Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 37


__ADS_3

...Bab 37...


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Derrttt..


Derrrttttt...


Ponsel Gerrald yang berada di atas nakas bergetar.


"Turun ada yang menghubungimu"


Guwen mendorong tubuh Gerrald dari atas tubuhnya.


"Tunggu sebentar Aku akan melihat siapa yang menelpon"


Gerrald segera turun dari atas tubuh Guwen, berjalan menuju nakas samping ranjang, saat melihat nama yang tertera di layar ponsel membuat Gerrald mengerucutkan bibirnya.


Gerrald berjalan ke arah sisi ranjang, dan mendudukkan tubuhnya di sana.


"Hallo, ada apa? Kau menggangguku"


Gerrald meletakkan benda pintar itu di telinganya dengan malas.


"Maaf tuan jika saya sudah mengganggu tuan"


"bukan waktunya untuk bermaaf maafan"


"saya ingin melaporkan tuan, besok Anda ada pertemuan dengan tuan Baskoro di restoran xx, pukul 10 pagi" lapor seseorang dari balik telfon.


"ya, ku tunggu kau di rumah ku nanti malam"


Tut.. Tut.. Tut...


Panggilan terputus, Gerrald memutuskan panggilan Nya.


Gerrald meletakkan ponselnya di atas nakas, dan kembali melanjutkan aktivitasnya dengan sang istri yang sempat tertunda.


pukul 7 malam


Tok.. Tok.. Tok...


Pintu kamar diketuk, salah satu penghuni kamar membukanya.


"Selamat malam nyonya, ada tuan Bengamin di ruang keluarga, beliau ingin bertemu dengan tuan Gerrald nyonya"


seorang pelayan menundukkan kepala.


"Terimakasih"


Guwen mengangguk dan mempersilahkan pelayanan itu kembali melanjutkan pekerjaannya, ia menutup pintu kamar, berjalan menuju ranjang untuk membangunkan sang suami.


Gerrld segera bangun dari tidurnya, beranjak pergi ke kamar mandi lalu membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri, Gerrald segera mengenakan pakaian santainya, Gerrald berjalan ke arah Guwen yang tengah membelakangi, Gerrald memeluk Guwen dari belakang, dan meninggalkan beberapa kecupan di bahu Guwen.


"Aku keluar dulu ya sayang"


Gerrald berpamitan pada Guwen, tak lupa mengecup pucuk kepala Guwen mesra, lalu bergegas keluar kamar menuju ruang keluarga.


"Selamat malam tuan"


semua pelayan memberi hormat, saat Gerrald melewati mereka dan memasuki ruang keluarga.


"selamat malam tuan"


Bengamin berdiri dari posisi duduknya, memberi hormat pada Gerrald.


"duduk"

__ADS_1


Gerrald segera duduk di sofa yang berhadapan dengan Ben.


"Kau tau, Baskoro orang yang licik? "


Gerrald bertanya pada pria yang duduk di hadapannya, dengan menaikan kedua alisnya.


"Akan saya siapkan pengawalan untuk Anda tuan"


"Tidak, Aku bisa sendiri "


"Lalu, Apa yang perlu saya siapkan untuk Anda tuan? "


"Kau hanya perlu memantau saja"


"Baik tuan"


"Tolong siapkan, beberapa pistol lipat, pisau lipat dan pastikan amunisinya cukup"


"Baik tuan" jawab Bengamin patuh.


Selanjutnya, mereka berbincang bincang santai, sesekali terdengar suara tertawa lepas dari keduanya.


"Malam, Ayah, Paman"


Suara seseorang memanggil, membuat Gerrald dan Bengamin yang sedang asik mengobrol, menghentikan obrolannya dan menoleh.


"Sayang" sahut Gerrald.


"Malam nona muda"


Bengamin berdiri, memberi hormat pada sang nona mudanya.


Gerraldine berjalan mendekati sang Ayah, lalu mendudukkan tubuhnya di samping Gerrald, gadis itu menatap Gerrald dan Bengamin bergantian, tak lupa mengerutkan dahinya.


"Aku juga akan turut membantu Ayah"


Gerrald menoleh ke arah Gerraldine yang berada di sampingnya, pria itu tampak menghela nafas, ia sudah tau, pasti putri kecilnya itu mendengar obrolan nya dan sang asisten.


"Lakukanlah sayang"


Gerrald mengangguk seraya mengelus pucuk kepala Gerraldine, ia sudah tau, putri kecilnya memiliki IQ di atas rata - rata, terlebih putri kecilnya itu menguasai bidang IT, sedari usia 5 tahun, sebab putri pertamanya itu mengajarkan Gerraldine sedari dini.


"Aku akan memantaunya dari sekolah Yah" ucap Gerraldine.


Gerrald mengangguk


Gerraldine mencium pipi Sang Ayah, lalu berpamitan pergi ke kamar, hendak beristirahat, namun, ia membelokan langkahnya ke kamar sang Kakak.


"saya permisi tuan"


Bengamin berpamitan pada Gerrald, lelaki itu melenggang pergi setelah di angguki oleh Gerrald.


Gerrald kembali ke kamar, setelah mempersilahkan tamunya pergi.


Tok.. Tok... Tok..


Masuk!


Terdengar sahutan dari dalam.


ceklek!


seseorang di dalam kamar menoleh ke arah pintu yang terbuka dari luar.


"kak"


"jangan lari"


sahut seorang perempuan pemilik kamar, perempuan itu berdiri dan mendudukkan tubuhnya di ranjang, di ikuti tamunya.

__ADS_1


"Ada apa dek? "


Geofany menatap Gerraldine yang baru saja mendudukkan pantatnya di sisinya, seraya menaikan alisnya.


"Aku ingin membantu Ayah"


"Kenapa dengan Ayah? "


"Kakak tidak perlu berbohong denganku, Aku yakin Kakak mengetahui sesuatu"


Gerraldine menatap sang kakak dengan tatapan mengintimidasi.


Geofany tampak menghela nafas.


"Baskoro? "


"Ya"


"Kakak sudah mempersiapkan sesuatu"


Geofany menatap Gerraldine dengan tajam.


"Aku meminta akses untuk menggunakan ponselku guna membantu Ayah"


Gerraldine menatap Geofany dengan tatapan memohon, dengan menangkup kan kedua tangannya di dada.


"Baik, Apa itu tidak akan mengganggu sekolahmu? "


Geofany mengiyakan, namun, ia tetap menanyakan, ia khawatir hal itu dapat mengganggu sekolah sang Adik.


"Tidak, Aku akan mengendalikan nya dari sekolah"


Gerraldine berucap dengan yakin.


"Baiklah"


Geofany berucap malas, ia berjalan menuju lemari di sudut kamar, dan mengambil sebuah tablet dan menyerahkan nya pada Gerraldine, tak lupa ia mengotak atik tablet tersebut terlebih dahulu.


"Kakak sudah menyetingnya untukmu, agar kamu dapat terhubung dengan kakak"


"Apa kita tidak meminta bantuan Kak Giorgio? " tanya Gerraldine.


"Tidak, Biarkan Giorgio fokus dengan ujian sekolahnya yang akan mendatang"


ceklek!


Gerraldine keluar dari dalam kamar Geofany, setelah memahami semua yang di ajarkan Geofany.


"Adik ipar, kamu dari mana? "


Gerraldine menoleh pada Graceva yang menyapanya.


"Kamar kak Fany"


Gerraldine berjalan mendekati Graceva yang tengah berdiri di samping kulkas dapur.


"Belum tidur kak? "


"Belum"


"Kak Giorgio mana? "


"Di kamar, Sedang belajar"


Jawab Graceva kemudian melenggang pergi masuk ke kamar.


Gerraldine pun kembali ke kamar dan beristirahat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2