
Happy Reading ๐น๐น๐น๐น๐น
Gerrald memberikan tatapan tajam pada Giorgio, "kemarin pulang dari hotel, kau pergi kemana? ".
Ke drag ra, belum menyelesaikan ucapannya, sang ayah telah memotongnya, "kamu tau, semalam Graceva menunggumu pulang sampai ketiduran di sofa, dia mau makan malam bareng kamu, dia mau mendekatkan diri sama kamu".
" Aku kan gak minta dia buat nunggu aku pulang, bukan salah ku dong kalau dia ketiduran di sofa ruang tengah" Sahur Giorgio tak ingin di salahkan.
Gerrald berdiri lalu memukul meja makan dengan keras, Giorgio terkesiap, " Ingat kamu sekarang sudah menikah, dan kamu sudah menjadi seorang suami" Bentak Gerrald, Gerrald beranjak pergi meninggalkan Giorgio yang masih dengan keterkejutan nya.
Giorgio masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil dengan keras, membuat Dion Ecxel dan Graceva yang asik dengan ponselnya hingga terperanjat, " Jalan"Giorgio berucap ketus memerintahkan Dion untuk melajukan mobil.
Sementara itu, di dalam rumah, Gerrald berjalan menuju kamar sambil mendengus kesal, " Bagaimana sayang? " Guwen berjalan mendekati Gerrald, lalu memasangkan jaz kerja suaminya, sambil melemparkan senyum manisnya.
"Ku pikir kamu sudah tau dari ekspresi ku sayang" Lengan Gerrald ter-ulur mengelus puncak kepala Guwen, Guwen tersenyum dan menganggukkan kepala mengerti, tentu saja ia tau betul karakter ke-tiga anak nya, terlebih perubahan karakter Giorgio yang berbanding terbalik 180ยฐ setelah di tinggal meninggal kekasihnya.
"Sudah sayang" Guwen mengelus dada bidang suaminya, "terimakasih, aku berangkat dulu" Gerrald mengecup puncak kepala istrinya, kemudian pergi menuju kantor Gabriel Group.
Kediaman keluarga Wilson...
Sepasang paruh baya duduk di meja makan, tengah asik memakan makanan di piring masing masing, wanita baya itu menoleh ke kursi kosong di hadapan nya, "kenapa mah? " Pria baya yang duduk di sampingnya, bertanya pada sang istri, saat istrinya itu menatap kosong kursi yang biasa di duduki putrinya, "apa mamah kangen sama Grace? " Tanyanya menghentikan aktivitas makan nya, dan memiringkan duduk nya, lalu menatap istrinya, wanita baya yang tak lain Gracia, menganggukkan kepala, Gionino menghela nafas, "kalau mamah kangen Grace, kan bisa kamu telfon, atau temui di kediaman Gabriel" Gionino berucap sambil menyandarkan kepala istrinya pada lengan kekarnya.
"Baiklah nanti mamah telfon Grace", Gracia berucap seraya melanjutkan makan nya.
Suasana perjalanan di mobil yang di naiki Dion Ecxel Giorgio dan Graceva tampak memancarkan aura dingin, " Berhenti" Giorgio meminta Dion menepikan mobil, "tapi Gio" Sahut Ecxel sedikit ragu, ia melirik jam tangannya sudah menunjukkan pukul 7.10 pagi, "berhenti" Kali ini Giorgio ber teriak, dengan cepat Dion menepikan mobilnya.
__ADS_1
"Turun" Pinta Giorgio agar kedua saudaranya turun dari mobil, "kenapa? " Tanya Dion, "kalian turun, gue mau ngomong berdua dengan gadis ini" Ucap Giorgio melirik Graceva yang tengah menunduk.
"Emangnya dia masih gadis? " Seloroh Ecxel, dan mendapat tatapan tajam dari Giorgio, "turun" Kali ini Giorgio ber teriak, mau tidak mau, Dion dan Ecxel turun dari mobil, dengan cepat Giorgio mengunci semua pintu mobil.
Di luar mobil, Ecxel terus mengumpati Giorgio, "diam-lah, kau ini berisik sekali" Sewot Dion menjitak kepala Ecxel, "udah jam berapa nih, terlambat nanti" Gerutu Ecxel, "ya kalau terlambat, di hukum" Celetuk Dion, makin membuat Ecxel mendengus kesal.
2 pria tinggi tegap berpakaian pariwisata, berjalan mendekati Dion dan Ecxel, lalu membungkukkan setengah tubuh, "selamat pagi tuan muda" Keduanya berucap bersamaan.
"Personil triple G mafia? " Dion bertanya, dan menaikan alisnya, kedua pria bertubuh tinggi tegap itu mengangguk.
Tanpa Giorgio sadari selama ini ayahnya itu memberikan pengawal bayangan untuk menjaganya, "maaf tuan muda, kenapa menghentikan perjalanan" Satu dari pria itu bertanya, "apa ada masalah dengan mobil yang kalian naiki? " Pria satunya bertanya.
"Tidak, Giorgio hanya ingin berbicara berdua dengan Graceva" Sahut Dion, kedua pria tegap itu mengangguk, kemudian mengambil posisi, satu pria berdiri di bagian kanan mobil, dan pria satunya lagi, berdiri di bagian kiri mobil.
Graceva terus berusaha menetralkan jantungnya yang berpacu dengan cepat, "apa yang mau kakak bicarakan denganku? " Graceva berucap lembut.
"Aku kesal dengan mu, karna mu aku di marahi ayah" Giorgio kesal, Graceva bingung dengan apa yang di ucapkan Giorgio, gimana tidak, ia tak merasa membuat salah, "maaf kak" Namun Graceva tetap meminta maaf, yang entah apa kesalahan nya.
Giorgio menghela nafas, kemudian menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya perlahan, "aku pulang sekolah tidak langsung pulang, tapi ke Grand Edelweis Hotel, aku bekerja di sana sampai jam 8 malam, jadi kamu tak perlu menunggu ku pulang, dan pergilah tidur lebih dulu, aku sudah biasa makan malam di luar" Giorgio berucap dengan nada sedikit lembut.
Graceva mendengarkan ucapan Giorgio dengan serius, kemudian tersenyum lalu mengangguk, "Fiyuh" Graceva bernafas lega, ia kira Giorgio akan memarahinya dan mungkin memukulnya, namun Giorgio tidak melakukan semua yang ada di pikiran-nya.
Giorgio meminta Dion dan Ecxel kembali masuk ke mobil, dan mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.
Dion memarkirkan mobilnya di tempat parkir belakang sekolah, Graceva turun lebih dulu, namun sebelum itu, dia tersenyum pada Giorgio yang sedang melihat ke arah nya, dan entah mengapa ia mencium pipi Giorgio begitu saja lalu turun dari mobil.
__ADS_1
Giorgio terpaku, dan tangannya memegang pipi yang tadi di cium Graceva, tanpa di sadari, ia menarik sudut bibirnya, Dion dan Ecxel yang duduk di depan, mereka melihat ke kaca spion tengah mobil, mereka menyunggingkan senyum mereka melihat Giorgio yang menarik sudut bibirnya.
"Grace sayang" Pekik Andini dan Nadiya bersamaan lalu memeluk Graceva yang baru masuk kelas dengan erat, "lo kemarin kemana sih, gak balik - balik ke kelas, terus ada orang tinggi besar ngambil tas lo, gue udah nyegah, tapi orang itu nge-bentak gue, gue cemas tau" Andini berkata dengan cemas, Nadiya membolak balikan tubuh Graceva, gadis itu mencari apa ada luka di tubuh sahabatnya itu.
"Maaf ya gue udah bikin lo cemas" Graceva berucap penuh penyesalan, dan melepaskan pelukan Andini, "gue baik baik aja kok" Graceva tersenyum pada kedua sahabatnya dan menepuk bahu mereka.
Giorgio, Dion dan Ecxel berjalan melalui koridor depan kelas Graceva, walaupun mereka harus sedikit berjalan agak jauh sebab kelas Graceva dan kelas mereka berbeda arah, Giorgio ingin mengantarkan Graceva dari jauh, mau tidak mau Dion dan Ecxel hanya mengikuti.
Semua siswa yang mengenal Giorgio, Dion dan Ecxel, menyapa mereka, ke-tiga nya menghentikan langkahnya di depan kelas Graceva, ke-tiga nya menoleh ke dalam kelas tersebut.
Manik elang Giorgio menangkap Graceva yang tertawa dengan lepas bersama kedua sahabatnya, Giorgio kembali berjalan saat Graceva menoleh ke arah dirinya.
"Kak Gio" Gumam Graceva dalam hati, sambil matanya mengedar mencari pria yang di kira adalah Giorgio.
"Grace Grace lo kenapa? " Nadiya mengibaskan tangan di hadapan Graceva, "iya" Graceva tersadar dari pemikiran nya, "gue gak papa kok".
Beberapa jam kemudian...
Jam istirahat tiba.....
3 pria tampan duduk bersama di sebuah meja dan tengah asik memakan makanan mereka masing masing, tak lama Graceva, Andini dan Nadiya datang dan duduk di meja seberang mereka, tatapan Giorgio dan Graceva sejenak saling bertemu, Graceva tersenyum manis pada Giorgio, kemudian menundukkan pandangan nya.
"Gue boleh gabung? ".
<<<<<... Bersambung... >>>>>
__ADS_1