung membuatnya mengambil keputusan untuk pergi meninggalkan keluarganya.
"Jadi, apa kau sudah ingin kembali bersama kami? "
Fany dapat merasakan ada pergerakan dari Gabriella, dagu Gabriella bergesekan dengan punggung Fany, Gabriella menjawab pertanyaan dari sang kakak dengan anggukan, setelahnya mereka melepas pelukan keduanya.
"Tetapi kak, jika aku meninggalkan negara ini, siapa yang akan menjalankan client kita di negara ini kak? "
Gabriella berucap, tidak lebih tepatnya gadis itu menolak secara halus permintaan sang kakak yang menginginkannya kembali ke negara kelahirannya, sejujurnya ia sangat ingin kembali pada keluarganya, namun ia merasa takut jika perbuatannya di masa lalu membuat kedua orangtuanya marah, dan mungkin jika saat ini ia akan kembali, mungkin saja ia akan membuka luka kedua orangtuanya, yang mungkin saja sudah membaik selama tiga tahun ini.
"Kau bisa menyerahkannya pada Boy! "
Fany yang mengerti jika sang adik berusaha untuk kembali menghindarinya seperti sebelum sebelumnya, sebab ia pun sebelumnya sudah berusaha membujuk sang adik untuk kembali ke negaranya bersamanya, namun ia bertekad kali ini ia tak boleh gagal membawa adiknya kembali pada keluarganya.
__ADS_1
keduanya keluar dari rumah yang selama tiga tahun ini di tempati Gabriella untuk berlindung dari teriknya matahari dan dinginnya malam serta guyuran air hujan, mereka masuk kedalam mobil Rolls-Royce berwarna hitam dan sudah ada beberapa mobil dengan warna dan jenis mobil yang sama berada di depan dan belakang mobil mereka yang siap untuk mengawal mereka.
"Markas! "
Fany memerintahkan sang supir untuk melajukan mobilnya ke markas G Mafia yang berada di negara tersebut.
**********
Tak lama kemudian, mobil tersebut berhenti di sebuah gedung yang bertuliskan *KEAMANAN GABRIEL GRUP* dengan ukuran besar di depan gedung tersebut.
"Boy! "
Fany berhasil mengejutkan seorang pria yang tengah duduk dan asik dengan rokok di tangannya, pria itu segera membuang rokoknya dan memberi hormat pada Nona mudanya.
"No,, Nona muda"
Pria itu gelagapan menjawab sapaan dari nona mudanya.
"Kau bisa kan kembali pada tugasmu memimpin client di negara ini? Aku akan membawa gadis kecilku kembali ke Indonesia! "
Fany berucap dingin pada Boy, kemudian membalikan tubuhnya dan juga tubuh sang adik, tanpa mendengar jawaban dari Boy, Fany segera mengajak Gabriella kembali masuk ke dalam mobil.
"Anda mau pergi kemana Nona? "
"Bandara! "
Jawab Fany datar.
Supir yang mendengar ucapan Fany, segera melajukan mobilnya menuju bandara internasional di negara itu, di belakang mobil tersebut tepat berada mobil Boy yang turut ikut mengawal dua putri tuan besarnya, memastikan jika kedua gadis cantik tersebut tiba di bandara dengan selamat.
Di dalam mobil, Gabriella hanya menatap kosong jalanan yang mereka lalui.
"Pakaian ku bagaimana Kak!? "
"Di bagasi, tadi sudah di siapkan oleh para pelayan! "
Gabriella mendesah pelan, ia lupa jika sifat sang kakak yang satu ini berasal dari sifat sang Ayah.
"Hmmm, Kakak licik, seperti Ayah! "
"Hahaha,, karna aku anaknya"
__ADS_1
Bukannya marah, Fany malah tertawa menanggapi ucapan sang adik.
"Maaf Nono jika saya mengganggu kegiatan Nona Nona, Saat ini kita sudah tiba di bandara Nona, tepat di landasan milik Gabriel grup Nona, jet pribadi Anda telah siap Nona"
Sang supir memberitahukan pada dua gadis tersebut, jika mereka sudah tiba di bandara dan jet pribadi milik atasannya telah siap mengantarkan kedua Nona nya kembali ke Indonesia.
"Terimakasih paman"
Keduanya turun dari mobil, tak lupa mereka memberi tips untuk pria tersebut, setelah pria itu membantu mereka menurunkan koper berisikan pakaian milik Gabriella.
"Nona, apa Anda membutuhkan Saya untuk mengawal Anda hingga tiba di Indonesia dengan selamat Nona? "
Boy menawarkan diri untuk mengawal secara langsung kedua gadis tersebut.
"Tidak!, jagalah client dengan baik! "
Fany menyahut dengan cepat, dan justru memberikan perintah.
Fany segera menarik tangan Gabriella untuk masuk kedalam pesawat, dan segera memerintahkan pilot untuk segera menerbangkan pesawatnya.
"Berhati hatilah Nona! Sampai berjumpa kembali! "
Semua anggota client G Mafia mengantarkan kepergian pesawat yang membawa Nona mereka hingga tak terlihat kembali di pandangan mereka.
**********
18 JAM BERLALU...
**********
Pesawat yang membawa Fany dan Gea mendarat sempurna di bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan selamat.
"Siang Nona, selamat datang kembali Nona"
Kedatangan Fany serta Gea di sambut hangat oleh para bawahan Fany, keduanya di kawal dengan cukup ketat, bak mengawal seorang putri pejabat kepresidenan, keduanya masuk kedalam mobil yang sudah siap mengantarkan mereka menuju rumah keluarga Gabriel.
**********
Kembali Pada Giorgio.....
**********
__ADS_1
Rupanya, Minimarket yang disinggahi oleh Giorgio adalah, Minimarket milik pria tersebut, ia datang kesana hendak memantau semua pekerjaan para pekerjanya, ia bersyukur jika Minimarket nya perlahan mulai berkembang pesat, Giorgio puas dengan hasil kinerja para rekan kerjanya yang cukup baik, sebagai rasa syukurnya dan ucapan trimakasih, ia memberikan bonus pada para rekan kerjanya, dan membeli cukup banyak sembako, rencananya ia akan membagi kebahagiannya pada Duda Janda Yatim Piatu dan orang yang membutuhkan.
...****************...