Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 22


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Ecxel menelan saliva, melihat Graceva yang menggunakan gaun putih indah yang membuatnya semakin cantik.


Giorgio menatap penampilan Graceva dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Cantik" Kata tersebut terlontar begitu saja.


10 menit berlalu akhirnya Giorgio dan Graceva berhasil menghafalkan janji pernikahan mereka, dan siap meng-ikrarkan janji pernikahan mereka.


"Sudah siap? " Tanya Gionino pada keduanya.


Giorgio dan Graceva mengangguk pelan.


Gionino Gracia Gerrald dan Guwen mengantarkan putra dan putri mereka naik ke atas altar.


"Ku serahkan putriku padamu, jaga putriku baik baik, jangan pernah menyakitinya" Ucap Gionino tegas.


"Baik" Jawab Giorgio tersenyum kaku.


Giorgio dan Graceva mengucapkan janji suci, dan di saksikan oleh keluarga dan saudara.


Guwen dan Gracia menangis haru mendengar janji yang diikrarkan anak mereka.


Setelah mengucapkan janji pernikahan, pendeta meminta pasangan yang baru saja resmi menjadi sepasang suami istri tersebut untuk berciuman.


Semua orang di ruangan tersebut terdiam, sementara itu Graceva menunduk pasrah dengan apa yang akan di lakukan pria di hadapannya yang saat ini sudah resmi menjadi suaminya.


Giorgio berjalan mendekati Graceva, satu tangannya terulur mengelus lembut rambut gadis di hadapannya yang saat ini sudah resmi menjadi istrinya.


Graceva mendongak kemudian tersenyum palsu.


Kemudian keduanya menanda tangani dokumen dan akte nikah.

__ADS_1


Giorgio dan Graceva sudah sah dimata Negara dan Hukum, meskipun tidak ada pesta meriah, acara sakral tersebut hanya di hadiri keluarga dan kerabat dekat dari kedua belah pihak.


"Jaga baik baik anak mamah ya, sayangi dia seperti kamu menyayangi bunda dan kedua saudara perempuanmu" Ucap Gracia memeluk Giorgio erat, dan mendapati anggukan dari Giorgio.


Guwen mendekat pada menantunya itu, " Tunda malam pertamanya dulu ya" Bisiknya tepat di telinga menantunya.


Graceva tersenyum kaku.


"Gaspolll Gio" Bisik Ecxel nakal di telinga Giorgio.


"Berisik" Jawab Giorgio ketus lalu masuk ke dalam mobil, dan di ikuti oleh Graceva.


Setelah mengucapkan selamat pada pengantin, Gerrald dan yang lainnya pulang menuju rumah masing masing, Graceva ikut pulang ke kediaman Gabriel yang saat ini menjadi tempat tinggalnya.


Sedangkan Dion dan Ecxel kembali ke sekolah dan melanjutkan belajarnya di sekolah, dan Gerrald kembali ke kantor untuk melanjutkan rapat yang sempat tertunda.


Di kediaman Gabriel, Guwen dan yang lainnya baru saja tiba.


"Beristirahatlah, ajak istrimu ke kamarmu" Titah Guwen pada anaknya itu.


"Sayang semua pakaianmu sudah ada di dalam lemari kamar kalian" Ucap Guwen tersenyum dan di jawab sebuah anggukan oleh Graceva.


Giorgio melepaskan jas pernikahannya, kemudian membersihkan dirinya agar terbebas dari rasa gerah yang menderanya sedari tadi.


Tak lama kemudian pintu kamar terbuka dari luar, menampilkan gadis cantik berpakaian gaun pengantin, memasuki kamar yang mendominasi warna abu tersebut, memancarkan aura maskulin yang menenangkan.


Gadis yang tak lain adalah Graceva mengedarkan pandangannya, ke ruangan luas dihadapannya yang nampak sepi.


Setelah membersihkan diri, Giorgio keluar dari dalam kamar mandi kemudian berlalu ke ruang ganti.


Ia mengambil setelan pakaian rumahannya kemudian memakainya.


"Pagi kak" Ucap Graceva menunduk.

__ADS_1


"Hmmm" Giorgio berdahem.


Giorgio berjalan dan mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur, kemudian menyalakan televisi di dalam kamar tersebut.


"Permisi kak" Ucap Graceva seraya berjalan masuk ke kamar mandi.


Namun tak lama, gadis itu kembali keluar dari dalam kamar mandi.


Gadis itu serta merta berdiri memunggungi Giorgio.


"Maaf kak, bisa tolong bantu buka resleting gaun ku? "


"Ha? "


Pria itu menaikan alisnya bingung.


"Aku fikir kakak bisa membantu ku untuk menurunkan nya"


Ucap gadis itu lagi.


"Aku sedikit kesulitan untuk menurunkan nya sendiri".


Lanjut Graceva lagi.


Graceva menggerakkan tangan nya berusaha menurunkan resleting gaun nya.


Giorgio dapat melihat gadis di hadapan nya nampak kesulitan meraih resleting gaun nya.


Secara perlahan Giorgio menurunkan resleting gaun gadis di hadapan nya.


Giorgio terpaku menatap gadis di hadapan nya tersebut, dia melihat betapa indahnya gadis tersebut yang berdiri memunggungi dirinya.


Bisa Giorgio lihat bahu dan penggung seputih kapas, memenuhi pandangannya.

__ADS_1


" Terimakasih kak" Ucap gadis itu tersenyum, kemudian kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


__ADS_2