
Happy Reading πΉπΉπΉπΉπΉ
Setelah saling berjabat tangan saat ini Giorgio nampak duduk di kursi meja kerja di hadapan Gerrald, saat ini ia tengah di ajari sang ayah untuk mengerjakan tumpukan berkas yang ia berikan.
"Paham? " Tanya Gerrald setelah menjelaskan panjang lebar.
Giorgio mengangguk.
" Bisa ya ayah lepas? " Tanyanya lagi.
Lagi lagi Giorgio mengangguk.
"Terimakasih do" Ujar Graceva setelah mereka sampai di rumahnya lalu turun dari motor Aldo.
"Sampai ketemu besok Grace" Jawab Aldo kemudian, kembali melajukan motornya.
"Gimana sayang dia mau? " Tanya Guwen pada Gerrald saat pria itu telah pulang ke rumah.
Gerrald mengangguk.
Guwen sumringah...
"Terus Giorgio mana? " Tanyanya lagi yang tak melihat batang hidung sang anak.
"Tadi sih dia ngikutin dari belakang naik motor" Jawab Gerrald.
Brem... Bremm... Bremmm...
Terdengar suara motor masuk ke area parkir bawah tanah.
Gerrald dan Guwen saling bersi tatap, lalu tersenyum.
"Malam yah bun" Ucap Giorgio lalu menciuni tangan kedua orang tuanya.
"Yah Filenya dah ku kirim ke E-mail ayah" Ujar Giorgio seraya berlalu menuju kamar.
Gerrald dan Guwen masuk kamar, kemudian Gerrald masuk ke kamar mandi lalu membersihkan tubuh.
Setelah membersihkan diri, Gerrald kemudian mengambil laptop lalu membuka E-mail.
Guwen yang baru selesai menyapu lantai kamar, ia berjalan mendekat sang suami yang tengah duduk di sofa kamar seraya memangku laptop, Guwen mendudukkan tubuhnya di sana.
"Lihat apa sih sayang? " Tanya Guwen penasaran.
"Laporan yang di bikin Giorgio" Jawab Gerrald memperlihatkan laptopnya ke arah Guwen.
Mereka membacanya dengan fokus.
"Rapih banget sayang" Ujar Guwen masih fokus membacanya.
Gerrald mengiyakan..
"Dari 50 laporan yang di buat, hanya ada beberapa laporan yang sedikit terdapat kesalahan, itupun hanya kesalahan beberapa huruf aja, aku yakin dia pasti perlahan bisa menguasainya" Jelasnya.
Guwen tersenyum.
"Semoga perlahan Giorgio dapat melupakan Tasha" Ujar Guwen menyandarkan kepala di bahu sang suami.
Gerrald tersenyum, seraya satu tangannya mengusap lembut rambut sang istri.
Giorgio setelah membersihkan tubuh, ia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, ia mengambil beberapa buku, kemudian membacanya.
Dert.. Dertt.. Derttt... Ponselnya di atas nakas bergetar.
"Oiyy dari mana aja lo" Tanya Ecxel.
"Dari tadi gue telfonin gak di angkat" Ujar Ecxel lagi.
"Lu gak papa kan Gio? " Kali ini Dion berujar.
"Gue tadi ke Grand Edelweis Hotel, ketemu ayah" Jawab Giorgio.
"Gue juga baik baik aja" Jawab Giorgio lagi.
" Ngapain om Gerrald ngajak lo ketemuan di sana? " Tanya Ecxel kepo.
"Kepo lo" Celetuk Giorgio dan Dion di waktu yang bersamaan.
"Dah ya gue of dulu, sampai ketemu besok" Ujar Giorgio kemudian memutuskan sambungan konferensi call mereka.
"Selamat pagi sayang" Ujar Gracia pada sang putri yang baru saja tiba di meja makan.
"Pagi Mah Pah" Jawab Graceva seraya menarik kursi lalu mendudukkan tubuhnya di sana.
__ADS_1
Graceva beserta kedua orang tuanya menikmati makan pagi bersama.
"Mamah dan Papah ingin bicara" Ujar Gracia saat melihat sang putri hendak meninggalkan meja makan.
Graceva kembali duduk, kemudian menunggu apa yang ingin di bicarakan kedua orang tuanya.
Di rumah keluarga Gabriel.
"Selamat pagi Gio" Ucap Guwen Gerrald dan Geofany bersamaan saat mereka melihat Giorgio sudah duduk di salah satu kursi meja makan, sedangkan Gerraldine yang datang bersama mereka, ia berjalan lantas duduk di kursi samping sang kakak.
"Pagi semua" Jawab Giorgio singkat masih sibuk dengan makanan di pring yang ada di hadapannya.
Giorgio beranjak meninggalkan meja makan sebab ia sudah selesai makan.
"Jangan lupa nanti pulang sekolah ke Grand Edelweis Hotel" Ujar Gerrald sedikit berteriak, karna Giorgio sudah sampai di muka pintu rumah.
"Oke" Jawab Giorgio tanpa menoleh.
"Mah Pah ada yang ingin di bicarakan? " Tanya Graceva yang mendapati kedua orang tuanya tak berbicara.
Gracia dan Gionino saling bersi tatap kemudian saling menghela nafas.
"Grace apa kamu saat ini tengah dekat dengan pria? " Ujar Gionino menatap sang putri.
"Kenapa papah tiba tiba nanya gitu" Gumam Graceva dalam hati.
Graceva tersenyum kemudian mengangguk.
"Bagaimana, kamu memiliki perasaan padanya? " Kali ini Gracia yang bertanya.
"Tidak Mah, aku hanya menganggapnya teman" Jawab Graceva cepat, ia tak ingin kedua orang tuanya berpikiran macam macam.
Gracia dan Gionino nampak mengangguk anggukan kepala.
Tak lama Graceva berpamitan, kemudian bergegas pergi berangkat ke sekolah.
"Gio" Panggil Ecxel dan Dion seraya berjalan mendekati Giorgio.
Kini nampak ketiganya jalan bersama menuju kelas.
"Selamat pagi Giorgio" Ujar seorang siswi yang tak lain wakil ketua Organisasi Intra Sekolah yang di pimpin Giorgio.
Giorgio Dion dan Ecxel menoleh, lalu ketiganya tersenyum pada siswi yang bernama Anggi itu.
"Ada calon anggota baru OSIS Gio" Ujar Anggi menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan.
"Yasudah, sampai bertemu nanti di jam istirahat" Tukas Giorgio.
Siswi yang bernama Anggi dan tak lain wakilnya di organisasi OSIS tersebut, mengangguk.
"Permisi" Jawab Anggi lalu bergegas pergi.
"Gio lo gak nyoba deket sama Anggi gitu" Ucap Ecxel seraya melangkah.
"Anggi cantik juga" Kali ini Dion berujar.
"Gue sudah happy begini" Ujar Giorgio kemudian melengos pergi.
Dion dan Ecxel saling melirik, kemudian tersenyum licik.
Jam istirahat tiba..
Graceva dan kedua sahabatnya berjalan menuju kantin, lalu memesan bakso dan duduk di salah satu kursi di sana.
Setelah bakso pesanan mereka datang, mereka langsung memakannya sambil sesekali tertawa tawa.
"Eh lo lagi deket ya sama Aldo? " Andini bertanya pada Graceva kepo.
"Atau udah pacaran ya? " Nadiya berujar.
"Cie ciee cieee" Seloroh keduanya lantas tertawa.
Graceva pipinya kini nampak memerah bak kepiting rebus.
"Tuh tuhh tuhhh pipinya merah" Seloroh Nadiya.
Mereka tertawa tawa.
Pandangan mata Graceva teralihkan ke beberapa siswa yang berpakaian almamater OSIS.
"Bu kami pesan bakso 15 porsi" Ujar salah satu siswa yang berpakaian almamater OSIS tersebut.
"Es teh juga" Ujarnya lagi.
__ADS_1
"Siap mas" Jawab sang ibu kantin.
Mereka duduk di kursi meja kantin yang berukuran lumayan besar.
Pandangan Graceva teralihkan lagi melihat kedua siswa yang baru saja bergabung dengan organisasi itu dengan berpakaian yang sama namun hanya berbeda pada warna.
Matanya tertuju pada siswa yang berpakaian rapih itu yang tengah berdiri sejajar dengan siswi yang menggunakan almamater OSIS yang senada dengan siswa itu.
Andini dan Nadiya mengikuti ke arah yang di lihat sahabatnya itu.
"Itu kak Giorgio kan? " Ucap Andini menunjuk ke arah salah satu siswa yang berpakaian rapih tersebut.
"Iya bener" Nadiya menimpali.
"Semua sudah ngumpul? " Tanya Giorgio pada Anggi.
Pertemuan OSIS ini di alihkan tempat ke kantin, karena ia ingin sambil menikmati makanan.
"Sudah" Jawab Anggi.
Semua anggota OSIS diam fokus menunggu apa yang ingin di bicarakan sang pimpinan di organisasi tersebut.
"Selamat pagi semua" Ujar Giorgio tegas membuka pembicaraan.
"Pagi" Jawab mereka serempak.
"Vincensia Laras Ati, silahkan berdiri" Ucap Giorgio meminta siswi yang di senyalir calon anggota baru di organisasi tersebut untuk berdiri.
"Perkenalkan nama saya Laras, anggota OSIS yang baru" Ujar siswi yang bernama Laras itu, menatap satu persatu orang yang ada di sana.
"Oke silahkan kembali duduk" Pinta Giorgio agar gadis itu kembali duduk.
Laras kembali duduk.
Anggi menyerahkan satu map hitam ke arah anggota baru OSIS tersebut.
"Kamu kerjain tugas kamu ya" Tukas Giorgio.
Giorgio pun lanjut memimpin pertemuan OSIS tersebut.
Di tempatnya Andini dan Nadiya masih terus menatap ke arah Giorgio.
"Ganteng".
" Gagah".
"Berwibawa".
Seloroh keduanya.
" Calon imam gue" Seloroh Andini lagi.
Lalu keduanya tertawa.
Graceva tak sadar tersenyum manis menatap Giorgio.
Sesaat kemudian, manik indah matanya bersi tatap dengan manik elang Giorgio.
Keduanya pun nampak saling bersih tatap.
<<<<<... Bersambung... >>>>>
Wahhh apa ya rencana Dion dan Ecxel untuk Giorgio πππ
Giorgio dan Graceva saling bersih tatap??? π€π€
<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>
Jangan lupa tinggalkan... .
Like.
Komentar...
Give...
Favorit...
Vote...
Terimakasih banyak semua!
<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>
__ADS_1