Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 19


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Di kampus.


Geofany dan Anita keluar dari kelas, saat jam kuliah telah usai.


"Say gue balik nebeng lo ya" Ujar Geofany cekikikan.


"Oke say" Jawab Anita.


Keduanya pun berjalan ke parkiran, seraya berbincang.


Geofany mengitari mobil yang ia rasa tadi pagi menyiprati celananya.


"Kenapa Fan? " Tanya Anita bingung yang melihat sahabatnya itu memutari mobil yang parkir di sebelah mobilnya.


Namun tak ada sahutan dari sang sahabat, ia masuk mobil, kemudian duduk di balik kemudi.


Geofany menendang salah satu ban mobil itu, kemudian mengempeskan ke 4 ban mobil itu.


Ia masuk ke mobil Anita dan duduk di samping kemudi, lalu cekikikan geli.


Anita melajukan mobilnya keluar meninggalkan lingkungan kampus.


"Lu kenapa sih tadi muterin terus nendang ban mobilnya Rangga? " Tanya Anita ketika mobilnya sudah melaju jauh dari kampus.


" Rangga gengnya Arjuna? " Tanya Geofany memiringkan tubuh menghadap Anita.


"Hmm" Anita berdahem.


" Emang kenapa sih? " Tanyanya lagi penasaran.


"Mobil itu yang nyipratin celana gue" Ujar Geofany geram.


"Hahah kayanya Arjuna sama cecunguknya itu nyari masalah mulu sama lo say".


" Tau ah gelap, liat aja nanti pembalasan gue" Ujar Geofany menyeringai licik.


Anita melirik Geofany, ia bergidik ngeri melihat seringai licik sang sahabat.


3 pria tampan berjalan menuju parkiran.


"Nih mobil baru gue" Ujar salah satu dari ketiga pria itu, menunjuk mobil di hadapannya.


"Wow keren" Balas pria lainnya.


"Ban lo bocor ngga? " Ucap pria lainnya lagi, saat matanya melihat ke salah satu ban mobil sahabatnya kempes.


"Semuanya kempes bre" Sahut pria lainnya lagi, setelah mengitari mobil mewah milik temannya itu.


"Ahhhh brengsekkk" Teriak sang pemilik mobil sambil menendang satu ban mobilnya.


"Ini mah bukan kempes bre, ini mah sabotaae kayanya" Ujar salah satu temannya menyampaikan persepsinya.


"Masuk akal" Ujar salah satu dari yang lainnya.


Pria sang pemilik mobil yang tak lain Rangga, berpikir "siapa yang ngerjain gue? ".


" Laper gak lo fan? " Tanya Anita yang melihat restoran Jepang di samping kanan jalan.


"Mayan".


" Makan bentar lah kuy" Jawab Anita.


"Gas" Jawab Geofany semangat.


Anita memutar balikan mobilnya dan membelokan mobilnya ke area restoran Jepang tersebut lalu memarkirkan mobilnya di sana.


Mereka turun kemudian masuk ke restoran tersebut kemudian duduk di salah satu meja di sana lalu memesan makanan yang ingin mereka makan.


"Gimana bro udah siap semua? " Tanya boy pada semua temannya.


Saat ini boy dan yang lainnya sudah berada tak jauh dari rumah Danur.

__ADS_1


"Gas Boy" Jawab Kiky semangat.


Boy melangkahkan kakinya mendekat ke rumah Danur.


"Permisi Danur" Ujar Boy seraya mengetuk pintu rumah di hadapannya.


"Danur" Ujarnya lagi yang tak mendapatkan sahutan dari dalam.


"Sebentar" Terdengar sahutan dari dalam.


Pintu pun terbuka...


"Malam tante" Ujar Boy.


"Malam" Sahut wanita paruh baya di hadapannya.


"Danur ada tante? " Tanyanya lagi.


"Ada".


" Maaf tante boleh tolong panggilkan, kami mau kerja kelompok bersama" Ujarnya.


Wanita paruh baya yang di yakini ibu Danur tersebut, kembali masuk guna memanggil sang anak.


Sesaat kemudian nampak Danur dan Boy berjalan lalu menaiki motor Boy.


Boy melajukan motornya menjauh dari rumah Danur.


"Fan lo tumben gak bawa mobil, mobil lo kemana? " Tanya Anita di sela sela makannya.


"Di bengkel, servis rutinan" Jawab Geofany tersenyum.


Anita ber O ria.


Setelah menyelesaikan makannya, mereka kembali memasuki mobil dan kembali melanjutkan perjalanan.


Boy menghentikan laju motornya di tempat yang sudah di rencanakan sedari awal olehnya dan teman teman.


Keduanya turun lalu duduk di kursi bambu panjang.


Mereka nampak berbincang dan sesekali tertawa tawa.


Sampai pada akhirnya.. Salah satu dari mereka berujar.


"Dan lo yang ngambil HP Ryan kan? " Tanya Guntur salah satu siswa dari antara mereka tanpa basa basi.


Danur terkejut.


"Kok gue, kan waktu itu tas semuanya dah di geledah gak ada" Ujar Danur berusaha mengelak.


"Tadi HP yang lo bawa ke sekolah terus lo bilang beli COD itu HP Ryan kan" Cecar Kiky.


"Gue dapet COD! " kekeh Danur.


"Jawab jujur Danur, gue punya semua buktinya" Pekik Boy yang sudah geram sedari tadi.


"Apa buktinya? " Jawab Danur meninggi.


Boy yang sudah terlanjur kesal sedari tadi, ia melayangkan bogem mentah pada wajah Danur.


"Jawab jujur" Ucap Boy mencengkram erat rahang Danur.


Karena sudah merasa terdesak, Danur pun mengakui semuanya.


Mereka membawa Danur kerumahnya dan memberitahukan perihal Danur yang mencuri ponsel Ryan, kedua orang tua Danur pun terkejut dan merasa tak percaya.


Anita menghentikan mobilnya di depan rumah Geofany dan mempersilahkan sahabatnya itu turun.


"Da fan" Ujar Anita kembali melajukan mobilnya.


"Kak baru pulang" Tanya Giorgio pada sang kakak yang nampak baru pulang.


Saat ini ia pun baru pulang dari bekerja di hotel sang ayah.

__ADS_1


"Ya" Jawab Geofany tersenyum.


Keduanya masuk rumah bersama kemudian memasuki kamar masing masing lalu beristirahat.


Akhirnya Rangga pulang bersama kedua sahabatnya karena mobil mewahnya di bawa ke bengkel, sebab hal itu ia tak jadi memamerkan mobil mewahnya pada kedua sahabatnya itu.


Keesokan Harinya...


"Mah nanti aku pulang terlambat" Ucap Graceva pada kedua orang tuanya di sela sela makan mereka.


Gionino menaikan alisnya, "mau kemana? " Ujarnya kemudian.


"Mau beli buku pah" Jawab Graceva.


Gracia dan Gionino mengangguk anggukan kepala mengerti.


Setelah menuntaskan makannya, Graceva beranjak kemudian bergegas pergi ke sekolah.


Seperti biasa pagi ini Giorgio Dion dan Ecxel melakukan sarapan pagi di kantin.


"Gio lo mau ikut gue gak nanti malem? " Ujar Ecxel, di sela sela makannya membuat Dion dan Giorgio menaikan alisnya.


"Kemana? " Ucap Dion dan Giorgio di waktu yang hampir bersamaan.


"Balap motor" Jawab Ecxel, membuat Dion dan Giorgio terkejut.


"Balap liar? " Tanya Dion mengerutkan kening.


"Om Alex dan tante Alya tau? " Kali ini Giorgio yang bertanya.


"Ya enggak lah, kalo, mereka tau pasti gue di cincang cincang".


" Yaudah nanti gue bilang ke tante Alya dan on Alex" Ujar Dion.


Ecxel berdecak.."cih.. Awas aja kalo sampe bocor, lo berdua gue telen hidup hidup" Gerutu Ecxel kesal.


Giorgio dan Dion bukannya takut, justru mereka tertawa terbahak melihat ekspresi kesal Ecxel.


Segera mereka menuntaskan makannya sebab jam pelajaran akan segera dimulai.


Setelah membayar makanan, mereka bergegas pergi ke kelas.


"Oke semua udah masuk kelas ya? " Ucap ketua kelas Giorgio di depan kelas.


Semua orang memperhatikan.


"Ada yang mau Danur omongin" Ujar ketua kelas itu lagi.


Giorgio Dion dan Ecxel saling bersi tatap kemudian menggedikan bahu kompak, sebab mereka tak mengerti ada apa ini sebenarnya.


Danur yang namanya disebut, ia melangkahkan kaki maju ke depan kelas, tubuhnya bergetar takut.


"Pagi semuanya sorry, sebenarnya gue yang ngambil HP Ryan, gue bener bener minta maaf" Ucapnya bersungguh sungguh merasa bersalah.


Sontak ucapan siswa itu berhasil membuat Giorgio Dion dan Ecxel membelalakkan matanya.


Rahang Giorgio mengeras membuat giginya saling bergemeletuk.


Setelah mengakui kesalahannya, Danur hendak kembali ke kursinya, namun gerakannya terhenti saat ada lengan kekar mencengkram lengannya dengan kuat membuatnya meringis sakit.


Giorgio berdiri dari tempatnya, satu lengannya mencengkram lengan Danur dengan kuat lalu menghempaskannya kasar, sehingga membuat Danur terhempas ke lantai.


Semua orang di kelas itu terkejut, sebab Giorgio nampak tak seperti biasanya.


Dion dan Ecxel saling bersih tatap.


"Kenapa Gio? " Tanya Dion mengerutkan kening.


"Entahlah" Sahut Ecxel seraya menaikan kedua bahunya.


Giorgio mengungkung tubuh Danur lalu menghujani wajah Danur dengan pukulan pukulan tangannya dengan keras.


"Berengsekkkkk!!!! ".

__ADS_1


<<<<<... Bersambung... >>>>>


__ADS_2