Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 62 | Kebahagiaan, murka dan perpisahan


__ADS_3

"Halo" Giorgio berbicara dengan anggota clan mafianya melalui panggilan telfon, "Bos keadaan darurat Bos, dor dor", "Ada apa hey? " Giorgio berteriak agar mendapat sahutan dari orang di ujung telfon, namun tak ada jawaban dari ujung telfon, Giorgio hanya terdengar suara ledakan saling bersahutan, Giorgio mengerti dengan keadaan itu, Giorgio segera memutuskan panggilan setelah panggilan telfon tersebut terhubung mencapai dua menit, Giorgio segera melacak nomor ponsel tersebut, "Asia Barat" monolog Giorgio ketika melihat titik lokasi terakhir nomor ponsel tersebut.


Giorgio mengambil laptop dari dalam laci nakas samping tempat tidur, sekilas Giorgio melihat ke tempat tidur, dimana Graceva sudah tertidur lelap, Giorgio melihat jam yang melingkar di lengan kirinya, jam menunjukan pukul satu dini hari, Giorgio mendudukkan tubuh kembali di tepi tempat tidur, dibukanya laptop tersebut lalu nampak Giorgio membuka sebuah kode rumit di laptop, seketika puluhan kotak kecil-kecil tampil di layar laptop.


"Ada apa ini sebenarnya? " monolognya.


Giorgio kembali mengetikkan kombinasi huruf angka dan simbol rumit, kembali muncul puluhan kotak yang sama, namun kini menampilkan suasana masih baik-baik saja, Giorgio terus melihat situasi yang ada dari tampilan di laptopnya, hingga akhirnya, di sebuah kotak di antara puluhan kotak tersebut, menunjukan keadaan yang mulai kacau, yang di awali dengan vidio ledakan hebat di sebuah gurun, pandangan Giorgio terpusat pada kotak vidio tersebut, mata Giorgio memicing melihat keadaan dari dekat yang rupanya, markas clan nya sudah porak poranda, Giorgio melihat tanggal dari rekan vidio kejadian tersebut, matanya memerah melihat tanggal yang menunjukan sudah lebih dari satu minggu kejadian itu terjadi.


Giorgio masih belum mengambil keputusan apapun, ia yakin dan percaya jika anggota clan nya mampu menyelesaikan hal tersebut, namun bukan harapan Giorgio yang terjadi, melainkan suasana semakin memburuk, terlihat dari hasil beberapa rekaman vidio hari-hari berikutnya, masih menampilkan hal yang sama, bahkan di tanggal saat Giorgio melihat rekaman-rekaman vidio ini, Giorgio melihat keadaannya sudah cukup parah, banyak anggota clan nya yang menjadi korban, ia masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi, namun Giorgio sedikit berpendapat bahwa clan nya telah di serang, Giorgio tak habis pikir mengapa baru hari ini anggotanya mengabarinya.


"Sepertinya aku harus kesana" gumam Giorgio.


Giorgio menutup laptop dan meletakkannya kembali di dalam laci nakas, Giorgio merangkak pelan naik ke tempat tidur, lalu membaringkan tubuh di samping Graceva, Giorgio memeluk Graceva dari belakang, karena pergerakan yang di lakukan Giorgio, membuat Graceva sedikit terusik dan perlahan membuka matanya.


"Kak" ucap Graceva lirih sambil berusaha membalikan tubuh menghadap pada Giorgio, namun Giorgio menahannya.


"Hmm" Giorgio semakin erat mendekap tubuh Graceva.


"Jam berapa Kak? " tanya Graceva, sambil melirik sekilas jam dinding, "Baru jam satu" jawab Giorgio, "Yasudah lanjut tidur Kak" balas Graceva.


"Auw" Graceva terkejut saat Giorgio tiba-tiba membalikan tubuhnya, yang kini membuat posisi mereka berhadapan, Graceva kembali terkejut ketika Giorgio tiba-tiba menindih tubuhnya.


"Kamu datang bulan? " terkejut, Graceva kembali dibuat terkejut mendengar pertanyaan yang di lontarkan Giorgio, "E enggak Kak, kenapa? " Graceva menjawab dengan kepala menggeleng dan juga dengan kening yang berkerut, ada angin apa tiba-tiba Giorgio menanyakan hal seperti itu, pikir Graceva bingung.


Cup, Giorgio mengecup kening Graceva lama, Graceva spontan memejamkan mata, Giorgio memanjatkan doa untuk Graceva.

__ADS_1


Giorgio memandangi wajah Graceva yang sedang memejamkan mata, Graceva yang merasa di pandangi dengan lekat, membuatnya matanya perlahan terbuka, pemandangan yang pertama di lihat olehnya adalah senyum manis yang terukir dari wajah Giorgio.


"Boleh aku meminta hak ku sebagai suamimu Grace? "


"Hah"


Tanpa basa-basi, Giorgio menyerang bibir tipis Graceva, yang membuat gadis tersebut spontan mengalungkan lengannya ke leher Giorgio, sekarang ia mengerti apa yang di maksud oleh Giorgio, apa iya mereka benar-benar melakukan hubungan selayaknya suami istri pada umumnya, biarlah hanya mereka dan kamar apartment tersebut yang menjadi saksi.


...----------------...


Pukul 05.18 pagi


Giorgio bangun dari tidurnya, ia melihat keadaan dirinya dan juga Graceva yang sama-sama polos tak menggunakan sehelai kain pun, Giorgio tersenyum mengingat kejadian yang terjadi antara dirinya dengan Graceva beberapa jam lalu.


Giorgio keluar apartment dan meninggalkan Graceva dan semua barang-barangnya, seperti pakaian, ponsel, kartu debit yang dimilikinya, di tinggalkan di dalam laci nakas, Giorgio hanya membawa beberapa lembar uang tunai, yang hanya cukup untuk membayar taksi saat perjalanan menuju bandara, sebelumnya ia sudah berkomunikasi dengan bawahannya untuk bertemu di bandara.


"Selamat pagi Bos"


"Pagi, sudah siap semua? "


"Sudah Bos, perkiraan kita akan tiba di sana, saat hari menjelang malam Bos"


Giorgio bersama dengan seratus anak buahnya yang tentu sudah terlatih, mulai masuk ke pesawat komersil yang sengaja di sewa sebagian kursinya untuk rombongan mereka, tak lama setelah Giorgio dan seluruh anak buahnya masuk, pesawat segera lepas landas, pesawat tersebut mengudara kurang lebih empat belas jam lamanya, hingga akhirnya mendarat di sebuah ibukota salah satu negara di bagian Asia Barat.


Kedatangan Giorgio dan anak buahnya tak ada satu pun yang memberikan sambutan, mereka langsung bergerak menuju markas mereka yang berada di negara tersebut.

__ADS_1


"Biadab" Murka, Giorgio benar-benar murka melihat keadaan markas yang sudah luluh lantah, debu tanah masih beterbangan di tempat tersebut, tumpukan jasad anggota triple G mafia di mana-mana, tanpa di perintah, seratus orang anggota yang di bawa Giorgio segera menelusuri tempat tersebut, sekaligus membersihkan dan berusaha untuk kembali mendirikan markas tersebut.


"Apa yang sebenarnya terjadi di sini? " monolog Giorgio, matanya terus melihat ke seliling, menatap nanar pada tubuh-tubuh anggota triple G mafia yang di bawa anggota lainnya untuk di bawa mereka pulang yang entah kapan mereka akan kembali ke tanah air.


"Bagaimana? " Tanya Giorgio pada seorang anak buahnya yang datang mendekatinya, "Kosong Bos, semuanya sudah gugur dan tak ada satu pun yang hidup, atau pun barang yang tersisa Bos" lapor anggota yang di tanya Giorgio, "Berhati-hatilah, ku rasa Clan kita memang sudah menjadi incaran sebelumnya" Giorgio mengingatkan, "Baik Bos, maaf Bos bagaimana dengan markas yang berada di pesisir ibukota negara ini Bos? " dahi Giorgio berkerut, melupakan keadaan markasnya yang lain, "Kau benar, ayo bentuk tim untuk mendatangi markas itu" titah Giorgio, malam itu juga Giorgio beserta lima puluh anggota pergi menuju markas mereka lainnya yang berada di pesisir ibukota negara tersebut, sedangkan lima puluh orang lainnya tinggal dan berjaga di markas yang baru saja kembali mereka dirikan.


"Hasilnya sama Bos" mata Giorgio membelalak melihat keadaan markas tersebut yang jauh lebih parah dari markas sebelumnya.


"Lakukan" empat puluh sembilan orang segera menyisir lokasi tersebut, dan membersihkan lalu mendirikan kembali markas tersebut, serpihan sumbu-sumbu bom berada di mana-mana, meninggalkan jejak kehitaman di pasir.


"Hasilnya sama Bos, maaf" seorang pemimpin dari kelompok tersebut mendekati Giorgio dan orang yang selalu berada di dekat Giorgio.


"Ya, aku sudah menduganya, jika di sana markas besar saja sudah luluh lantak, bagaimana dengan markas kecil ini" ucap Giorgio lirih, namun masih dapat di dengar oleh semua orang, karena suasana yang sudah malam, membuat hal apapun yang sedikit saja bergerak dan menimbulkan suara, menjadi dapat terdengar dengan sangat jelas.


...****************...


Untuk season ini, sudah TAMAT!


Lanjut season 2 ya! masih tetap di novel ini,


...TAKDIR CINTA GRACEVA...


...SEASON 2...


...S E G E R A...

__ADS_1


__ADS_2