
...Hai, selamat datang dalam novel : "Takdir Cinta Graceva"...
...Karya : Grendys 08...
...Bab 35...
Happy Reading πΉπΉπΉπΉπΉ
Graceva mengajak Andini dan Nadiya mencari ruang gym, sebab dirinya pun belum mengetahui di mana posisi ruang gym berada.
Andini dan Nadiya memandang sekitar dengan pandangan takjub.
"Grace ini rumah apa istana? " seloroh Andini menoel lengan Graceva.
Graceva hanya menggeleng melihat tingkah salah satu sahabatnya itu.
"nggak nyangka tau, di balik rumah sederhana, ada istana megah di bawahnya" Nadiya berujar, dan mereka pun tertawa.
tawa mereka terhenti saat mendapat dua pria kekar berpakaian serba hitam menodongkan senjata ke arah Andini dan Nadiya, Graceva yang melihat perubahan mimik wajah kedua sahabatnya jadi merasa tak enak.
"selamat pagi paman" sapa Graceva ramah, tak lupa menyunggingkan senyum.
"pagi nona" sahut dua pria itu bersamaan.
"mereka teman saya paman" ucap Graceva lagi.
"baik nona" balas kedua pria itu lagi, namun masih dengan posisi menodongkan moncong senjata di tangan mereka pada Andini dan Nadiya.
__ADS_1
Graceva mengulas senyum, gadis itu memegang bahu Andini dan Nadiya bergantian, seolah menyulurkan ketenangan.
"tenanglah, ini memang sudah protokoler nya sayang sayangnya aku" ucapnya lembut mengelus bahu keduanya bergantian.
"ayo jalan lagi" ucapnya menggandeng tangan Andini dan Nadiya.
"paman, lihat kak Giorgio? " tanya Graceva pada kedua pria di hadapannya yang masih setia dengan posisinya sedari tadi.
"ruang gym nona, mari kami antar" ucap salah satu dari mereka, kemudian melangkahkan kaki dan di ikuti Graceva dan yang lainnya, sedangkan pria satunya mengawal mereka dari belakang, masih dengan mengacungkan senjata pada kedua tamu nona nya.
"silahkan nona" ucap salah satu pria yang tadi memimpin jalan, membuat ketiganya berhenti di depan sebuah pintu kaca buram.
"terimakasih paman" ucap Graceva sedikit menunduk, dan di balas oleh kedua pria berpakaian serba hitam tersebut, kemudian dua pria itu mengambil posisi berjaga di depan ruang gym tersebut.
Graceva membuka pintu kaca itu perlahan, dan melangkahkan kaki masuk kedalam, dan di ikuti oleh Andini dan Nadiya.
Graceva menelan saliva susah payah, saat matanya tak sengaja melihat roti sobek milik sang suami, rasanya ingin ia sentuh dan nikmati, tak jauh berbeda dengan Graceva, Andini dan Nadiya pun merasakan hal yang sama, saat melihat Dion dan Ecxel yang begitu menawan di mata mereka, dengan buliran keringat yang membasahi tubuh ketiganya, membuat tingkat ketampanan mereka naik berkali lipat.
"Gio menurut lo Graceva gimana? " tanya Dion tiba tiba, membuat Graceva dan yang lainnya saling memandang dan terdiam.
"maksudnya? " tanya Giorgio balik.
"ya menurut lo dia gimana? " ulang Dion.
"cantik, bibirnya manis" ucap Giorgio cepat.
di ruangan yang sama, tak jauh dari tiga pria itu, ada tiga gadis yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka, Andini dan Nadiya yang mendengar ucapan Giorgio, sontak menoleh pada Graceva yang sedang memegang bibirnya, sembari mesem - mesem.
__ADS_1
"terus" sahut Ecxel.
"terus apa? " balas Giorgio.
"lo udah ngapain aja sama dia? " tanya Ecxel tak ber filter, membuat Graceva di belakang sana yang mendengarkan membuat wajahnya bersemu.
"kepo" jawab Giorgio singkat, membuat Graceva menghela nafas lega, sedangkan Ecxel hanya mencebikkan bibir.
"lo gimana yon, ada cewe yang lagi lo suka? " kali ini Giorgio bertanya.
"gue tertarik sama salah satu temen Graceva, tapi nggak tau juga sih" balas Dion, membuat Andini dan Nadiya di belakang yang mendengarnya, senyum senyum kucing.
"siapa? " sahut Ecxel kepo, membuat Andini dan Nadiya semakin senyum senyum kuda.
"Nadiya" jawab Dion singkat, Giorgio dan Ecxel hanya mengangguk anggukan kepala.
sedangkan Nadiya yang namanya di sebut, membuat jantung gadis itu berdeguk tak beraturan, kakinya ia hentak hentakan ke lantai, sampai tanpa sengaja menginjak kaki Andini, membuat gadis itu memekik kesakitan, sontak hal itu berhasil membuat tiga pria yang asik dengan olahraga dan pembicaraannya menoleh seketika.
"mbak tolong antarkan cemilan dan minuman ya ke ruang gym untuk 6 orang" titah wanita yang tak muda lagi namun masih sangat terlihat cantik, pada seorang pelayan yang berpapasan dengannya.
"baik nyonya" ucap pelayan tersebut, langsung menjalankan tugas dari sang nyonya.
tiga pria tampan itu terkejut, saat menoleh dan mendapati tiga gadis cantik yang mereka bicarakan berada di sana.
"kalian, sejak kapan di sana? "
...<<<<<... Bersambung... >>>>>...
__ADS_1