
Kediaman Keluarga Gabriel, semua orang berkumpul di ruang keluarga, terdapat laptop di atas pangkuan Fany, Geraldine pun sibuk dengan ipad di genggamannya, semua orang nampak sibuk, entah di sibukkan dengan apa.
"KETEMU! "
Suara Geofany, Gabriella, dan Geraldine menggema di ruang keluarga tersebut, membuat ketiganya saling menoleh dan menaikan alis.
"Apa? "
Gerald bertanya dengan kening yang berkerut.
Sementara ketiga perempuan itu masih saling berpandangan, dan serentak menganggukkan kepala.
"The Dream Apartemen, VIP 002, GAJAH MADA! "
Ketiganya kembali bersuara secara bersamaan dengan perkataan yang sama pula, yang membuat mereka menghela nafas.
"Jadi mereka berada di sana? "
Guen bertanya.
"Kami tidak tahu Bun, namun lokasi terakhir ponsel mereka ada di sana"
Jawaban Fany membuat semua orang di sana menghembuskan nafas perlahan.
"Geraldine, biasanya Kamu dapat dengan mudah melacak seseorang, namun mengapa kali ini Kamu membutuhkan waktu hampir 1 jam, lihatlah cemilan Mu hingga hampir habis"
Fany bertanya pada adik bungsunya, pasalnya tak seperti biasanya, Geraldine melakukan peretasan dengan membutuhkan waktu lama.
"Apa Kamu menemukan kesulitan Sayang? "
Gerald yang mengerti maksud ucapan putri sulungnya, ia menanyakannya langsung pada putri bungsunya.
"Iya Ayah, nampaknya keamanan ponsel Kakak lebih di tingkatkan lagi"
Geraldine menggaruk garukan kepala bagian belakang yang tak gatal sembari meringis.
"Utus orang kesana, untuk memastikan keberadaan mereka"
Gerald meminta Fany, untuk mengirimkan personil untuk memastikan keberadaan sepasang suami istri muda tersebut.
"Baik Ayah! "
*****
"Ayah, Aku berhasil meretas rekaman Live CCTV unit apartemen Giorgio, dan kamar yang di tempati Giorgio dan Kakak ipar"
Segeralah semua orang semakin mendekati Gabriella, mata mereka berpusat kan pada layar laptop di pangkuan Gabriella, Terlihatlah Giorgio dan Graceva yang tertidur dalam selimut yang sama, dengan posisi saling memeluk, terlihat dari posisi wajah keduanya yang begitu dekat.
"Geraldine, tutup mataMu!, Hey Gabriella Amarta Yunior, jangan menodai mata suci putri kecilKu! "
Mata semua orang membulat melihat apa yang ditampilkan layar laptop Gabriella, dengan mulut melebar, sementara Guen, wanita baya itu, memicingkan matanya melihat hal tersebut, setelahnya ia tersadar pada Geraldine yang juga ikut melihat hal tersebut, segeralah ia menutup mata putri bungsunya dengan tangannya, meski sudah terlambat, tangan yang lain digunakan untuk menutup layar laptop Gabriella, yang membuat semua orang kaget.
"Segeralah kalian tidur, bukankah kalian sudah tahu dimana keberadaan Giorgio dan Graceva? jadi tidurlah sana! "
Guen mengeluarkan titah bunda ratunya, membuat semua orang patuh menjalankan titah sang bunda ratu.
"Aku akan mempunyai Cucu! "
__ADS_1
Teriak Gerald semangat, sembari melangkah membuntuti Guen menuju kamarnya, tak lupa mengunci pintu, dan langsung menerkam Guen hingga pagi.
*****
Rabu, 17 Mei 2023
The Dream Apartemen,
Graceva menggeliatkan tubuhnya, menandakan perempuan tersebut akan terbangun dari tidurnya, perlahan Graceva membuka kelopak matanya dan beranjak duduk, matanya mengedar ke seliling melihat kamar yang nampak sepi.
"Mana Kak Giorgio? apa dia meninggalkanKu disini? "
Graceva membatin.
"Pagi, Kamu sudah bangun? "
Suara Giorgio terdengar, setelahnya tubuh Giorgio nampak keluar dari sebuah pintu di balik dinding, lelaki itu hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada, dengan keringat yang mengucur dari tubuh bagian atasnya.
"Pagi Kak, i iya"
Graceva menggaruk tengkuknya yang tak gatal, matanya asik melihat dada bidang lelaki tersebut, susah payah ia menelan saliva, melihat otot perut yang mulai berbentuk, namun belum tercetak jelas.
"Bersiaplah untuk sekolah, pakaianMu sudah berada di lemari, tadi sudah di ambilkan orang organisasi"
Graceva melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap ke sekolah, namun langkahnya terhenti saat mengingat sesuatu, rasa penasaran yang sedari tadi ada dalam dirinya, sudah tak dapat di bendung lagi, akhirnya Graceva membalikan tubuhnya, dan melihat Giorgio dari ujung kepala hingga kaki.
"Apa? "
Dahi Giorgio berkerut melihat Perempuan tersebut menghentikan langkahnya dan membalikan tubuh dan kini tengah melihatnya.
"Berolahraga di ruang gym, yang ada di balik dinding itu"
Giorgio menunjuk dinding yang di maksudnya.
"Ku tunggu di bawah untuk makan! "
Giorgio melenggang pergi menuju meja makan yang berada di lantai bawah.
Graceva segera turun kebawah menuju meja makan, dan langsung duduk di depan Giorgio yang sudah menunggunya sembari memainkan ponsel, di ambilnya lah nasi lauk lalu diletakkannya ke atas piring Giorgio dan juga piring milikNya.
"Selamat Makan! "
Keduanya saling menatap dengan senyum tipis dan wajah yang memerah di keduanya, karena tanpa tak sengaja mereka berkata secara bersamaan, dan memulai makan dalam keheningan.
*****
Kediaman Utama Keluarga Gabriel,
Ruang Makan
"Sudah ada kabar dari mereka sayang? " tanya Guen pada siapapun yang berada di sana untuk menjawab pertanyaannya.
"Belum Bun" jawab Geraldine.
"Lalu kamu akan berangkat sekolah dengan siapa Geraldine? " kembali Guen bertanya.
"Nanti biar Fany yang antar Bun" jawab Geofany.
__ADS_1
"Ok! " balas Guen
"Gabriella, kedepannya kamu mau bagaimana? mau lanjut kuliah, atau kerja di perusahaan Ayah, atau perusahaan paman pamanMu, atau justru akan membantu Bunda di toko roti dan butikNya? " Gerald yang sedari tadi diam, tiba tiba mengeluarkan suaranya.
"Hmm, entahlah Yah, Aku belum tahu mau bagaimana kedepannya, mungkin Aku mau bantu Bunda saja di toko roti" Gabriella menjawab dengan ragu.
*****
Setelah usai makan, Giorgio dan Graceva segera bergerak menuju kediaman utama keluarga Gabriel untuk mengambil tas sekolah Perempuan tersebut, Giorgio melajukan motornya membelah jalanan dengan kecepatan tinggi.
Waktu yang seharusnya di tempuh dalam lima belas hingga dua puluh menit, namun Giorgio dapat menempuh perjalanan hanya dalam sepuluh menit, tentunya dengan kecepatan tinggi, ditambah dengan kondisi jalanan yang sepi, membuat Giorgio semakin bersemangat menaikan kecepatan laju motornya.
Sesampainya di rumah, Giorgio memasuki pelataran rumah, dan melajukan motornya ke dalam garasi, bertepatan dengan Gerald, Guen, Fany dan Geraldine yang keluar dari dalam rumah, sementara Gabriella, entahlah dimana perempuan itu saat ini, Keempat orang tersebut melihat Giorgio dan Graceva dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Selamat pagi semua"
Sapa Graceva pada semua orang, lalu meraih punggung tangan kedua mertuanya untuk di salaminya, sementara Giorgio tak nampak membuntuti Graceva.
"Pagi Grace"
Balas Guen, Gerald dan Fany bersamaan, sementara Geraldine, perempuan itu hanya tersenyum. namun terdapat tatapan yang sulit diartikan bagi Graceva.
Brum brum brum π
Suara mobil berhenti di depan mereka, membuat pandangan semua orang tertuju pada mobil tersebut, yang ternyata Giorgio di dalamnya.
Giorgio menurunkan jendela mobil, lalu meminta Graceva dan Geraldine untuk masuk ke dalam mobil, setelahnya segera melajukan mobilnya ke sekolah dua perempuan tersebut.
****************
Terjadi keheningan di dalam mobil, namun tak lama berselang, Geraldine mengeluarkan suaranya.
"Kak... "
"Hmm... "
Jawab Giorgio dan Graceva bersamaan, sesaat kemudian, keduanya saling melirik, dan hal tersebut tak luput dari pandangan Geraldine.
"Kami senang Kak, melihat kalian saat ini, nampaknya... hubungan kalian semakin dekat, seperti yang kami lihat semalam"
"Kalian lihat? "
Giorgio melirik Geraldine melalui spion tengah mobil.
"Memangnya apa yang kalian lihat Ge? "
Sahut Graceva.
"Kami melihat dari CCTV, kalian tidur berpelukan, dengan selimut menutupi hingga leher"
Hening, Geraldine kembali diam, sembari matanya mengamati reaksi kedua orang yang duduk di kursi depan.
"Apa aku akan segera menjadi aunty? "
"A P A?... "
...****************...
__ADS_1