Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 54 | Mulai dekat


__ADS_3

Graceva mengangguk, dan berjalan membuntuti mengantarkan Giorgio ke pintu utama, namun belum sampai di pintu utama, keduanya di hentikan oleh suara Gerald ketika mereka melewati ruang keluarga.


"Gio Grace! "


Keduanya menoleh dan berjalan mendekat, dan duduk di sofa yang masih kosong.


"Apa Yah? "


"Hebat! "


Giorgio menaikan kedua alisnya, melihat sang Ayah yang mengacungkan ibu jarinya kearahnya.


"Kau tau?, sudah 1 bulan mereka bungkam siapa sosok di balik mereka, namun kini kurang dari 1 jam kau mengambil alih organisasi, kau sudah berhasil membuat mereka buka suara"


Gerald bicara panjang lebar dengan mata berbinar.


"Sudah ku bilang, kau pasti bisa meneruskan kepemimpinan organisasi, bahkan kau tau?, anggota banyak yang berkata jika sosok mendiang kakek ada pada dirimu son, meski begitu tiru pula semua hal positif dari aku dan juga kakekmu"


Gerald menepuk bahu Giorgio, dan beranjak pergi menuju kamarnya, hendak bermanja manja dengan sang istri yang sudah sedari tadi meninggalkan ruang keluarga.


...Kamu tak perlu tahu hal manja apa yang akan di lakukan oleh pasangan suami istri tersebut....


Giorgio dan Graceva melangkahkan kaki menuju pintu utama, keluar rumah dan menuju garasi, Graceva senantiasa mengekor di belakang tubuh Giorgio, keduanya berhenti di depan sebuah motor Kawasaki Ninja H2 Carbon.


Giorgio menaiki motornya dan mengenakan helmet ke kepalanya, Giorgio menghidupkan mesin motor, raungan kebahagian pun terdengar di garasi tersebut.


Giorgio melirik Graceva yang berdiri dengan senyuman manis kearahnya, Giorgio turun dari motor dan melangkahkan kaki menuju laci tempat penyimpanan helmet, tampak Giorgio mengambil sebuah helmet, Graceva mengerutkan kening melihat apa yang dilakukan Giorgio.


Giorgio memakaikan helmet ke kepala Graceva, lalu kembali naik keatas motor, tangannya terulur menarik tangan Graceva agar naik dan duduk di boncengan motor Giorgio.


Giorgio menoleh pada Graceva yang kini sudah duduk manis di belakang Giorgio.


"Ikutlah bersamaku"


Giorgio menutup kaca helmet, tangannya melingkarkan tangan Graceva ke pinggangnya, lalu melajukan motornya membelah jalanan menuju bisnis supermarket yang dirintisnya dari nol.


Sekitar 15 menit motor melaju di jalanan, kini motor Giorgio sudah memasuki area parkir mall, dan segera memarkirkan motornya di parkiran paling sudut.


Giorgio & Graceva turun, kedua berjalan mulai memasuki mall yang belum terlalu besar, namun nampak sudah ramai oleh pengunjung.


"Selamat siang bos"


Seorang pegawai mall yang melihat sangat atasannya datang, mendekat dan membungkukkan setengah tubuhnya.


"Kembalilah bekerja! aku hanya ingin berkeliling"

__ADS_1


"Perlu saya temani tuan? "


Pegawai berjenis kelamin laki laki tersebut menawarkan diri, hitung hitung menyelam sambil minum air, barangkali bisa naik jabatan atau juga naik gaji.


"Tidak! "


Giorgio menarik tangan Graceva, meninggalkan pegawai mall yang mendengus kesal.


Giorgio berjalan mengelilingi mall, dengan tangan yang saling bertautan, Graceva melirik tangannya yang di genggam oleh tangan Giorgio dengan erat, tanpa sadar Graceva menyunggingkan senyum nya.


"Kamu mau beli apa Grace? "


Giorgio akhirnya bertanya setelah berjalan lumayan lama, namun tak menuju ke satu toko pun.


Graceva menoleh pada Giorgio yang kini menghentikan langkahnya, membuat langkahnya pun ikut terhenti.


"Iya Kak? "


"Ada yang mau kamu beli? "


Giorgio kembali bertanya, mungkin Graceva tengah melamun, pikirnya.


"Aku mau beli MacBook Pro Kak"


Tanpa bertanya lagi, Giorgio menarik tangan Graceva menuju toko elektronik terbesar di mall tersebut.


"Selamat datang di Apple Store Kak!, ada yang bisa kami bantu? "


"Carikan MacBook Pro dengan kualitas terbaik! "


Pegawai tersebut segera mencarikan apa yang di cari oleh pelanggannya, Setelahnya kembali menghampiri pelanggannya sebelumnya, dengan membawa sebuah MacBook dengan kualitas terbaik menurutnya di tangan.


"Ini Kak"


Pegawai tersebut menyerahkan MacBook yang ia bawa ke atas meja.


"Bagaimana Grace ambil yang ini? "


Nampak anggukan kecil Graceva sebagai jawaban.


"Kami ambil yang ini! "


"Baik Kak, totalnya jadi 35 juta 500 ribu rupiah"


Pegawai tersebut menyiapkan MacBook tersebut kedalam kantong belanjaan bergambar buah apel di gigit tersebut, dan menyerahkannya ke depan Giorgio.

__ADS_1


Setelah menuntaskan pembayaran, tentunya membayar dengan kartu ajaib yang di pegang Graceva, Giorgio dan Graceva kembali berjalan tanpa arah mengelilingi Mall.


"Ada lagi Grace? "


"Aku ingin beli beberapa kosmetik, Apa boleh? "


Giorgio menoleh pada Graceva dan menerbitkan senyuman tipis di wajahnya tak lupa ia menganggukkan kepala.


Kini sepasang anak manusia tersebut tiba di toko kosmetik yang lumayan besar dan mempunyai merek cukup ternama, Graceva membeli alat kosmetik dengan cukup banyak, mulai dari alat pengering rambut, hingga alat pencukur bulu kaki 😁, tak lupa Graceva membeli berbagai bedak, skincare dan lain sebagainya.


"Sekarang mau apa lagi? "


Kini tangan Giorgio sudah penuh dengan kantong belanjaannya, ia berpikir apakah tidak akan ada barang yang akan di beli lagi, sepertinya ia salah membawa kendaraan, pikir Giorgio, namun meski begitu ia tetap menanyakan lagi, barangkali Graceva menginginkan barang yang akan dibeli lagi.


"Makan yuk! "


Memang kini sudah masuk jam makan siang, jujur saja sebenarnya perut Giorgio sudah merasa lapar, namun ia berusaha menahannya agar Graceva puas berbelanja, namun perkataan Graceva membuat Giorgio merasa lega, sebab cacing cacing di perutnya sudah meronta minta diberi makan.


"Mau makan apa Grace? "


"Nasi padang Kak! "


"Di Mall mana yang menjual Nasi padang Grace? "


Giorgio mengerutkan dahi menatap Graceva.


Graceva terkekeh melihat kebingungan Giorgio.


"Di warung padang lah Kak😁"


Kini keduanya keluar Mall lalu menaiki motor, Giorgio melajukan motornya menuju warung padang tak jauh dari Mall tersebut.


...Jika kebanyakan wanita saat di tanya hendak makan apa dan menjawab dengan kata "Terserah! ", Tidak dengan Graceva, perempuan itu sudah mengerti apa yang dirinya inginkan, jadi jika ditanya maka ia akan mengatakan apa yang di inginkan....


Setelah usai makan siang di sebuah warung padang yang cukup enak menurut keduanya, Kini keduanya sudah di atas motor yang tengah melaju dikemudikan oleh Giorgio menuju kembali ke kediaman keluarga Gabriel.


"Kalian baru kembali? "


Guen melangkah dari arah dapur, menghampiri keduanya, langsung mengelus lembut rambut Graceva, dengan senyuman manis yang terukir indah di wajah yang sudah tak muda lagi namun masih terlihat cantik itu.


"Iya Bun"


Graceva turut membalas senyuman Bunda Mertuanya, Guen menarik tangan Graceva, membawa Graceva menuju ruang keluarga dan mendudukkan bokong di sofa, Giorgio menyusul kedua perempuan beda generasi tersebut ke ruang keluarga dengan tangan yang masih penuh dengan barang belanjaan milik Graceva.


"Berbelanja ya sayang? "

__ADS_1


Guen melirik sekilas semua kantong barang belanjaan di tangan Giorgio yang kini meletakkannya di atas meja kaca di sana, ia tak merasa peduli dengan peluh yang menetes dari keningnya, Guen kembali memusatkan pandangannya pada Graceva.


...****************...


__ADS_2