
...Hai, selamat datang dalam novel : "Takdir Cinta Graceva"...
...Karya : Grendys 08...
...Bab 31...
Happy Reading πΉπΉπΉπΉπΉ
Giorgio menarik gadis yang tak lain adalah Graceva ke salah satu bilik toilet yang ada di sana, ia mengunci bilik itu dari dalam, tanpa berkata kata, Giorgio menyerang bibir tipis Graceva yang sudah menjadi candunya.
Graceva yang terkejut mendapat serangan bibir dari seseorang, gadis itu melayangkan tangan nya di udara hendak memukul orang yang menciumnya, namun ia mengurungkan niatnya saat kepalanya sedikit mendongak dan matanya menangkap Giorgio yang sedang menciumnya, gadis itu menurunkan tangan yang menggantung di udara dan mengalungkan nya di leher Giorgio, matanya pun terpejam menikmati ciuman itu.
tanpa mereka sadari, 2 pasang mata, melihat kejadian itu dengan tatapan keterkejutan dan tak percaya.
Giorgio yang merasa tak ada penolakan dari Graceva, satu tangan nya menarik tengkuk Graceva guna memperdalam ciumannya, sedangkan satu tangan lainnya mulai bergerak nakal membuka 2 kancing atas seragam sekolah gadis itu, Graceva mendorong dada Giorgio sehingga membuat ciuman yang terjadi beberapa menit itu terlepas, "aku tidak bisa bernafas" cicit Graceva, keduanya berlomba lomba merauk udara sebanyak mungkin.
Graceva berfikir, sebenarnya apa yang di inginkan pria yang berstatus suaminya, sebab sikap pria itu aneh, terkadang lembut juga terkadang kasar, walaupun hanya perkataannya saja yang ketus, di tambah suaminya itu selalu enggan tidur satu ranjang dengannya, padahal ukuran ranjang itu cukup besar, bahkan jika di tiduri 3 orang dewasa sekaligus, masih terdapat sisa yang lumayan luas, suaminya itu selalu saja memberikan alasan jika di ajak tidur satu ranjang dengan nya, hal itu terkadang membuat Graceva merasa bersalah dan merasa tidak enak, namun kenapa akhir akhir ini suaminya itu menunjukkan sisi lainnya.
Graceva kembali merapihkan pakaian dan rambutnya yang sedikit berantakan.
Di sebuah ruangan bangunan menjulang tinggi.....
seorang pria baya berbadan besar tengah merauk wajahnya dengan kasar.
__ADS_1
"Brag..... "
pria itu menggebrak meja di hadapannya dengan keras, membuat semua para anak buahnya terlonjak kaget.
"kenapa Roy bisa sampai matoi" teriak pria itu penuh amarah.
semua orang di sana terkejut dengan sikap pria yang tak lain adalah sang atasan, mereka baru melihat sisi lain dari atasan yang biasanya bersikap ramah dan merakyat, kini berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan, terlihat dari tatapan membunuh yang di pancarkan dari pria itu.
"apa aku bicara dengan patung? " tanya pria itu, mengeratkan gerahang.
"tidak ada yang ingin menjelaskan? " tanya pria itu menatap sang asisten di sampingnya yang tampak menunduk.
pria yang di tanya itu, menelan ludahnya kasar, sedikit mengangkat kepalanya, "Roy di serang anak buah Baskoro tuan, Roy sudah berusaha melawan tapi Roy tertembak dari belakang tuan" ucap asisten tersebut.
"siapa yang menembak Ben? " tanya pria berbadan besar yang tak lain adalah Gerrald.
Gerrald menarik nafas dalam lalu menghembuskan nafas kasar, "apa tidak ada yang memberikan perlindungan satu sama lain? " ujar Gerrald, dengan bernada dingin.
semua orang di ruangan itu diam dan makin menunduk, "nyawa harus di balas dengan nyawa" ucap Gerrald pelan namun bisa membuat semua orang yang mendengarnya merinding, sesaat kemudian Gerrald tertawa dengan keras, "Hahahaha..... ".
Dor.......... !
suara lesatan senjata menggema di ruangan itu, membuat semua orang ketakutan dan makin menunduk, perlahan semua orang menaikan pandangan karna tak mendengar pemimpin mereka berbicara, tampaklah Gerrald yang duduk di singgah sananya dengan menciumi moncong desert deagle di tangan kanan nya yang masih mengeluarkan sedikit asap.
__ADS_1
mereka kembali mengedarkan pandangan, dan seketika mereka terbelalak saat melihat seseorang tergeletak di lantai dengan darah mengalir deras dari dada orang itu, mereka sangat terkejut atas tindakan Gerrald yang cukup sadis menurut mereka, sedangkan Bengamin, mengerutkan kening dalam, pasti ada yang tak beres, pikirnya.
"kembalikan dia pada keluarganya, kemudian makamkan" ucap Gerrald lagi dan di angguki semuanya.
"Biarkan penghianat itu pergi dengan tenang" ucap Gerrald membuat mereka semua semakin bingung.
Gerrald memberi kode pada Ben, agar lelaki itu mendekat, "dia yang membunuh Roy" bisik Gerrald di telinga Bengamin, asistennya menangguk mengerti, "bereskan semuanya Ben" bisik Gerrald lagi, dan kembali di angguki oleh Bengamin.
Di sekolah.....
"lo liat si kulkas nggak? " tanya Ecxel pada Dion, saat ini keduanya sedang berbincang di kelas, beberapa waktu yang lalu mereka baru saja kembali ke kelas setelah dari kantin, Dion menaikan kedua bahu sebagai jawaban.
kembali pada Gerrald, pria itu masih kalut dengan amarah namun juga kesedihan nya, "ku rasa Baskoro sudah keterlaluan" gumam Gerrald pelan, namun masih dapat di dengar jelas oleh Bengamin.
"Ben atur pertemuan ku dengan Baskoro" ucap Gerrald pada sang asisten, membuat Ben sedikit cemas, namun ia tetap mengiyakan.
setelah Gerrald menyelesaikan urusan nya, Gerrald melenggang pergi, dan di putuskan lah pertemuan Gerrald dan Baskoro akan di lakukan dua hari lagi.
sedari dulu memang hubungan Gerrald dan Baskoro cukup buruk, entah mengapa Baskoro begitu membenci Gerrald.
Bengamin dan yang lainnya segera membersihkan mayat lelaki yang tadi di tembak Gerrald, lalu membawa mayat itu ke rumah keluarga mayat itu, Bengamin mengatakan semuanya, membuat keluarga lelaki yang di tembak Gerrald merasa sedih namun juga marah, bagaimana bisa lelaki itu bisa menghianati Gerrald, pikir keluarga itu, Bengamin tetap memberikan nafkah pada keluarga itu, kemudian pergi ke pemakaman umum, lalu memakamkan Roy dan Egi, dua rekan kerja yang mati karna di tembak, Roy tertembak oleh Egi, sedangkan Egi di tembak mati oleh Gerrald, sebab tertangkap menghianatinya.
memang semua para pekerjanya mendapatkan tunjangan - tunjangan pada keluarga mereka.
__ADS_1
Giorgio dan Graceva membuka pintu, hendak memajukan satu kakinya, namun terhenti saat melihat 2 manusia berdiri bersedekap di dada.
...<<<<<... Bersambung... >>>>>...