Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 61 | Kelas akselerasi


__ADS_3

5 Bulan kemudian | Senin, 2 Oktober 2023


Seperti biasa, hari ini Graceva sekolah, saat ini sedang jam istirahat, Graceva, Nadiya, dan Andini duduk di kursi kantin, tiga mangkuk soto ayam berada di atas meja, mereka asik bercanda tawa, membahas kegiatan persami yang baru saja usai di selenggarakan oleh pihak sekolah, sebagai penyambutan siswa baru di sekolah, hingga akhirnya seorang kakak kelas mendekati meja mereka.


"Graceva"


"Iya saya kak, ada apa ya? "


Graceva yang namanya dipanggil menoleh dan berdiri dahinya pun berkerut.


"Kamu di panggil pemilik yayasan Grace, temui beliau di ruangannya ya Grace"


"Iya kak, terimakasih"


"Ayah memanggilku?, ada apa ya? " monolog Graceva.


"Ada apa lo di panggil pak Gerald Grace? " tanya Nadiya.


"Entahlah"


Graceva menaikan bahu, tanda tak tahu, kemudian beranjak diikuti Andini dan Nadiya.


Tok.. tok.. tok


"Masuk"


Graceva masuk ke dalam ruangan Gerald, kemudian duduk di hadapan Gerald setelah di persilahkan Gerald.


"Ada apa pak? " tanya Graceva formal.


Gerald tersenyum, kemudian mengambil sesuatu dari laci meja kerjanya dan menyodorkannya pada Graceva, Graceva mengerutkan kening melihat selembaran berkas di atas meja.


"Bacalah"


Graceva dengan ragu mengambil selebaran tersebut lalu membacanya, semua huruf per huruf tak ada terlewatkan satu pun.


"Ini benar pak? "


Mata Graceva berbinar melihat selebaran di tangannya, dahinya berkerut melihat pada Gerald dengan tatapan yang seolah memastikan, sembari sesekali melihat kembali kertas yang ada di tangannya.


"Iya, itu benar Grace, dua temanmu juga mendapatkannya"


"Dua teman saya? " mata Graceva makin berbinar.


"Andini dan Nadiya pak? " tanya Graceva memastikan.

__ADS_1


"Saya tidak tahu siapa namanya, dua temanmu yang selalu bersama mu"


"Iya mereka Andini dan Nadiya pak, boleh saya panggil mereka Pak? "


"Silahkan"


Graceva beranjak keluar menemui Andini dan Nadiya yang menunggunya di luar ruangan, kemudian kembali masuk dengan Andini dan Nadiya yang ikut masuk, Gerald menyerahkan selebaran yang serupa dengan milik Graceva pada Andini dan Nadiya.


"Gila! ini beneran gue mendapatkan rekomendasi kelas akselerasi? gue nggak nyangka nilai gue yang pas-pasan gini bisa di rekomendasikan kelas akselerasi, HAHAHAHAAA"


Andini kegirangan dengan keras tanpa melihat situasi, Nadiya pun menampilkan ekspresi yang sama namun tak se ekspresif dengan Andini.


"Hmm" Gerald berdehem membuat suasana mendadak hening.


"Selamat saya ucapkan untuk kalian, untuk tahun ini kita punya dua belas orang yang mendapat rekomendasi kelas akselerasi, termasuk kalian bertiga yang menjadi perwakilan dari kelas kalian, sesuai di selebaran itu, ujian seleksi berikutnya lusa ya! siapkan semuanya dengan baik"


Gerald tersenyum, begitupun dengan Graceva dan kedua temannya.


Pembelajaran kembali dimulai setelah istirahat selama tiga puluh menit.


Pukul 15.00


Bubaran sekolah, semua siswa buru-buru keluar sekolah begitu juga dengan Graceva, ia mendekati Geraldine yang berdiri bersandar di dinding depan pintu utama sekolah.


"Dek"


"Kak"


"Kak Giorgio belum datang? "


"Belum kak"


"Kamu sudah lama menunggu di sini? "


"Sudah, lumayan sepuluh sampai lima belas menitan"


Graceva melihat ponsel, melihat apa ada pesan dari Giorgio yang membuatnya terlambat menjemput, namun tak ada pesan dari Giorgio, meski Giorgio dan Graceva sudah pindah tinggal di apartment sejak lima Bulan yang lalu, namun Giorgio tetap mengantar Graceva ke sekolah dan mengantar Geraldine pulang ke rumah keluarga Gabriel, pada pagi harinya Geraldine akan di antar oleh Fany, Gabriella, ataupun Gerald yang kebetulan memang hendak menuju ke sekolah.


"Selamat ya kak untuk program rekomendasi kelas akselerasinya"


Kening Graceva berkerut mendengar perkataan Geraldine.


"Kamu tahu? "


"Iya"

__ADS_1


Tak ada lagi pembicaraan di keduanya, hingga mobil Giorgio datang dan langsung pergi, Giorgio mengantarkan Geraldine pulang ke kediaman utama keluarga Gabriel, Geraldine turun begitu juga dengan Giorgio dan Graceva.


"Terimakasih, kakak mau masuk dulu? "


Geraldine menawarkan Giorgio dan Graceva untuk mampir sejenak, Giorgio dan Graceva pun masuk ke dalam rumah, mereka berniat untuk singgah sebentar saja.


"Mbak"


Geraldine memanggil seorang pelayan yang berada di dekatnya.


"Saya Nona" pelayan itu mendekat tak lupa memberi hormat juga pada Giorgio dan Graceva.


"Bunda ada Mbak? " tanya Geraldine.


"Maaf Nona, sedari tadi siang Nyonya Guen dan Nona Gabriella pergi ke butik Nona, sampai sekarang belum kembali Nona" jawab pelayan tersebut tersenyum, lalu pergi melanjutkan kerjanya.


"Bagaimana kak? , sepertinya kak Fany juga tidak ada di rumah" tanya Geraldine pada Giorgio dan Graceva.


"Yasudah, kami pulang ya Ge"


Karena Guen tak ada di rumah, Giorgio dan Graceva pulang ke apartment, mereka segera makan sesampainya di apartment, Graceva menceritakan prihal dirinya yang mendapatkan rekomendasi untuk kelas akselerasi, Giorgio senang mendengarnya.


"Kamu tahu Grace? aku, Dion dan Excel pun kelas akselerasi"


"Oh iya? kok kakak baru bilang? " mata Graceva berbinar.


"Tak terlalu penting Grace" jawab Giorgio santai, membuat Graceva memutar mata malas.


...----------------...


Hari ujian dasar kurikulum akselerasi tiba, Graceva, Andini dan Nadiya serta dan sembilan orang lainnya yang juga mendapat rekomendasi akselerasi, kini mereka duduk masing-masing di kursinya, tiga lembar kertas berisi soal-soal berada di hadapan mereka, dua orang guru mengawasi pelaksanaan ujian tersebut, seratus dua puluh menit kemudian, proses ujian selesai, dua guru pengawas mengumpulkan semua soal yang sudah di kerjakan semua siswa, lalau kedua guru itu pergi, di susul semua siswa yang juga keluar.


"Kepalaku ngebul tau gak ngerjain soal segitu banyaknya, satu lembar soal isinya lima puluh soal, di kali tiga, gila kepalaku overhead" seloroh Andini.


Selorohan Andini membuat Nadiya dan Graceva terkekeh.


"Kantin yuk" ajak Nadiya.


Mereka duduk berbincang di kantin sembari menunggu pengumuman hasil ujian dasar kurikulum kelas akselerasi, tiga puluh menit mereka duduk berbincang di kantong, sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel Graceva dan kedua sahabatnya.


"Gue lolos, lo berdua gimana? " Nadiya menunjukan notifikasi di ponselnya, yang rupanya notifikasi pengumuman hasil ujian dasar kurikulum kelas akselerasi.


"Gue juga" jawab Andini dengan menunjukan ponselnya pada Nadiya.


"Aku juga" timbal Graceva, lalu mereka bertiga berpelukan, kemudian suara notifikasi kembali masuk, menunjukan daftar kelas yang akan mereka tempati.

__ADS_1


"Kita satu kelas lagi!, dua belas IPA dua" ucap Graceva berbinar melihat ke arah dua sahabatnya.


...****************...


__ADS_2